<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berdayakan UMKM di Tengah Covid-19, Seniman Ini Produksi Masker Lukis</title><description>Industri Seni tampaknya perlu mengambil langkah konkret untuk memberdayakan UMKM. Hal ini untuk membantu perekonomian rakyat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/06/320/2225497/berdayakan-umkm-di-tengah-covid-19-seniman-ini-produksi-masker-lukis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/06/320/2225497/berdayakan-umkm-di-tengah-covid-19-seniman-ini-produksi-masker-lukis"/><item><title>Berdayakan UMKM di Tengah Covid-19, Seniman Ini Produksi Masker Lukis</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/06/320/2225497/berdayakan-umkm-di-tengah-covid-19-seniman-ini-produksi-masker-lukis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/06/320/2225497/berdayakan-umkm-di-tengah-covid-19-seniman-ini-produksi-masker-lukis</guid><pubDate>Sabtu 06 Juni 2020 15:08 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/06/320/2225497/berdayakan-umkm-di-tengah-covid-19-seniman-ini-produksi-masker-lukis-mpRrKT8krw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Masker Lukis (Solopos)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/06/320/2225497/berdayakan-umkm-di-tengah-covid-19-seniman-ini-produksi-masker-lukis-mpRrKT8krw.jpg</image><title>Masker Lukis (Solopos)</title></images><description>JAKARTA - Industri Seni tampaknya perlu mengambil langkah konkret untuk memberdayakan UMKM. Hal ini untuk membantu perekonomian rakyat.

Hal ini sejalan dengan apa yang dilakukan Nuryanto, seniman, pengrajin, pelukis sekaligus pegiat pariwisata dari Desa Wanurejo, Borobudur, Kabupaten Magelang, patut diapresiasi. Hal ini karena ditengah Pandemi Covid-19, ia mampu memberdayakan UMKM disekitar Candi Borobudur yang tengah terpuruk akibat Covid-19, untuk terus berkarya dan berkreasi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menjanjikan, Budidaya Lalat Tambah Penghasilan Jutaan Rupiah di Tengah Covid-19
Berawal dari hobinya melukis, ia mencoba membuat lukisan siluet di Candi Borobudur dengan alas sebuah masker. Ternyata, hasilnya tidak ia duga sebelumnya. Ide kreatifnya ini diapresiasi banyak orang, bahkan bisa menjadi sebuah peluang ekonomi saat pandemi ini. Tak tanggung-tanggung, kini sudah ada yang memesan dari luar daerah.

&amp;ldquo;Saat ini sudah ada yang pesan. Untuk tema lukisannya tidak hanya candi borobudur, tapi candi prambanan, pura, destinasi, aktifitas pariwisata dan lainnya. Masker lukis ini saya katakan sebagai salah satu bentuk kegiatan seni untuk bertahan di tengah pandemi. Bukan aji mumpung mas, namun inilah cara bertahan kami di saat seperti ini,&amp;rdquo; katanya.

Menurut Nuryanto, yang juga pemilik Omah Mbudur dan Sentra Kerajinan Lidiah Art ini, dalam membuat masker lukis ini, dirinya melibatkan komunitas &amp;lsquo;Sanja Kadang&amp;rsquo;. Karena didalam komunitas yang dibinanya ini terdapat beberapa grup (komunitas), sanggar dan home industri di sekitar Kawasan Borobudur. Sedang untuk bahan baku dan penjahitan masker mentahnya, dikerjakan oleh &amp;lsquo;Kampung Kaos&amp;rsquo; dan untuk pelukisan dikerjakan oleh dirinya sendiri dibantu beberapa seniman lukis yang tergabung dalam Komunitas Sanja Kadang tersebut.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Covid-19 Geliatkan Bisnis Gym Online
&amp;ldquo;Komunitas sanja kadang kami libatkan untuk proses ini. Karena didalamnya terdapat berbagai disiplin ilmu. Kami juga dibantu oleh dinas pariwisata propinsi yang juga sudah order,&amp;rdquo; jelasnya.

Meski ada lukisan dimasker, namun ditegaskan jika aman untuk digunakan. Hal ini karena bahan pengencer pewarna lukisannya 100% adalah air. Dan pewarna yang digunakan adalah pewarna yang sering digunakan untuk kaos, baju dan lain sebagainya. &quot;Saya tegaskan, masker ini aman. Karena selesai dilukis, sudah kering dan sudah hilang senyawa dari pewarnanya. Apalagi sebelumnya telah dilakukan proses pencucian dengan deterjen. Setelah dijemur dan kering kita sterilisasi dengan memanfaatkan panas setrika. Proses terakhir adalah pemberian parfum dan pengemasan,&amp;rdquo; ungkapnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Cara Memilih Influencer untuk Mendukung Bisnis ala Valencia Tanoesoedibjo
Masker Lukis tersebut juga dalam rangka mengobati rasa rindu dengan destiasi yang ada di Kabupaten Magelang terutama wilayah Borobudur. Dirinya berharap pegiat ekonomi kecil yang tengah berusaha bangkit dan bertahan ditengah Pandemi Covid-19 ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

