<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Punya Banyak Utang, Erick Thohir Pangkas Direksi 14 PTPN</title><description>Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menilai kondisi Holding PT Perkebunan Nusantara (PTPN) saat ini berat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/09/320/2227011/punya-banyak-utang-erick-thohir-pangkas-direksi-14-ptpn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/09/320/2227011/punya-banyak-utang-erick-thohir-pangkas-direksi-14-ptpn"/><item><title>Punya Banyak Utang, Erick Thohir Pangkas Direksi 14 PTPN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/09/320/2227011/punya-banyak-utang-erick-thohir-pangkas-direksi-14-ptpn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/09/320/2227011/punya-banyak-utang-erick-thohir-pangkas-direksi-14-ptpn</guid><pubDate>Selasa 09 Juni 2020 16:30 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/09/320/2227011/punya-banyak-utang-erick-thohir-pangkas-direksi-14-ptpn-XhbLKMpa24.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erick Thohir (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/09/320/2227011/punya-banyak-utang-erick-thohir-pangkas-direksi-14-ptpn-XhbLKMpa24.jpg</image><title>Erick Thohir (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menilai kondisi Holding PT Perkebunan Nusantara (PTPN) saat ini berat. Dirinya pun harus melakukan efisiensi besar-besaran dengan mengurangi jumlah direksi PTPN.

&quot;Kemarin banyak sekali di mana PTPN 1 sampai 14.jumlah direksi dipangkas,yang bukan holding akhirnya hanya satu, satu,&quot; ujarnyanya, dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Selasa (6/9/2020),
Baca Juga:&amp;nbsp;Erick Thohir Hanya Izinkan 4 BUMN Raih PMN&amp;nbsp;
Kondisi berat PTPN terlihat dari besaran utang perseroan hingga Rp44 triliun. Namun demikian, Erick sudah menyiapkan program detail untuk keberlanjutan PTPN. Apalagi perseroan mendapat dana talangan sebesar Rp4 triliun.

&quot;Karena itu kita tidak juga mau program intiplasma dan tentu perkebunan yang sarat padat karya, apalagi sekarang bahan pokok didistribusikan seperti gula itu 800 ribu,&quot; ujarnya .
Baca Juga:&amp;nbsp;Rincian Utang Pemerintah Rp108 Triliun di BUMN&amp;nbsp;
Ke depan khsusus klaster perkebunan, bagaimana PTPN dan Perhutani itu nanti memanfaatkan 130.000 hektare. Selain itu, direncanakan juga restrukturisasi seperti Krakatau Steel.

&quot;Seperti Krakatau Steel itu dengan restrukturisasi utang terbesar, di Januari-Maret terbukti mereka dapat EBITDA itu positif,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menilai kondisi Holding PT Perkebunan Nusantara (PTPN) saat ini berat. Dirinya pun harus melakukan efisiensi besar-besaran dengan mengurangi jumlah direksi PTPN.

&quot;Kemarin banyak sekali di mana PTPN 1 sampai 14.jumlah direksi dipangkas,yang bukan holding akhirnya hanya satu, satu,&quot; ujarnyanya, dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Selasa (6/9/2020),
Baca Juga:&amp;nbsp;Erick Thohir Hanya Izinkan 4 BUMN Raih PMN&amp;nbsp;
Kondisi berat PTPN terlihat dari besaran utang perseroan hingga Rp44 triliun. Namun demikian, Erick sudah menyiapkan program detail untuk keberlanjutan PTPN. Apalagi perseroan mendapat dana talangan sebesar Rp4 triliun.

&quot;Karena itu kita tidak juga mau program intiplasma dan tentu perkebunan yang sarat padat karya, apalagi sekarang bahan pokok didistribusikan seperti gula itu 800 ribu,&quot; ujarnya .
Baca Juga:&amp;nbsp;Rincian Utang Pemerintah Rp108 Triliun di BUMN&amp;nbsp;
Ke depan khsusus klaster perkebunan, bagaimana PTPN dan Perhutani itu nanti memanfaatkan 130.000 hektare. Selain itu, direncanakan juga restrukturisasi seperti Krakatau Steel.

&quot;Seperti Krakatau Steel itu dengan restrukturisasi utang terbesar, di Januari-Maret terbukti mereka dapat EBITDA itu positif,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
