<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bursa Saham AS Rontok, Investor Cemas Gelombang Kedua Covid-19</title><description>Bursa saham AS rontok karena investor cemas dengan peningkatan kasus covid-19 di beberapa negara bagian AS.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/12/278/2228664/bursa-saham-as-rontok-investor-cemas-gelombang-kedua-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/12/278/2228664/bursa-saham-as-rontok-investor-cemas-gelombang-kedua-covid-19"/><item><title>Bursa Saham AS Rontok, Investor Cemas Gelombang Kedua Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/12/278/2228664/bursa-saham-as-rontok-investor-cemas-gelombang-kedua-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/12/278/2228664/bursa-saham-as-rontok-investor-cemas-gelombang-kedua-covid-19</guid><pubDate>Jum'at 12 Juni 2020 08:14 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/12/278/2228664/bursa-saham-as-rontok-investor-cemas-gelombang-kedua-covid-19-7OmXzz3PBa.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/12/278/2228664/bursa-saham-as-rontok-investor-cemas-gelombang-kedua-covid-19-7OmXzz3PBa.jpeg</image><title>Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Wall Street ditutup anjlok pada perdagangan kemarin. Rata-rata saham utama di bursa saham AS membukukan hari terburuk sejak pertengahan Maret. Bursa saham AS rontok karena investor cemas dengan peningkatan kasus covid-19 di beberapa negara bagian AS.
Indeks Dow anjlok lebih dari 1.800 poin di tengah aksi jual, dilansir dari Xinhua, Jumat (12/6/2020).
Baca Juga: Saham Penerbangan Cuan, Wall Street Menguat 1%
Indeks Do2 merosot 1.861,82 poin atau 6,9% menjadi 25.128,17. S&amp;amp;P 500 merosot 188,04 poin, atau 5,89%, menjadi 3.002,1. Nasdaq turun 527,62 poin, atau 5,27%, menjadi 9.492,73. Rata-rata utama membukukan hari terburuk mereka sejak pertengahan Maret.
Semua 11 sektor S&amp;amp;P 500 utama anjlok, dengan energi dan keuangan masing-masing turun 9,45% dan 8,18%, memimpin penurunan.
Baca juga: Klaim Tunjangan Pengangguran AS Bikin Wall Street Kaget
Pergerakan saham ini terjadi ketika kasus covid-19 meningkat di beberapa negara bagian AS setelah lockdown dicabut.
Lebih dari 2 juta dikonfirmasi COVID-19 kasus telah dilaporkan di Amerika Serikat, dengan lebih dari 113.000 kematian pada Kamis sore, menurut Pusat Sains dan Teknik Sistem di Universitas Johns Hopkins.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Wall Street ditutup anjlok pada perdagangan kemarin. Rata-rata saham utama di bursa saham AS membukukan hari terburuk sejak pertengahan Maret. Bursa saham AS rontok karena investor cemas dengan peningkatan kasus covid-19 di beberapa negara bagian AS.
Indeks Dow anjlok lebih dari 1.800 poin di tengah aksi jual, dilansir dari Xinhua, Jumat (12/6/2020).
Baca Juga: Saham Penerbangan Cuan, Wall Street Menguat 1%
Indeks Do2 merosot 1.861,82 poin atau 6,9% menjadi 25.128,17. S&amp;amp;P 500 merosot 188,04 poin, atau 5,89%, menjadi 3.002,1. Nasdaq turun 527,62 poin, atau 5,27%, menjadi 9.492,73. Rata-rata utama membukukan hari terburuk mereka sejak pertengahan Maret.
Semua 11 sektor S&amp;amp;P 500 utama anjlok, dengan energi dan keuangan masing-masing turun 9,45% dan 8,18%, memimpin penurunan.
Baca juga: Klaim Tunjangan Pengangguran AS Bikin Wall Street Kaget
Pergerakan saham ini terjadi ketika kasus covid-19 meningkat di beberapa negara bagian AS setelah lockdown dicabut.
Lebih dari 2 juta dikonfirmasi COVID-19 kasus telah dilaporkan di Amerika Serikat, dengan lebih dari 113.000 kematian pada Kamis sore, menurut Pusat Sains dan Teknik Sistem di Universitas Johns Hopkins.</content:encoded></item></channel></rss>
