<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aprindo: Bisnis Akan Kembali Bergeliat, Tapi Kita Perhatikan Protokoler Kesehatan</title><description>Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) membagikan tips kepada masyarakat yang akan berpergian ke mal untuk belanja.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/03/320/2224073/aprindo-bisnis-akan-kembali-bergeliat-tapi-kita-perhatikan-protokoler-kesehatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/03/320/2224073/aprindo-bisnis-akan-kembali-bergeliat-tapi-kita-perhatikan-protokoler-kesehatan"/><item><title>Aprindo: Bisnis Akan Kembali Bergeliat, Tapi Kita Perhatikan Protokoler Kesehatan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/03/320/2224073/aprindo-bisnis-akan-kembali-bergeliat-tapi-kita-perhatikan-protokoler-kesehatan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/03/320/2224073/aprindo-bisnis-akan-kembali-bergeliat-tapi-kita-perhatikan-protokoler-kesehatan</guid><pubDate>Rabu 03 Juni 2020 18:50 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/03/320/2224073/aprindo-bisnis-akan-kembali-bergeliat-tapi-kita-perhatikan-protokoler-kesehatan-9Am4Bgoxca.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Pemeriksaan Suhu (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/03/320/2224073/aprindo-bisnis-akan-kembali-bergeliat-tapi-kita-perhatikan-protokoler-kesehatan-9Am4Bgoxca.JPG</image><title>Pemeriksaan Suhu (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) membagikan tips kepada masyarakat yang akan berpergian ke mal untuk belanja. Tips ini diberikan agar masyarakat tidak disuruh pulang kembali karena suhunya di atas angka 38 derajat.

Apalagi jika ada masyarakat yang memang sudah jauh-jauh datang untuk belanja tentu akan sangat disayangkan. Sebab, para pengusaha ritel menetapkan protokol kesehatan ketat salah satunya dengan pengecekan suhu lewat thermo gun.
&amp;nbsp;Baca juga: Jika Mal Dibuka, Ketum Apkomindo: Tanda Kegiatan Ekonomi Dimulai
Nantinya suhu tubuh yang ditetapkan untuk bisa masuk ke mal adalah 37,3 derajat sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Bagi masyarakat yang suhunya berada di atas angka tersebut maka akan disuruh pulang kembali.

Wakil Ketua Umum Aprindo Dasep Suryanto mengatakan, bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor maka diharapkan untuk berhenti dan tidak langsung masuk. Hal ini dilakukan untuk memberikan waktu agar suhu tubuh kembali normal.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tak Terapkan Protokol Kesehatan saat New Normal, Aprindo: Customer Bisa Kabur
&quot;Sebetulnya ini kebaikan kita semua pertama saya mau ngasih tips dulu buat mereka yang memakai motor memakai helm, berpanas-panasan jangan dibuka langsung di tes,&quot; ujarnya diskusi daring Okezone bertajuk Strategi Bisnis di Era New Normal, Jakarta, Rabu (3/6/2020).
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8zMC8xLzEyMTM2MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara itu lanjut Dasep, bagi masyarakat yang sedang sakit disarankan untuk tidak berpergian ke pusat perbelanjaan dan mal. Hal ini untuk menghindari adanya penularan virus atau penyakit di pusat perbelanjaan.

&quot;Kalau lebih dari itu mending jangan ke mal dulu. Pastikan dulu sehat,&quot; ucapnya.

Menurut Dasep, selain melakukan pengecekan suhu tubuh, para pengusaha juga menyiapkan protokol kesehtan lainnya. Misalnya dengan wajib menggunakan masker, hingga menyediakan handsanitizer.Tak hanya itu, tempat parkir juga akan dibatasi oleh para pengusaha  agar tidak terjadi kepadatan. Selain di tempat parkir, para pengusaha  juga akan membatasi kapasitas orang yang masuk ke dalam toko atau mal  agar tidak terlalu penuh.