&amp;ldquo;Harapannya seni bertahan disaat pandemi seperti masker lukis ini mendapatkan dukungan. Bukan cibiran atau bahkan intimidasi. Kalau perlu kami diarahkan bagaimana produksi masker kami ini semakin baik. Intinya kami hanya ingin bertahan, secara bersama-sama bahu membahu gotong-royong keluar dari pandemi,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Industri Seni tampaknya perlu mengambil langkah konkret untuk memberdayakan UMKM. Hal ini untuk membantu perekonomian rakyat.

Hal ini sejalan dengan apa yang dilakukan Nuryanto, seniman, pengrajin, pelukis sekaligus pegiat pariwisata dari Desa Wanurejo, Borobudur, Kabupaten Magelang, patut diapresiasi. Hal ini karena ditengah Pandemi Covid-19, ia mampu memberdayakan UMKM disekitar Candi Borobudur yang tengah terpuruk akibat Covid-19, untuk terus berkarya dan berkreasi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menjanjikan, Budidaya Lalat Tambah Penghasilan Jutaan Rupiah di Tengah Covid-19
Berawal dari hobinya melukis, ia mencoba membuat lukisan siluet di Candi Borobudur dengan alas sebuah masker. Ternyata, hasilnya tidak ia duga sebelumnya. Ide kreatifnya ini diapresiasi banyak orang, bahkan bisa menjadi sebuah peluang ekonomi saat pandemi ini. Tak tanggung-tanggung, kini sudah ada yang memesan dari luar daerah.

&amp;ldquo;Saat ini sudah ada yang pesan. Untuk tema lukisannya tidak hanya candi borobudur, tapi candi prambanan, pura, destinasi, aktifitas pariwisata dan lainnya. Masker lukis ini saya katakan sebagai salah satu bentuk kegiatan seni untuk bertahan di tengah pandemi. Bukan aji mumpung mas, namun inilah cara bertahan kami di saat seperti ini,&amp;rdquo; katanya.

Menurut Nuryanto, yang juga pemilik Omah Mbudur dan Sentra Kerajinan Lidiah Art ini, dalam membuat masker lukis ini, dirinya melibatkan komunitas &amp;lsquo;Sanja Kadang&amp;rsquo;. Karena didalam komunitas yang dibinanya ini terdapat beberapa grup (komunitas), sanggar dan home industri di sekitar Kawasan Borobudur. Sedang untuk bahan baku dan penjahitan masker mentahnya, dikerjakan oleh &amp;lsquo;Kampung Kaos&amp;rsquo; dan untuk pelukisan dikerjakan oleh dirinya sendiri dibantu beberapa seniman lukis yang tergabung dalam Komunitas Sanja Kadang tersebut.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Covid-19 Geliatkan Bisnis Gym Online
&amp;ldquo;Komunitas sanja kadang kami libatkan untuk proses ini. Karena didalamnya terdapat berbagai disiplin ilmu. Kami juga dibantu oleh dinas pariwisata propinsi yang juga sudah order,&amp;rdquo; jelasnya.

Meski ada lukisan dimasker, namun ditegaskan jika aman untuk digunakan. Hal ini karena bahan pengencer pewarna lukisannya 100% adalah air. Dan pewarna yang digunakan adalah pewarna yang sering digunakan untuk kaos, baju dan lain sebagainya. &quot;Saya tegaskan, masker ini aman. Karena selesai dilukis, sudah kering dan sudah hilang senyawa dari pewarnanya. Apalagi sebelumnya telah dilakukan proses pencucian dengan deterjen. Setelah dijemur dan kering kita sterilisasi dengan memanfaatkan panas setrika. Proses terakhir adalah pemberian parfum dan pengemasan,&amp;rdquo; ungkapnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Cara Memilih Influencer untuk Mendukung Bisnis ala Valencia Tanoesoedibjo
Masker Lukis tersebut juga dalam rangka mengobati rasa rindu dengan destiasi yang ada di Kabupaten Magelang terutama wilayah Borobudur. Dirinya berharap pegiat ekonomi kecil yang tengah berusaha bangkit dan bertahan ditengah Pandemi Covid-19 ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

&amp;ldquo;Harapannya seni bertahan disaat pandemi seperti masker lukis ini mendapatkan dukungan. Bukan cibiran atau bahkan intimidasi. Kalau perlu kami diarahkan bagaimana produksi masker kami ini semakin baik. Intinya kami hanya ingin bertahan, secara bersama-sama bahu membahu gotong-royong keluar dari pandemi,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
