<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Di Tengah Pandemi Covid-19, Transaksi Pembelian E-Commerce Tak Ada Tatap Muka   </title><description>Pihak e-commerce tetap melaksanakan protokol kesehatan.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/04/320/2224395/di-tengah-pandemi-covid-19-transaksi-pembelian-e-commerce-tak-ada-tatap-muka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/04/320/2224395/di-tengah-pandemi-covid-19-transaksi-pembelian-e-commerce-tak-ada-tatap-muka"/><item><title>Di Tengah Pandemi Covid-19, Transaksi Pembelian E-Commerce Tak Ada Tatap Muka   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/04/320/2224395/di-tengah-pandemi-covid-19-transaksi-pembelian-e-commerce-tak-ada-tatap-muka</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/04/320/2224395/di-tengah-pandemi-covid-19-transaksi-pembelian-e-commerce-tak-ada-tatap-muka</guid><pubDate>Kamis 04 Juni 2020 12:34 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/04/320/2224395/di-tengah-pandemi-covid-19-transaksi-pembelian-e-commerce-tak-ada-tatap-muka-09XAY3pzGl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pandemi COVID-19 (Foto: Popular Mechanics)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/04/320/2224395/di-tengah-pandemi-covid-19-transaksi-pembelian-e-commerce-tak-ada-tatap-muka-09XAY3pzGl.jpg</image><title>Pandemi COVID-19 (Foto: Popular Mechanics)</title></images><description>JAKARTA - Sektor bisnis e-commerce mampu mencetak pasar terutama ritel dan grosir di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), menyebabkan kebiasaan berbelanja pun berubah menjadi pemesanan lewat aplikasi.
Ketua Bidang Human Capital Development IdeA, Sofian Lusa mengatakan, walaupun transaksi e-commerce meningkat di tengah pandemi ini. Namun pihak e-commerce tetap  melaksanakan protokol kesehatan.
&amp;nbsp;
&quot;Seperti tidak ada transaksi langsung antara si penjual dan pembeli alias tatap muka. Semuanya cukup dilakukan melalui online,&quot; ujarnya pada acara IDX Channel, Kamis (4/6/2020).
Baca juga: Harbolnas 2019, 7 Tips Transaksi Aman bagi si Pemburu Diskon!
Kemudian lanjut, dia, logistik yang dikirim harus higienis atau steril. Pasalnya banyak yang menggangap logistik ini salah satu penularan Covid-19.
Baca juga: Harbolnas, Kenali 6 Trik Toko Online dari Bonus Palsu hingga Gratis Ongkir
Oleh karena itu, ujar Sofian, IdeA akan terus mengawasi logistik yang akan dikirim. Ini dilakukan agar semua berjalan dengan baik.</description><content:encoded>JAKARTA - Sektor bisnis e-commerce mampu mencetak pasar terutama ritel dan grosir di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), menyebabkan kebiasaan berbelanja pun berubah menjadi pemesanan lewat aplikasi.
Ketua Bidang Human Capital Development IdeA, Sofian Lusa mengatakan, walaupun transaksi e-commerce meningkat di tengah pandemi ini. Namun pihak e-commerce tetap  melaksanakan protokol kesehatan.
&amp;nbsp;
&quot;Seperti tidak ada transaksi langsung antara si penjual dan pembeli alias tatap muka. Semuanya cukup dilakukan melalui online,&quot; ujarnya pada acara IDX Channel, Kamis (4/6/2020).
Baca juga: Harbolnas 2019, 7 Tips Transaksi Aman bagi si Pemburu Diskon!
Kemudian lanjut, dia, logistik yang dikirim harus higienis atau steril. Pasalnya banyak yang menggangap logistik ini salah satu penularan Covid-19.
Baca juga: Harbolnas, Kenali 6 Trik Toko Online dari Bonus Palsu hingga Gratis Ongkir
Oleh karena itu, ujar Sofian, IdeA akan terus mengawasi logistik yang akan dikirim. Ini dilakukan agar semua berjalan dengan baik.</content:encoded></item></channel></rss>
