<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>New Normal: Kesehatan dan Ekonomi, Hidup Berdampingan dengan Corona Sementara Waktu</title><description>Pemerintah berencana untuk membuka kembali aktivitas sosial ekonomi dengan tatanan hidup baru atau new normal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/04/320/2224363/new-normal-kesehatan-dan-ekonomi-hidup-berdampingan-dengan-corona-sementara-waktu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/04/320/2224363/new-normal-kesehatan-dan-ekonomi-hidup-berdampingan-dengan-corona-sementara-waktu"/><item><title>New Normal: Kesehatan dan Ekonomi, Hidup Berdampingan dengan Corona Sementara Waktu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/04/320/2224363/new-normal-kesehatan-dan-ekonomi-hidup-berdampingan-dengan-corona-sementara-waktu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/04/320/2224363/new-normal-kesehatan-dan-ekonomi-hidup-berdampingan-dengan-corona-sementara-waktu</guid><pubDate>Kamis 04 Juni 2020 11:44 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/04/320/2224363/new-normal-kesehatan-dan-ekonomi-hidup-berdampingan-dengan-corona-sementara-waktu-K4MZLXEgN2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">New Normal (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/04/320/2224363/new-normal-kesehatan-dan-ekonomi-hidup-berdampingan-dengan-corona-sementara-waktu-K4MZLXEgN2.jpg</image><title>New Normal (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah berencana untuk membuka kembali aktivitas sosial ekonomi dengan tatanan hidup baru atau new normal dengan protokol kesehatan yang ketat di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya adalah akan membuka pusat perbelanjaan seperti mal yang direncanakan buka mulai 5 Juni 2020.
Baca Juga: Bepergian ke Luar Jabodetabek dan Banten, Warga Tangsel Wajib Urus SIKM 
 
Menurut Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Susiwijono perlu ada keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi di tengah kondisi saat ini. Di mana, jangan sampai masyarakat nantinya dihadapkan pada pilihan mati karena pandemi ini atau kelaparan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wNC8xLzEyMTM4MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Jadi ada yang ekstrim berpendapat jangan sampai pilihannya mati karena kesehatan atau mati karena kelaparan. Ini yang tak boleh dan harus dibalance. Kita harus hidup berdampingan dengan Covid-19 untuk sementara waktu sampai nanti ditemukan vaksin,&quot; ujar dia dalam diskusi online, dikutip Kamis (4/6/2020).
Dia menjelaskan, dalam menerapkan new normal nantinya kesehatan masyarakat adalah syarat mutlak sebelum akses dibuka di suatu daerah.
Baca Juga: New Normal, Maskapai Siap Buka 80 Rute Penerbangan Internasional
 
Kemudian, lanjut dia, pandemi Covid-19 ini masih akan bertahan untuk waktu yang tidak pasti dan masih akan lama sehingga pemerintah dan masyarakat tidak boleh menyerah.
&quot;Sehingga harus ada penyesuaian antara kebutuhan terhadap kesehatan dan juga tapi tidak boleh hanya berdiam diri di rumah sebab akan mengakibatkan ekonomi jatuh,&quot; ungkap dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah berencana untuk membuka kembali aktivitas sosial ekonomi dengan tatanan hidup baru atau new normal dengan protokol kesehatan yang ketat di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya adalah akan membuka pusat perbelanjaan seperti mal yang direncanakan buka mulai 5 Juni 2020.
Baca Juga: Bepergian ke Luar Jabodetabek dan Banten, Warga Tangsel Wajib Urus SIKM 
 
Menurut Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Susiwijono perlu ada keseimbangan antara kesehatan dan ekonomi di tengah kondisi saat ini. Di mana, jangan sampai masyarakat nantinya dihadapkan pada pilihan mati karena pandemi ini atau kelaparan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wNC8xLzEyMTM4MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Jadi ada yang ekstrim berpendapat jangan sampai pilihannya mati karena kesehatan atau mati karena kelaparan. Ini yang tak boleh dan harus dibalance. Kita harus hidup berdampingan dengan Covid-19 untuk sementara waktu sampai nanti ditemukan vaksin,&quot; ujar dia dalam diskusi online, dikutip Kamis (4/6/2020).
Dia menjelaskan, dalam menerapkan new normal nantinya kesehatan masyarakat adalah syarat mutlak sebelum akses dibuka di suatu daerah.
Baca Juga: New Normal, Maskapai Siap Buka 80 Rute Penerbangan Internasional
 
Kemudian, lanjut dia, pandemi Covid-19 ini masih akan bertahan untuk waktu yang tidak pasti dan masih akan lama sehingga pemerintah dan masyarakat tidak boleh menyerah.
&quot;Sehingga harus ada penyesuaian antara kebutuhan terhadap kesehatan dan juga tapi tidak boleh hanya berdiam diri di rumah sebab akan mengakibatkan ekonomi jatuh,&quot; ungkap dia.</content:encoded></item></channel></rss>
