<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada 4 Tipe Dalam Mengelola Keuangan, Kamu yang Mana?</title><description>Cara mengelola keuangan tiap orang berbeda-beda.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/09/320/2227161/ada-4-tipe-dalam-mengelola-keuangan-kamu-yang-mana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/09/320/2227161/ada-4-tipe-dalam-mengelola-keuangan-kamu-yang-mana"/><item><title>Ada 4 Tipe Dalam Mengelola Keuangan, Kamu yang Mana?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/09/320/2227161/ada-4-tipe-dalam-mengelola-keuangan-kamu-yang-mana</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/09/320/2227161/ada-4-tipe-dalam-mengelola-keuangan-kamu-yang-mana</guid><pubDate>Selasa 09 Juni 2020 21:03 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/09/320/2227161/ada-4-tipe-dalam-mengelola-keuangan-kamu-yang-mana-0l7JsNBfH4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Personal Finance (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/09/320/2227161/ada-4-tipe-dalam-mengelola-keuangan-kamu-yang-mana-0l7JsNBfH4.jpg</image><title>Personal Finance (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Cara mengelola keuangan tiap orang berbeda-beda. Bahkan, kepribadian diri dan sosial mempengaruhi dalam menggunakan isi dompet kamu.

Dari buku Alexandra, Erzs&amp;eacute;bet, Bogl&amp;aacute;rka tahun 2017, kepribadian dalam mengelola keuangan adalah sikap dan perilaku seseorang saat kamu dihadapi dengan persoalan atau hal-hal yang berkaitan dengan uang dan keuangan. Mengenali tipe kepribadianmu dalam mengelola keuangan sangat bermanfaat untuk mengevaluasi bagaimana kamu merencanakan dan mengelola keuangan selama ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menabung Uang untuk Persiapan Sekolah di Tengah Pandemi Covid-19? Begini Caranya
Selain itu, hal ini merupakan bekal bagi kamu untuk memperbaiki kebiasaan yang dirasa masih kurang oke. Serta, mempertahankan kebiasaanmu yang sudah baik.

Mengutip website OJK, Jakarta, Selasa (9/6/2-2020), berikut adalah beberapa tipe-tipe &amp;ldquo;Si Pengelola Keuangan&amp;rdquo; yang sering kita temui:

 
1. Si Obsesif Berlebih (Amasser)

Kalau kamu selalu merasa bahagia dan menikmati sekali momen saat mengelola keuangan dengan membagi uangmu secara proporsional untuk pengeluaran, tabungan, dan investasi, sudah pasti kamu adalah Amasser. Amasser adalah mereka yang sangat menyukai uang dan cenderung menyeimbangkan uang yang mereka miliki, baik untuk kebutuhan dan keinginan masa kini maupun masa depan.
 
Baca juga: Cara Kelola Keuangan untuk Entrepreneur di Tengah Covid-19
Kecenderungan utama mereka adalah bekerja keras dalam menghasilkan uang, berani mengambil risiko untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar dengan berinvestasi (risk taker), merasa dirinya punya kuasa atas uang yang dimiliki. Meskipun cenderung memiliki obsesi terhadap uang yang terlalu tinggi kadang membuat tipe ini menjadi terlalu khawatir terhadap pengelolaan keuangannya.

Tips buat Sobat yang masuk dalam kategori amasser ini, pengelolaan keuanganmu sudah dipastikan baik, tapi ingat hidup kadang tidak selalu soal uang, kamu harus bisa menyeimbangkan obsesimu terhadap uang dengan pengembangan diri dan sosial kamu yang lebih baik.

 
2. Si Nggak Pedulian (Avoider)

Siapa di antara kamu yang selalu sulit sekali mengelola keuangan? Mulai dari kesulitan untuk menyusun rencana keuangan, membuat catatan pengeluaran, hingga membayar tagihan tepat waktu?
 
Baca juga: Sambut New Normal, Ini 5 Langkah Evaluasi Resolusi Keuangan Tahun Ini
Jika ciri-ciri ini kamu banget, maka kamu termasuk dalam kategori Avoider! Avoider adalah mereka yang merasa tidak kompeten dan mudah kewalahan jika dihadapkan dengan hal-hal yang menyangkut uang.

Bahkan mereka yang avoider cenderung tidak tahu atau tidak peduli dengan berapa banyak uang yang ia miliki, berapa banyak uang yang ia pinjam, hingga berapa banyak uang yang ia belanjakan. Tips utama buat avoider, ubah mindset kamu terhadap pengelolaan keuangan.

Jangan jadikan pengelolaan keuangan menjadi sesuatu yang menakutkan, justru Sobat harus menjadikan hal tersebut sesuatu yang dapat menjembatani kamu dengan tujuan hidupmu. Mulailah dengan langkah-langkah kecil untuk peduli terhadap keuanganmu seperti menyisihkan uang untuk ditabung saat menerima uang saku atau gaji, membuat pos pengeluaran sederhana, dan membayar tagihan yang menjadi kebutuhan utama secara tepat waktu.3. Si Nabung Melulu  (Hoarder)

Bagi kamu yang sangat hobi sekali menabung, mungkin kalian adalah  hoarder. Hoarder adalah mereka yang suka menabung dan memprioritaskan  tujuan keuangan mereka di atas segalanya.

