<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Bisnis Baru Bertebaran Imbas Covid-19, Ada Alat yang Tak Disangka-sangka</title><description>Pandemi virus corona atau Covid-19 memaksa setiap insan untuk mengasah kreatifitasnya dalam hal apapun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/10/320/2227717/bisnis-baru-bertebaran-imbas-covid-19-ada-alat-yang-tak-disangka-sangka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/10/320/2227717/bisnis-baru-bertebaran-imbas-covid-19-ada-alat-yang-tak-disangka-sangka"/><item><title>   Bisnis Baru Bertebaran Imbas Covid-19, Ada Alat yang Tak Disangka-sangka</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/10/320/2227717/bisnis-baru-bertebaran-imbas-covid-19-ada-alat-yang-tak-disangka-sangka</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/10/320/2227717/bisnis-baru-bertebaran-imbas-covid-19-ada-alat-yang-tak-disangka-sangka</guid><pubDate>Rabu 10 Juni 2020 16:41 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/10/320/2227717/bisnis-baru-bertebaran-imbas-covid-19-ada-alat-yang-tak-disangka-sangka-lwNwdLcUAS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Covid-19 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/10/320/2227717/bisnis-baru-bertebaran-imbas-covid-19-ada-alat-yang-tak-disangka-sangka-lwNwdLcUAS.jpg</image><title>Covid-19 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pandemi virus corona atau Covid-19 memaksa setiap insan untuk mengasah kreatifitasnya dalam hal apapun. Salah satu fenomena terbaru sekarang ini adalah banyak yang memanfaatkan musibah itu untuk meraup untung dengan cara menjual alat pelindung diri.
Teranyar, kini setelah pemerintah menetapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi, artinya kegiatan di perkantoran dan pusat perbelanjaan kembali dibuka. Hanya saja, pandemi ini mengubah kebiasaan, perilaku, dan bentuk kegiatan masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Dalam era baru ini ternyata memunculkan benda-benda baru untuk mendukung manusia dalam setiap aktivitasnya, tapi tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Sejumlah benda yang dulu tak mendapat perhatian dari masyarakat kini menjadi populer karena dapat melindungi manusia terpapar penyakit.
Berikut benda-benda baru yang muncul di era new normal:
Alat Bantu Buka Pintu, sentuh tombol ATM dan lift
Sebelum virus corona muncul di permukaan bumi, tak pernah ada yang terpikirkan bahwa untuk melakukan aktivitas membuka pintu, menyentuh tombol ATM dan lift membutuhkan alat pembantu. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa salah satu media penularan Covid -19 adalah bersumber dari tempat-tempat yang banyak dipegang oleh orang-orang.
Akhirnya, segelintir orang memanfaatkan momentum itu dengan menciptakan benda baru untuk mencegah penyebaran Covid-19. Barang-barang itu ditemukan banyak di portal belanja daring dan harganya beragam, dari mulai Rp26.000 hingga Rp76.000. Alat ini disebut corona finger.
&amp;nbsp;
Face Shield
Dahulu tak banyak orang yang tertarik untuk membeli benda bernama face shield. Tapi karena keadaan terpaksa orang membeli dan menggunakannya untuk aktivitas di luar rumah. Beberapa toko daring menjual alat pelindung muka itu mulai dari Rp7.000 hingga Rp18.000.
Berdasarkan informasi yang dirangkum dari berbagai sumber bahwa face shield memberikan perlindungan lebih baik daripada masker kain, sehingga bisa menjadi alternatif pengganti masker. Face shield juga harus menutupi kedua telinga, dan harus menempel rapat di bagian dahi.
Kelebihan lainnya face shield dibandingkan masker kain ialah, ia bisa dipakai berulang kali. Tinggal dicuci menggunakan air dan sabun, diusap cairan disinfektan lalu dikeringkan, dan bisa langsung digunakan kembali.
