<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Budidaya Tuna di Teluk Tomini, Menteri Edhy: Sedang Diteliti dan Dihitung</title><description>Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sedang mengkaji kemungkinan mengembangkan budidaya ikan tuna di Teluk Tomini</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/11/320/2228021/budidaya-tuna-di-teluk-tomini-menteri-edhy-sedang-diteliti-dan-dihitung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/11/320/2228021/budidaya-tuna-di-teluk-tomini-menteri-edhy-sedang-diteliti-dan-dihitung"/><item><title>Budidaya Tuna di Teluk Tomini, Menteri Edhy: Sedang Diteliti dan Dihitung</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/11/320/2228021/budidaya-tuna-di-teluk-tomini-menteri-edhy-sedang-diteliti-dan-dihitung</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/11/320/2228021/budidaya-tuna-di-teluk-tomini-menteri-edhy-sedang-diteliti-dan-dihitung</guid><pubDate>Kamis 11 Juni 2020 08:29 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/11/320/2228021/budidaya-tuna-di-teluk-tomini-menteri-edhy-sedang-diteliti-dan-dihitung-H66mLxk7Xy.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri KKP Edhy Prabowo (Foto: Dok. KKP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/11/320/2228021/budidaya-tuna-di-teluk-tomini-menteri-edhy-sedang-diteliti-dan-dihitung-H66mLxk7Xy.jpeg</image><title>Menteri KKP Edhy Prabowo (Foto: Dok. KKP)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sedang mengkaji kemungkinan mengembangkan budidaya ikan tuna di Teluk Tomini, Sulawesi Tengah. Tujuannya untuk menambah nilai jual komoditas tersebut dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal ini disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat mengunjungi Kabupaten Parigi Moutong, dalam rangakain kunjugan kerja lima hari di Pulau Sulawesi.
Baca Juga : Menteri Edhy 5 Hari Susuri Sulawesi, Ekspor Tuna Beku hingga Cek Produksi Perikanan
&amp;ldquo;Kita sedang teliti dan hitung kebutuhannya. Apakah nanti menggunakan keramba jaring apung besar yang nantinya dimiliki oleh pemda bekerjasama dengan masyarakat,&amp;rdquo; ujar Menteri Edhy di Desa Sejoli, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong dikutip dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6/2020).
Teluk Tomini merupakan tempat berkembang-biaknya ikan tuna. Namun yang ditangkap nelayan kebanyakan masih berukuran kecil, sehingga budidaya pembesaran perlu dilakukan untuk menambah nilai jual tuna yang dihasilkan.

&amp;ldquo;Teluk Tomini ini tempat lahirnya ikan-ikan tuna. Dan yang ditangkap masyarakat kebanyakan masih baby tuna. Nah bagaimana tuna-tuna yang tadinya ditangkap hanya satu kilo itu bisa dibesarkan menjadi 15-20 kg,&amp;rdquo; urai Menteri Edhy.
Sulawesi Tengah memiliki potensi hasil perikanan sangat besar. Bagaimana tidak, provinsi ini memiliki lima wilayah pengelolaan perikanan (WPP), empat di antaranya pengelolaan perikanan laut dan sisanya perairan darat.Untuk memaksimalkan potensi perikanan di Sulawesi Tengah, KKP akan  membantu pembangunan cold storage hingga pelabuhan pendaratan ikan.  &amp;ldquo;Banyak informasi yang kami dapat dari Sulteng, dan gubernur sudah  menyerahkan proposal ke kami. Tinggal kami menindaklanjuti,&amp;rdquo; pungkas  Menteri Edhy.
Selama di Sulawesi Tengah, Menteri Edhy turut meninjau aktivitas dan  fasilitas budidaya perikanan milik masyarakat maupun pelaku usaha,  sekaligus menyerahkan bantuan untuk mendorong majunya sektor tersebut.  Dia juga melepas ekspor perdana tuna sirip kuning melalui udara ke  Jepang dan menyerahkan bantuan 4,5 ton ikan sehat bermutu untuk  masyarakat terdampak pandemi Covid-19.
Dalam kunjungan kerja di Pulau Sulawesi, Menteri Edhy didampingi  empat direktur jenderal KKP, yakni Dirjen Perikanan Tangkap Zulficar  Mochtar, Dirjen Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto, Dirjen PSDKP TB  Haeru Rahayu, dan Dirjen PRL Aryo Hanggono.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sedang mengkaji kemungkinan mengembangkan budidaya ikan tuna di Teluk Tomini, Sulawesi Tengah. Tujuannya untuk menambah nilai jual komoditas tersebut dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal ini disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat mengunjungi Kabupaten Parigi Moutong, dalam rangakain kunjugan kerja lima hari di Pulau Sulawesi.
Baca Juga : Menteri Edhy 5 Hari Susuri Sulawesi, Ekspor Tuna Beku hingga Cek Produksi Perikanan
&amp;ldquo;Kita sedang teliti dan hitung kebutuhannya. Apakah nanti menggunakan keramba jaring apung besar yang nantinya dimiliki oleh pemda bekerjasama dengan masyarakat,&amp;rdquo; ujar Menteri Edhy di Desa Sejoli, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong dikutip dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6/2020).
Teluk Tomini merupakan tempat berkembang-biaknya ikan tuna. Namun yang ditangkap nelayan kebanyakan masih berukuran kecil, sehingga budidaya pembesaran perlu dilakukan untuk menambah nilai jual tuna yang dihasilkan.

&amp;ldquo;Teluk Tomini ini tempat lahirnya ikan-ikan tuna. Dan yang ditangkap masyarakat kebanyakan masih baby tuna. Nah bagaimana tuna-tuna yang tadinya ditangkap hanya satu kilo itu bisa dibesarkan menjadi 15-20 kg,&amp;rdquo; urai Menteri Edhy.
Sulawesi Tengah memiliki potensi hasil perikanan sangat besar. Bagaimana tidak, provinsi ini memiliki lima wilayah pengelolaan perikanan (WPP), empat di antaranya pengelolaan perikanan laut dan sisanya perairan darat.Untuk memaksimalkan potensi perikanan di Sulawesi Tengah, KKP akan  membantu pembangunan cold storage hingga pelabuhan pendaratan ikan.  &amp;ldquo;Banyak informasi yang kami dapat dari Sulteng, dan gubernur sudah  menyerahkan proposal ke kami. Tinggal kami menindaklanjuti,&amp;rdquo; pungkas  Menteri Edhy.
Selama di Sulawesi Tengah, Menteri Edhy turut meninjau aktivitas dan  fasilitas budidaya perikanan milik masyarakat maupun pelaku usaha,  sekaligus menyerahkan bantuan untuk mendorong majunya sektor tersebut.  Dia juga melepas ekspor perdana tuna sirip kuning melalui udara ke  Jepang dan menyerahkan bantuan 4,5 ton ikan sehat bermutu untuk  masyarakat terdampak pandemi Covid-19.
Dalam kunjungan kerja di Pulau Sulawesi, Menteri Edhy didampingi  empat direktur jenderal KKP, yakni Dirjen Perikanan Tangkap Zulficar  Mochtar, Dirjen Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto, Dirjen PSDKP TB  Haeru Rahayu, dan Dirjen PRL Aryo Hanggono.
</content:encoded></item></channel></rss>