Mereka sangat suka sekali membuat perencanaan keuangan dan menikmati  proses berkomitmen untuk menjalankan rencana tersebut. Bahkan hoarder  cenderung rutin mengevaluasi keuangan mereka secara berkala loh.

Apa yang membedakan hoarder dengan amasser adalah mereka cenderung  enggan menikmati uangnya untuk kebahagiaan diri sendiri dan orang lain  serta takut untuk berinvestasi (risk averse). Bahkan hoarder memandang  bahwa menghabiskan uang untuk kegiatan liburan, hiburan, bahkan shopping  sebagai sesuatu yang tidak perlu.

Meskipun sebagai hoarder, kamu sangat gemar menabung dan memiliki  perencanaan keuangan yang terkontrol, tetapi tidak ada salahnya loh  menganggarkan pengeluaran untuk liburan, hiburan, bahkan shopping ke  dalam perencanaan keuanganmu. Anggap saja itu sebagai hadiah kepada diri  sendiri karena kamu telah konsisten terhadap rencana keuangan yang  dibuat. Selain itu, kamu juga perlu memulai berinvestasi dengan membagi  pos uang yang telah disisihkan ke dalam pos tabungan dan investasi.

 
4. Si Doyan Belanja (Spender)

Siapa dari kalian yang hobi banget ngopi-ngopi di senja hari, nonton  konser, shopping, bahkan rutin banget nongkrong sama teman-teman? Kalau  ini kamu banget, selamat datang di Spender Family!

Spender adalah mereka yang sangat gemar sekali menggunakan uang untuk  membeli barang dan jasa guna mendapatkan kepuasan dan kebahagiaan  sesaat. Selain itu, Spender sangat kesulitan untuk menabung, tidak  terbiasa menggunakan uang untuk future-oriented purchases, hingga  kesulitan memprioritaskan kebutuhan dari keinginan.

Parahnya nih, Spender yang sudah sangat akut bisa menghabiskan  seluruh pendapatan yang ia miliki bahkan hingga terjerat utang. Buat  kalian para Spender, yuk kurang-kurangi deh belanja hal-hal yang  sebenarnya nggak terlalu kalian butuhkan.

Sekali-kali boleh saja, tetapi jangan sampai keseringan ya. Ingat  gaya hidupmu juga perlu disesuaikan dengan pendapatan yang kamu miliki  setelah dialokasikan ke tabungan dan investasi bagi masa depanmu. Hal  kecil yang bisa kamu lakukan adalah dengan mencatat setiap pengeluaranmu  agar kamu tetap terkontrol.

Jadi, kamu tipe yang mana nih sobat? Apapun tipe kepribadian kamu  dalam mengelola uang, ingat ya&amp;hellip; selalu ada ruang untuk memperbaiki  kebiasaan keuanganmu yang masih belum baik. Kamu bisa memulainya hari  ini dengan langkah-langkah kecil untuk dampak yang besar di masa depan!</description><content:encoded>JAKARTA - Cara mengelola keuangan tiap orang berbeda-beda. Bahkan, kepribadian diri dan sosial mempengaruhi dalam menggunakan isi dompet kamu.

Dari buku Alexandra, Erzs&amp;eacute;bet, Bogl&amp;aacute;rka tahun 2017, kepribadian dalam mengelola keuangan adalah sikap dan perilaku seseorang saat kamu dihadapi dengan persoalan atau hal-hal yang berkaitan dengan uang dan keuangan. Mengenali tipe kepribadianmu dalam mengelola keuangan sangat bermanfaat untuk mengevaluasi bagaimana kamu merencanakan dan mengelola keuangan selama ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menabung Uang untuk Persiapan Sekolah di Tengah Pandemi Covid-19? Begini Caranya
Selain itu, hal ini merupakan bekal bagi kamu untuk memperbaiki kebiasaan yang dirasa masih kurang oke. Serta, mempertahankan kebiasaanmu yang sudah baik.

Mengutip website OJK, Jakarta, Selasa (9/6/2-2020), berikut adalah beberapa tipe-tipe &amp;ldquo;Si Pengelola Keuangan&amp;rdquo; yang sering kita temui:

 
1. Si Obsesif Berlebih (Amasser)

Kalau kamu selalu merasa bahagia dan menikmati sekali momen saat mengelola keuangan dengan membagi uangmu secara proporsional untuk pengeluaran, tabungan, dan investasi, sudah pasti kamu adalah Amasser. Amasser adalah mereka yang sangat menyukai uang dan cenderung menyeimbangkan uang yang mereka miliki, baik untuk kebutuhan dan keinginan masa kini maupun masa depan.
 
Baca juga: Cara Kelola Keuangan untuk Entrepreneur di Tengah Covid-19
Kecenderungan utama mereka adalah bekerja keras dalam menghasilkan uang, berani mengambil risiko untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar dengan berinvestasi (risk taker), merasa dirinya punya kuasa atas uang yang dimiliki. Meskipun cenderung memiliki obsesi terhadap uang yang terlalu tinggi kadang membuat tipe ini menjadi terlalu khawatir terhadap pengelolaan keuangannya.