&amp;nbsp;
Masker kain motif
Masker sempat langka ketika virus corona menyerang pada Maret 2020. Hal ini diduga karena ada oknum yang sengaja menimbun. Harga pun meroket. Namun dengan seiringnya waktu, muncul usaha masker kain yang bisa dicuci dan dipakai beberapa kali.
Usaha masker kain makin tumbuh dengan banyak variasi dan model, sehingga kini harga masker sudah turun. Masker kain dijual dari Rp5.000 hingga Rp20.000 tergantung motif dan bahan
&amp;nbsp;
Hand Sanitizer
Setali tiga uang dengan masker, hand sanitizer sempat langka dan harganya meroket. Tetapi itu tidak berlangsung lama karena hand sanitizer bisa dibuat oleh masyarakat, sehingga harganya turun.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pandemi virus corona atau Covid-19 memaksa setiap insan untuk mengasah kreatifitasnya dalam hal apapun. Salah satu fenomena terbaru sekarang ini adalah banyak yang memanfaatkan musibah itu untuk meraup untung dengan cara menjual alat pelindung diri.
Teranyar, kini setelah pemerintah menetapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi, artinya kegiatan di perkantoran dan pusat perbelanjaan kembali dibuka. Hanya saja, pandemi ini mengubah kebiasaan, perilaku, dan bentuk kegiatan masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Dalam era baru ini ternyata memunculkan benda-benda baru untuk mendukung manusia dalam setiap aktivitasnya, tapi tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Sejumlah benda yang dulu tak mendapat perhatian dari masyarakat kini menjadi populer karena dapat melindungi manusia terpapar penyakit.
Berikut benda-benda baru yang muncul di era new normal:
Alat Bantu Buka Pintu, sentuh tombol ATM dan lift
Sebelum virus corona muncul di permukaan bumi, tak pernah ada yang terpikirkan bahwa untuk melakukan aktivitas membuka pintu, menyentuh tombol ATM dan lift membutuhkan alat pembantu. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa salah satu media penularan Covid -19 adalah bersumber dari tempat-tempat yang banyak dipegang oleh orang-orang.
Akhirnya, segelintir orang memanfaatkan momentum itu dengan menciptakan benda baru untuk mencegah penyebaran Covid-19. Barang-barang itu ditemukan banyak di portal belanja daring dan harganya beragam, dari mulai Rp26.000 hingga Rp76.000. Alat ini disebut corona finger.
&amp;nbsp;
Face Shield
Dahulu tak banyak orang yang tertarik untuk membeli benda bernama face shield. Tapi karena keadaan terpaksa orang membeli dan menggunakannya untuk aktivitas di luar rumah. Beberapa toko daring menjual alat pelindung muka itu mulai dari Rp7.000 hingga Rp18.000.
Berdasarkan informasi yang dirangkum dari berbagai sumber bahwa face shield memberikan perlindungan lebih baik daripada masker kain, sehingga bisa menjadi alternatif pengganti masker. Face shield juga harus menutupi kedua telinga, dan harus menempel rapat di bagian dahi.
Kelebihan lainnya face shield dibandingkan masker kain ialah, ia bisa dipakai berulang kali. Tinggal dicuci menggunakan air dan sabun, diusap cairan disinfektan lalu dikeringkan, dan bisa langsung digunakan kembali.
&amp;nbsp;
Masker kain motif
Masker sempat langka ketika virus corona menyerang pada Maret 2020. Hal ini diduga karena ada oknum yang sengaja menimbun. Harga pun meroket. Namun dengan seiringnya waktu, muncul usaha masker kain yang bisa dicuci dan dipakai beberapa kali.
Usaha masker kain makin tumbuh dengan banyak variasi dan model, sehingga kini harga masker sudah turun. Masker kain dijual dari Rp5.000 hingga Rp20.000 tergantung motif dan bahan
&amp;nbsp;
Hand Sanitizer
Setali tiga uang dengan masker, hand sanitizer sempat langka dan harganya meroket. Tetapi itu tidak berlangsung lama karena hand sanitizer bisa dibuat oleh masyarakat, sehingga harganya turun.
</content:encoded></item></channel></rss>
