<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Ekonomi ASEAN Kompak Hadapi Covid-19, Ini Caranya</title><description>Wamendag Jerry Sambuaga menghadiri pertemuan The Special ASEAN  Economic Ministers&amp;rsquo;.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/05/320/2224988/menteri-ekonomi-asean-kompak-hadapi-covid-19-ini-caranya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/05/320/2224988/menteri-ekonomi-asean-kompak-hadapi-covid-19-ini-caranya"/><item><title>Menteri Ekonomi ASEAN Kompak Hadapi Covid-19, Ini Caranya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/05/320/2224988/menteri-ekonomi-asean-kompak-hadapi-covid-19-ini-caranya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/05/320/2224988/menteri-ekonomi-asean-kompak-hadapi-covid-19-ini-caranya</guid><pubDate>Jum'at 05 Juni 2020 19:05 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/05/320/2224988/menteri-ekonomi-asean-kompak-hadapi-covid-19-ini-caranya-pyArvDeBla.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/05/320/2224988/menteri-ekonomi-asean-kompak-hadapi-covid-19-ini-caranya-pyArvDeBla.jpeg</image><title>Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga mewakili Menteri Perdagangan sebagai ASEAN Economic Minister (AEM) untuk Indonesia, menghadiri pertemuan The Special ASEAN Economic Ministers&amp;rsquo; (AEM) Virtual Conference Meeting on COVID-19 Responses. Pertemuan ini membahas upaya bersama negara ASEAN dalam menghadapi pandemi COVID-19dan merupakan tindak lanjut dari kesepakatan para Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN dalam Declaration of the Special ASEAN Summit on Coronavirus Disease 2019 dan pertemuan AEM terdahulu yang menghasilkan AEM&amp;rsquo;s Statement on Strengthening ASEAN&amp;rsquo;s Economic Resilience in Response to the Outbreak of covid-19.
&amp;ldquo;Indonesia bersama para Menteri Ekonomi ASEAN berkomitmen menggali mekanisme guna menjaga konektivitas rantai pasok dan memastikan kelancaran arus perdagangan barang-barang penting (essential products) di kawasan Asia Tenggara, khususnya yang terkait penanganan pandemi covid-19,&amp;rdquo; ujar Wamendag Jerry dilansir dari laman Kemendag, Jumat (5/6/2020).
Baca Juga: Presiden Jokowi: Semua Negara Berlomba Ingin Jadi Pemenang dalam Pemulihan Ekonomi
Para Menteri Ekonomi ASEAN turut menyepakati &amp;lsquo;Hanoi Plan of Action on Strengthening ASEAN Economic Cooperation and Supply Chain Connectivity in Response to the Covid-19 Pandemic&amp;rsquo;. Kesepakatan tersebut memuat langkah-langkah kerja sama di bidang fasilitasi perdagangan barang-barang penting (makanan, obat-obatan, peralatan medis, dan produk-produk terkait lainnya), serta fasilitasi produksi serta akses terhadap obat-obatan dan vaksin COVID-19 melalui penguatan konektivitas rantai pasok.


&amp;nbsp;

