<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bukit Asam Kantongi Laba Bersih Rp4,2 Triliun Sepanjang 2019</title><description>PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) membukukan laba bersih sebesar Rp4,1 triliun dan EBITDA Rp6,4 triliun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/10/278/2227676/bukit-asam-kantongi-laba-bersih-rp4-2-triliun-sepanjang-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/10/278/2227676/bukit-asam-kantongi-laba-bersih-rp4-2-triliun-sepanjang-2019"/><item><title>Bukit Asam Kantongi Laba Bersih Rp4,2 Triliun Sepanjang 2019</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/10/278/2227676/bukit-asam-kantongi-laba-bersih-rp4-2-triliun-sepanjang-2019</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/10/278/2227676/bukit-asam-kantongi-laba-bersih-rp4-2-triliun-sepanjang-2019</guid><pubDate>Rabu 10 Juni 2020 15:57 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/10/278/2227676/bukit-asam-kantongi-laba-bersih-rp4-2-triliun-sepanjang-2019-2yrcUnMcT9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bukit Asam Bukukan Laba Bersih. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/10/278/2227676/bukit-asam-kantongi-laba-bersih-rp4-2-triliun-sepanjang-2019-2yrcUnMcT9.jpg</image><title>Bukit Asam Bukukan Laba Bersih. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) membukukan laba bersih sebesar Rp4,1 triliun dan EBITDA Rp6,4 triliun. Hal ini menyusul adanya kenaikan pendapatan dari Rp21,2 triliun menjadi Rp21,8 triliun atau sebesar 3% dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin mengatakan, angka Rp21,8 triliun dari pendapatan ini didominasi oleh penjualan batu bara domestik dengan kontribusinya sebesar 57%. Kemudian ada penjualan batu bara ekspor sebesar 41%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Saham Terjungkal di Bawah Rp2.000, PTBA Siap Lakukan Buyback
&quot;Pendapatan ini terdiri dari pendapatan penjualan batu bara domestik sebesar 57%, penjualan batu bara ekspor sebesar 4%, dan aktivitas lainnya sebesar 2% yang meliputi penjualan listrik, briket, minyak sawit mentah dan inti sawit, jasa kesehatan rumah sakit dan jasa sewa,&quot; ujarnya dalam telekonferensi, Rabu (10/6/2020).
Arviyan menambahkan, pencapaian laba dan pendapatan ini tentu didukung oleh kinerja operasional perusahaan yang mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2019, produksi batu bara perseroan mengalami kenaikan 10,2% dari tahun sebelumya atau naik menjadi 29,1 juta ton.
Baca Juga:&amp;nbsp;Gandeng Air Products &amp;amp; Chemicals, PTBA Garap Gasifikasi Batu Bara
&quot;Kapasitas angkutan batu bara juga mengalami kenaikan menjadi 24,2 juta ton atau naik 7,0% dari tahun 2018,&quot; ucapnya.
Kenaikan produksi dan angkutan batu bara ini mendorong kenaikan penjualan batu bara. Sepanjang 2019, Perseroan berhasil menjual batu bara sebesar 27,8 juta ton atau naik 13% dari tahun sebelumya.Kenaikan volume penjualan ini karena adanya ekspansi ke pasar-pasar potensial seperti Jepang, Hong Kong, Vietnam, Taiwan, dan Filipina serta keberhasilan dalam menambah pasar-pasar potensial baru seperti Australia, Thailand, Myanmar, dan Kamboja.
&quot;Tak hanya mendorong penjualan ekspor ke negara-negara Asia, Perseroan juga menerapkan penjualan ekspor batu bara medium to high calorie ke premium market,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) membukukan laba bersih sebesar Rp4,1 triliun dan EBITDA Rp6,4 triliun. Hal ini menyusul adanya kenaikan pendapatan dari Rp21,2 triliun menjadi Rp21,8 triliun atau sebesar 3% dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin mengatakan, angka Rp21,8 triliun dari pendapatan ini didominasi oleh penjualan batu bara domestik dengan kontribusinya sebesar 57%. Kemudian ada penjualan batu bara ekspor sebesar 41%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Saham Terjungkal di Bawah Rp2.000, PTBA Siap Lakukan Buyback
&quot;Pendapatan ini terdiri dari pendapatan penjualan batu bara domestik sebesar 57%, penjualan batu bara ekspor sebesar 4%, dan aktivitas lainnya sebesar 2% yang meliputi penjualan listrik, briket, minyak sawit mentah dan inti sawit, jasa kesehatan rumah sakit dan jasa sewa,&quot; ujarnya dalam telekonferensi, Rabu (10/6/2020).
Arviyan menambahkan, pencapaian laba dan pendapatan ini tentu didukung oleh kinerja operasional perusahaan yang mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2019, produksi batu bara perseroan mengalami kenaikan 10,2% dari tahun sebelumya atau naik menjadi 29,1 juta ton.
Baca Juga:&amp;nbsp;Gandeng Air Products &amp;amp; Chemicals, PTBA Garap Gasifikasi Batu Bara
&quot;Kapasitas angkutan batu bara juga mengalami kenaikan menjadi 24,2 juta ton atau naik 7,0% dari tahun 2018,&quot; ucapnya.
Kenaikan produksi dan angkutan batu bara ini mendorong kenaikan penjualan batu bara. Sepanjang 2019, Perseroan berhasil menjual batu bara sebesar 27,8 juta ton atau naik 13% dari tahun sebelumya.Kenaikan volume penjualan ini karena adanya ekspansi ke pasar-pasar potensial seperti Jepang, Hong Kong, Vietnam, Taiwan, dan Filipina serta keberhasilan dalam menambah pasar-pasar potensial baru seperti Australia, Thailand, Myanmar, dan Kamboja.
&quot;Tak hanya mendorong penjualan ekspor ke negara-negara Asia, Perseroan juga menerapkan penjualan ekspor batu bara medium to high calorie ke premium market,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