&quot;Kita memang pasti sudah menanti sudah bosan di dalam rumah. Kita  mengedukasi dan menyiapkan bagaiaman prosedur termasuk jumlah parkir  dibatasi, lalu ada hand sanitzier, ketika masuk ke dalam tokoh kapasitas  orangnya terjaga enggak boleh masuk semua,&quot; jelasnya.

Menurut Dasep, para pengusaha berkomitmen untuk mengikuti protokol  kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Sebab, para pengusaha  menginginkan agar antara bisnis dan juga kesehatan bisa berjalans  seimbang.

&quot;Alhamdulillah kita dapat informasi dari semua pihak bahwa kita akan  masuk ke situasi baru di mana bisnis akan bergeliat kembali. Tetap kita  memperhatikan aspek kesehatan. Jangan sampai bisnisnya bagus tapi pada  kena covid,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) membagikan tips kepada masyarakat yang akan berpergian ke mal untuk belanja. Tips ini diberikan agar masyarakat tidak disuruh pulang kembali karena suhunya di atas angka 38 derajat.

Apalagi jika ada masyarakat yang memang sudah jauh-jauh datang untuk belanja tentu akan sangat disayangkan. Sebab, para pengusaha ritel menetapkan protokol kesehatan ketat salah satunya dengan pengecekan suhu lewat thermo gun.
&amp;nbsp;Baca juga: Jika Mal Dibuka, Ketum Apkomindo: Tanda Kegiatan Ekonomi Dimulai
Nantinya suhu tubuh yang ditetapkan untuk bisa masuk ke mal adalah 37,3 derajat sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Bagi masyarakat yang suhunya berada di atas angka tersebut maka akan disuruh pulang kembali.

Wakil Ketua Umum Aprindo Dasep Suryanto mengatakan, bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor maka diharapkan untuk berhenti dan tidak langsung masuk. Hal ini dilakukan untuk memberikan waktu agar suhu tubuh kembali normal.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tak Terapkan Protokol Kesehatan saat New Normal, Aprindo: Customer Bisa Kabur
&quot;Sebetulnya ini kebaikan kita semua pertama saya mau ngasih tips dulu buat mereka yang memakai motor memakai helm, berpanas-panasan jangan dibuka langsung di tes,&quot; ujarnya diskusi daring Okezone bertajuk Strategi Bisnis di Era New Normal, Jakarta, Rabu (3/6/2020).
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNS8zMC8xLzEyMTM2MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara itu lanjut Dasep, bagi masyarakat yang sedang sakit disarankan untuk tidak berpergian ke pusat perbelanjaan dan mal. Hal ini untuk menghindari adanya penularan virus atau penyakit di pusat perbelanjaan.

&quot;Kalau lebih dari itu mending jangan ke mal dulu. Pastikan dulu sehat,&quot; ucapnya.

Menurut Dasep, selain melakukan pengecekan suhu tubuh, para pengusaha juga menyiapkan protokol kesehtan lainnya. Misalnya dengan wajib menggunakan masker, hingga menyediakan handsanitizer.Tak hanya itu, tempat parkir juga akan dibatasi oleh para pengusaha  agar tidak terjadi kepadatan. Selain di tempat parkir, para pengusaha  juga akan membatasi kapasitas orang yang masuk ke dalam toko atau mal  agar tidak terlalu penuh.

&quot;Kita memang pasti sudah menanti sudah bosan di dalam rumah. Kita  mengedukasi dan menyiapkan bagaiaman prosedur termasuk jumlah parkir  dibatasi, lalu ada hand sanitzier, ketika masuk ke dalam tokoh kapasitas  orangnya terjaga enggak boleh masuk semua,&quot; jelasnya.

Menurut Dasep, para pengusaha berkomitmen untuk mengikuti protokol  kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Sebab, para pengusaha  menginginkan agar antara bisnis dan juga kesehatan bisa berjalans  seimbang.

&quot;Alhamdulillah kita dapat informasi dari semua pihak bahwa kita akan  masuk ke situasi baru di mana bisnis akan bergeliat kembali. Tetap kita  memperhatikan aspek kesehatan. Jangan sampai bisnisnya bagus tapi pada  kena covid,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