Tips buat Sobat yang masuk dalam kategori amasser ini, pengelolaan keuanganmu sudah dipastikan baik, tapi ingat hidup kadang tidak selalu soal uang, kamu harus bisa menyeimbangkan obsesimu terhadap uang dengan pengembangan diri dan sosial kamu yang lebih baik.

 
2. Si Nggak Pedulian (Avoider)

Siapa di antara kamu yang selalu sulit sekali mengelola keuangan? Mulai dari kesulitan untuk menyusun rencana keuangan, membuat catatan pengeluaran, hingga membayar tagihan tepat waktu?
 
Baca juga: Sambut New Normal, Ini 5 Langkah Evaluasi Resolusi Keuangan Tahun Ini
Jika ciri-ciri ini kamu banget, maka kamu termasuk dalam kategori Avoider! Avoider adalah mereka yang merasa tidak kompeten dan mudah kewalahan jika dihadapkan dengan hal-hal yang menyangkut uang.

Bahkan mereka yang avoider cenderung tidak tahu atau tidak peduli dengan berapa banyak uang yang ia miliki, berapa banyak uang yang ia pinjam, hingga berapa banyak uang yang ia belanjakan. Tips utama buat avoider, ubah mindset kamu terhadap pengelolaan keuangan.

Jangan jadikan pengelolaan keuangan menjadi sesuatu yang menakutkan, justru Sobat harus menjadikan hal tersebut sesuatu yang dapat menjembatani kamu dengan tujuan hidupmu. Mulailah dengan langkah-langkah kecil untuk peduli terhadap keuanganmu seperti menyisihkan uang untuk ditabung saat menerima uang saku atau gaji, membuat pos pengeluaran sederhana, dan membayar tagihan yang menjadi kebutuhan utama secara tepat waktu.3. Si Nabung Melulu  (Hoarder)

Bagi kamu yang sangat hobi sekali menabung, mungkin kalian adalah  hoarder. Hoarder adalah mereka yang suka menabung dan memprioritaskan  tujuan keuangan mereka di atas segalanya.

Mereka sangat suka sekali membuat perencanaan keuangan dan menikmati  proses berkomitmen untuk menjalankan rencana tersebut. Bahkan hoarder  cenderung rutin mengevaluasi keuangan mereka secara berkala loh.

Apa yang membedakan hoarder dengan amasser adalah mereka cenderung  enggan menikmati uangnya untuk kebahagiaan diri sendiri dan orang lain  serta takut untuk berinvestasi (risk averse). Bahkan hoarder memandang  bahwa menghabiskan uang untuk kegiatan liburan, hiburan, bahkan shopping  sebagai sesuatu yang tidak perlu.

Meskipun sebagai hoarder, kamu sangat gemar menabung dan memiliki  perencanaan keuangan yang terkontrol, tetapi tidak ada salahnya loh  menganggarkan pengeluaran untuk liburan, hiburan, bahkan shopping ke  dalam perencanaan keuanganmu. Anggap saja itu sebagai hadiah kepada diri  sendiri karena kamu telah konsisten terhadap rencana keuangan yang  dibuat. Selain itu, kamu juga perlu memulai berinvestasi dengan membagi  pos uang yang telah disisihkan ke dalam pos tabungan dan investasi.

 
4. Si Doyan Belanja (Spender)

Siapa dari kalian yang hobi banget ngopi-ngopi di senja hari, nonton  konser, shopping, bahkan rutin banget nongkrong sama teman-teman? Kalau  ini kamu banget, selamat datang di Spender Family!

Spender adalah mereka yang sangat gemar sekali menggunakan uang untuk  membeli barang dan jasa guna mendapatkan kepuasan dan kebahagiaan  sesaat. Selain itu, Spender sangat kesulitan untuk menabung, tidak  terbiasa menggunakan uang untuk future-oriented purchases, hingga  kesulitan memprioritaskan kebutuhan dari keinginan.

Parahnya nih, Spender yang sudah sangat akut bisa menghabiskan  seluruh pendapatan yang ia miliki bahkan hingga terjerat utang. Buat  kalian para Spender, yuk kurang-kurangi deh belanja hal-hal yang  sebenarnya nggak terlalu kalian butuhkan.

Sekali-kali boleh saja, tetapi jangan sampai keseringan ya. Ingat  gaya hidupmu juga perlu disesuaikan dengan pendapatan yang kamu miliki  setelah dialokasikan ke tabungan dan investasi bagi masa depanmu. Hal  kecil yang bisa kamu lakukan adalah dengan mencatat setiap pengeluaranmu  agar kamu tetap terkontrol.

Jadi, kamu tipe yang mana nih sobat? Apapun tipe kepribadian kamu  dalam mengelola uang, ingat ya&amp;hellip; selalu ada ruang untuk memperbaiki  kebiasaan keuanganmu yang masih belum baik. Kamu bisa memulainya hari  ini dengan langkah-langkah kecil untuk dampak yang besar di masa depan!</content:encoded></item></channel></rss>
