<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ternyata Pekarangan Rumah Bisa Jadi Sumber Pangan</title><description>Memasuki musim kemarau, beberapa wilayah akan mengalami musim kering yang diprediksi mempengaruhi produksi pangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/08/320/2226287/ternyata-pekarangan-rumah-bisa-jadi-sumber-pangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/08/320/2226287/ternyata-pekarangan-rumah-bisa-jadi-sumber-pangan"/><item><title>Ternyata Pekarangan Rumah Bisa Jadi Sumber Pangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/08/320/2226287/ternyata-pekarangan-rumah-bisa-jadi-sumber-pangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/08/320/2226287/ternyata-pekarangan-rumah-bisa-jadi-sumber-pangan</guid><pubDate>Senin 08 Juni 2020 14:49 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/08/320/2226287/ternyata-pekarangan-rumah-bisa-jadi-sumber-pangan-5W4ijrkZNG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tanaman (Foto: The Spurce)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/08/320/2226287/ternyata-pekarangan-rumah-bisa-jadi-sumber-pangan-5W4ijrkZNG.jpg</image><title>Tanaman (Foto: The Spurce)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Memasuki musim kemarau, beberapa wilayah akan mengalami musim kering yang diprediksi mempengaruhi produksi pangan. Mengantisipasi hal tersebut, salah satu strategi Kementerian Pertanian (Kementan) adalah melakukan optimalisasi lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.
Baca juga: Petani di Asia Rambah Pasar Digital untuk Jual Hasil Panen
&amp;ldquo;Pekarangan sangat potensial menjadi sumber pangan keluarga di tengah ancaman krisis pangan akibat pandemi dan musim kemarau ke depan,&amp;rdquo; kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dilansir dari Instagram, Senin (8/6/2020).
Untuk itu, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan mendorong percepatan pelaksanaan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) seperti pembangunan rumah bibit dan penanaman di demplot pekarangan.

P2L ini tersebar di lebih dari 3.800 titik di seluruh Indonesia. Menghadapi kondisi pandemic dan kekeringan, masyarakat harus mampu menyediakan pangan sendiri, harus mampu memproduksi sendiri.
Di lapangan, kelompok masyarakat sudah mulai melakukan antisipasi kekerangan agar tetap memproduksi bahan pangan dari pekarangan. Seperti nampak di KWT Binama, Kec. Cibodas Kab Bandung Barat dan masih banyak daerah lain di Indonesia yang sudah mulai melakukannya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Memasuki musim kemarau, beberapa wilayah akan mengalami musim kering yang diprediksi mempengaruhi produksi pangan. Mengantisipasi hal tersebut, salah satu strategi Kementerian Pertanian (Kementan) adalah melakukan optimalisasi lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.
Baca juga: Petani di Asia Rambah Pasar Digital untuk Jual Hasil Panen
&amp;ldquo;Pekarangan sangat potensial menjadi sumber pangan keluarga di tengah ancaman krisis pangan akibat pandemi dan musim kemarau ke depan,&amp;rdquo; kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dilansir dari Instagram, Senin (8/6/2020).
Untuk itu, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan mendorong percepatan pelaksanaan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) seperti pembangunan rumah bibit dan penanaman di demplot pekarangan.

P2L ini tersebar di lebih dari 3.800 titik di seluruh Indonesia. Menghadapi kondisi pandemic dan kekeringan, masyarakat harus mampu menyediakan pangan sendiri, harus mampu memproduksi sendiri.
Di lapangan, kelompok masyarakat sudah mulai melakukan antisipasi kekerangan agar tetap memproduksi bahan pangan dari pekarangan. Seperti nampak di KWT Binama, Kec. Cibodas Kab Bandung Barat dan masih banyak daerah lain di Indonesia yang sudah mulai melakukannya.</content:encoded></item></channel></rss>