Hanoi Plan of Action ini diharapkan mampu mendorong negaraanggota ASEAN lebih proaktif mengimplementasikan langkah konkret seperti penggunaan Affixed Signature and Stamp(ASnS) untuk mempertahankan kelancaran arus perdagangan di tengah kebijakan social-distancing, mengoptimalkan ASEAN Single Window sebagai platformpertukaran dokumen administrasi perdagangan, serta meningkatkan pemanfaatan teknologi digitalisasi dan Revolusi Industri 4.0 dalam menghadapi the new normal.
&amp;ldquo;Kunci untuk mempertahankan jaringan produksi dan arus keluar-masuk barang dan jasa terletak pada kesungguhan seluruh negara ASEAN untuk memanfaatkan teknologi informasi&amp;rdquo;, tegas Wamendag.Dalam kesempatan ini, para Menteri Ekonomi ASEAN saling bertukar  informasi dan praktik terbaik mengenai kebijakan ekonomi di  masing-masing negara untuk menanggulangi dampak negatif pandemi  covid-19. Para Menteri juga menyambut baik usulan kerja sama dari ASEAN  Business Advisory Council (ASEAN-BAC) yang akan diwujudkan melalui Joint  Statement on covid-19 by ASEAN Business Advisory Council and Joint  Business Council (JBC) and Partners Sector Champions.
Pemerintah dan pelaku usaha ASEAN berkomitmen untuk bekerja sama  dalam menangani pandemi covid-19, termasuk upaya memitigasi dampak  negatif pada bidang sosial dan ekonomi. Beberapa sektor usaha di ASEAN  yang terkena imbas negatif dari pandemik covid-19 di antaranya bidang  usaha perjalanan; barang-barang penting dan rantai pasokan  terkait;layanan medis;dan alat digital. Wamendag mendorong semua negara  untuk bekerja sama menahan dan menghentikan penyebaran covid-19.
&amp;ldquo;Pemerintah Indonesia memprioritaskan perlindungan kesehatan  masyarakat dengan tetap menjaga agar rantai produksi dan distribusi  barang penting, baik di dalam maupun ke luar negeri, tetap berjalan  dengan lancar,&amp;rdquo;pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga mewakili Menteri Perdagangan sebagai ASEAN Economic Minister (AEM) untuk Indonesia, menghadiri pertemuan The Special ASEAN Economic Ministers&amp;rsquo; (AEM) Virtual Conference Meeting on COVID-19 Responses. Pertemuan ini membahas upaya bersama negara ASEAN dalam menghadapi pandemi COVID-19dan merupakan tindak lanjut dari kesepakatan para Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN dalam Declaration of the Special ASEAN Summit on Coronavirus Disease 2019 dan pertemuan AEM terdahulu yang menghasilkan AEM&amp;rsquo;s Statement on Strengthening ASEAN&amp;rsquo;s Economic Resilience in Response to the Outbreak of covid-19.
&amp;ldquo;Indonesia bersama para Menteri Ekonomi ASEAN berkomitmen menggali mekanisme guna menjaga konektivitas rantai pasok dan memastikan kelancaran arus perdagangan barang-barang penting (essential products) di kawasan Asia Tenggara, khususnya yang terkait penanganan pandemi covid-19,&amp;rdquo; ujar Wamendag Jerry dilansir dari laman Kemendag, Jumat (5/6/2020).
Baca Juga: Presiden Jokowi: Semua Negara Berlomba Ingin Jadi Pemenang dalam Pemulihan Ekonomi
Para Menteri Ekonomi ASEAN turut menyepakati &amp;lsquo;Hanoi Plan of Action on Strengthening ASEAN Economic Cooperation and Supply Chain Connectivity in Response to the Covid-19 Pandemic&amp;rsquo;. Kesepakatan tersebut memuat langkah-langkah kerja sama di bidang fasilitasi perdagangan barang-barang penting (makanan, obat-obatan, peralatan medis, dan produk-produk terkait lainnya), serta fasilitasi produksi serta akses terhadap obat-obatan dan vaksin COVID-19 melalui penguatan konektivitas rantai pasok.


&amp;nbsp;

Hanoi Plan of Action ini diharapkan mampu mendorong negaraanggota ASEAN lebih proaktif mengimplementasikan langkah konkret seperti penggunaan Affixed Signature and Stamp(ASnS) untuk mempertahankan kelancaran arus perdagangan di tengah kebijakan social-distancing, mengoptimalkan ASEAN Single Window sebagai platformpertukaran dokumen administrasi perdagangan, serta meningkatkan pemanfaatan teknologi digitalisasi dan Revolusi Industri 4.0 dalam menghadapi the new normal.
&amp;ldquo;Kunci untuk mempertahankan jaringan produksi dan arus keluar-masuk barang dan jasa terletak pada kesungguhan seluruh negara ASEAN untuk memanfaatkan teknologi informasi&amp;rdquo;, tegas Wamendag.Dalam kesempatan ini, para Menteri Ekonomi ASEAN saling bertukar  informasi dan praktik terbaik mengenai kebijakan ekonomi di  masing-masing negara untuk menanggulangi dampak negatif pandemi  covid-19. Para Menteri juga menyambut baik usulan kerja sama dari ASEAN  Business Advisory Council (ASEAN-BAC) yang akan diwujudkan melalui Joint  Statement on covid-19 by ASEAN Business Advisory Council and Joint  Business Council (JBC) and Partners Sector Champions.
Pemerintah dan pelaku usaha ASEAN berkomitmen untuk bekerja sama  dalam menangani pandemi covid-19, termasuk upaya memitigasi dampak  negatif pada bidang sosial dan ekonomi. Beberapa sektor usaha di ASEAN  yang terkena imbas negatif dari pandemik covid-19 di antaranya bidang  usaha perjalanan; barang-barang penting dan rantai pasokan  terkait;layanan medis;dan alat digital. Wamendag mendorong semua negara  untuk bekerja sama menahan dan menghentikan penyebaran covid-19.
&amp;ldquo;Pemerintah Indonesia memprioritaskan perlindungan kesehatan  masyarakat dengan tetap menjaga agar rantai produksi dan distribusi  barang penting, baik di dalam maupun ke luar negeri, tetap berjalan  dengan lancar,&amp;rdquo;pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
