<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bisa Lacak Covid-19 Sambil Naik Ojol, Berikut Caranya</title><description>Aplikasi L-Cov (Lacak Covid) bagi pengguna transportasi di Jabodetabek dalam hal ini masyarakat umum maupun operator transportasi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/09/320/2226829/bisa-lacak-covid-19-sambil-naik-ojol-berikut-caranya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/09/320/2226829/bisa-lacak-covid-19-sambil-naik-ojol-berikut-caranya"/><item><title>Bisa Lacak Covid-19 Sambil Naik Ojol, Berikut Caranya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/09/320/2226829/bisa-lacak-covid-19-sambil-naik-ojol-berikut-caranya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/09/320/2226829/bisa-lacak-covid-19-sambil-naik-ojol-berikut-caranya</guid><pubDate>Selasa 09 Juni 2020 13:14 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/09/320/2226829/bisa-lacak-covid-19-sambil-naik-ojol-berikut-caranya-208DXFPhG7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aplikasi Pantau Jalan untuk Lacak Covid-19. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/09/320/2226829/bisa-lacak-covid-19-sambil-naik-ojol-berikut-caranya-208DXFPhG7.jpg</image><title>Aplikasi Pantau Jalan untuk Lacak Covid-19. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan berencana memperkenalkan aplikasi  L-Cov (Lacak Covid) bagi pengguna transportasi di Jabodetabek dalam hal ini masyarakat umum maupun operator transportasi. Aplikasi ini dirancang BPTJ dengan dukungan Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan juga Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta dengan tujuan agar pengguna transportasi dapat memperoleh informasi tentang potensi penularan Covid-19 di sekitar lingkungan mereka.
Rencananya aplikasi ini akan diperkenalkan dalam virtual soft launching pada Rabu 10 Juni 2020 pukul 14.00 WIB.
Baca Juga: Ojol Angkut Penumpang Lagi, Tarifnya Naik Nggak?
Kepala BPTJ Polana B Pramesti menyebutkan, aplikasi L-CoV diharapkan dapat membantu khususnya masyarakat untuk melakukan pencegahan dini terhadap potensi penyebaran virus covid-19 sebelum dan ketika bermobilitas baik menggunakan angkutan umum massal maupun kendaraan pribadi.
&quot;Sampai saat ini belum ditemukan vaksin untk penyakit ini, oleh karenanya pencegahan dini khususnya ketika sedang bermobilitas menjadi penting,&quot; ujar Polana, dalam keterangannya, Selasa (9/6/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wOC8xLzEyMTM5OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menurut Polana, salah satu keunggulan dari aplikasi ini ialah pengguna dapat memantau potensi penularan Covid 19 secara mobile khususnya di sepanjang rute jalan yang akan dilalui.
&amp;ldquo;Melalui fitur Pantau Jalan, pengguna dapat mengetahui potensi penyebaran Covid 19 secara realtime yang terdapat di sepanjang rute yang akan dilalui,&amp;rdquo; jelas Polana.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tunggu Lampu Hijau Kemenhub, Ojol Baru Bisa Beroperasi
Selain rute, pengguna aplikasi L-COV juga akan mendapat informasi tentang peta pesebaran pasien Covid 19 baik yang positif maupun suspect.
&amp;ldquo;Kita bekerjasama dengan Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 serta Pemerintah Daerah dalam mengetahui data baik jumlah pasien positif, PDP, dan ODP di sekitar pengguna aplikasi L-COV,&amp;rdquo; jelas Polana.Lebih lanjut, Polana menyampaikan bahwa pengguna aplikasi ini dapat mengetahui informasi yang menampilkan resiko covid dan jumlah pasien positif/suspect pada suatu wilayah melalui dashboard yang terdapat pada halaman depan.
&amp;ldquo;Dengan catatan selain GPS aktif, pengguna juga berada di wilayah yang sudah tersedia datanya,&amp;rdquo; ungkap Polana.
Polana menambahkan jika aplikasi L-COV juga memiliki fitur yang berfungsi untuk mendeteksi potensi penularan Covid 19 pada fasilitas transportasi umum yang akan digunakan masyarakat.
&amp;ldquo;Ke depan, melalui teknologi QR code pengguna dapat melakukan pemindaian terhadap sarana dan prasarana transportasi umum untuk mengidentifikasi potensi penularan Covid 19,&amp;rdquo; ujar Polana.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan berencana memperkenalkan aplikasi  L-Cov (Lacak Covid) bagi pengguna transportasi di Jabodetabek dalam hal ini masyarakat umum maupun operator transportasi. Aplikasi ini dirancang BPTJ dengan dukungan Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan juga Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta dengan tujuan agar pengguna transportasi dapat memperoleh informasi tentang potensi penularan Covid-19 di sekitar lingkungan mereka.
Rencananya aplikasi ini akan diperkenalkan dalam virtual soft launching pada Rabu 10 Juni 2020 pukul 14.00 WIB.
Baca Juga: Ojol Angkut Penumpang Lagi, Tarifnya Naik Nggak?
Kepala BPTJ Polana B Pramesti menyebutkan, aplikasi L-CoV diharapkan dapat membantu khususnya masyarakat untuk melakukan pencegahan dini terhadap potensi penyebaran virus covid-19 sebelum dan ketika bermobilitas baik menggunakan angkutan umum massal maupun kendaraan pribadi.
&quot;Sampai saat ini belum ditemukan vaksin untk penyakit ini, oleh karenanya pencegahan dini khususnya ketika sedang bermobilitas menjadi penting,&quot; ujar Polana, dalam keterangannya, Selasa (9/6/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wOC8xLzEyMTM5OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menurut Polana, salah satu keunggulan dari aplikasi ini ialah pengguna dapat memantau potensi penularan Covid 19 secara mobile khususnya di sepanjang rute jalan yang akan dilalui.
&amp;ldquo;Melalui fitur Pantau Jalan, pengguna dapat mengetahui potensi penyebaran Covid 19 secara realtime yang terdapat di sepanjang rute yang akan dilalui,&amp;rdquo; jelas Polana.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tunggu Lampu Hijau Kemenhub, Ojol Baru Bisa Beroperasi
Selain rute, pengguna aplikasi L-COV juga akan mendapat informasi tentang peta pesebaran pasien Covid 19 baik yang positif maupun suspect.
&amp;ldquo;Kita bekerjasama dengan Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 serta Pemerintah Daerah dalam mengetahui data baik jumlah pasien positif, PDP, dan ODP di sekitar pengguna aplikasi L-COV,&amp;rdquo; jelas Polana.Lebih lanjut, Polana menyampaikan bahwa pengguna aplikasi ini dapat mengetahui informasi yang menampilkan resiko covid dan jumlah pasien positif/suspect pada suatu wilayah melalui dashboard yang terdapat pada halaman depan.
&amp;ldquo;Dengan catatan selain GPS aktif, pengguna juga berada di wilayah yang sudah tersedia datanya,&amp;rdquo; ungkap Polana.
Polana menambahkan jika aplikasi L-COV juga memiliki fitur yang berfungsi untuk mendeteksi potensi penularan Covid 19 pada fasilitas transportasi umum yang akan digunakan masyarakat.
&amp;ldquo;Ke depan, melalui teknologi QR code pengguna dapat melakukan pemindaian terhadap sarana dan prasarana transportasi umum untuk mengidentifikasi potensi penularan Covid 19,&amp;rdquo; ujar Polana.</content:encoded></item></channel></rss>
