<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi Minggu Kedua Juni 2020 Diprediksi 0,02%</title><description>Bank Indonesia (BI) mencatat inflasi minggu II Juni 2020 berada pada level rendah dan terkendali</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/12/320/2228995/inflasi-minggu-kedua-juni-2020-diprediksi-0-02</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/12/320/2228995/inflasi-minggu-kedua-juni-2020-diprediksi-0-02"/><item><title>Inflasi Minggu Kedua Juni 2020 Diprediksi 0,02%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/12/320/2228995/inflasi-minggu-kedua-juni-2020-diprediksi-0-02</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/12/320/2228995/inflasi-minggu-kedua-juni-2020-diprediksi-0-02</guid><pubDate>Jum'at 12 Juni 2020 16:23 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/12/320/2228995/inflasi-minggu-kedua-juni-2020-diprediksi-0-02-DoGfhtGeno.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi Juni Minggu 2020. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/12/320/2228995/inflasi-minggu-kedua-juni-2020-diprediksi-0-02-DoGfhtGeno.jpg</image><title>Inflasi Juni Minggu 2020. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat inflasi minggu II Juni 2020 berada pada level rendah dan terkendali. Berdasarkan Survei Pemantauan Harga diperkirakan sebesar 0,02%.
&quot;Minggu II Juni 2020 diperkirakan sebesar 0,02%, lebih rendah dari bulan sebelumnya. Sehingga secara tahun kalender sebesar 0,93% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,79% (yoy),&quot; tulis BI dalam keterangannya, Jumat (12/6/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Fakta Inflasi Lebaran 2020 Terendah Sejak 1978
Penyumbang utama inflasi pada periode laporan antara lain berasal dari komoditas daging ayam ras sebesar 0,11% (mtm), telur ayam ras sebesar 0,03% (mtm), bawang merah sebesar 0,02% (mtm), tomat dan kentang masing-masing sebesar 0,01% (mtm).
Sementara itu, komoditas utama yang menyumbang deflasi yaitu bawang putih, cabai merah dan tarif angkutan udara masing-masing sebesar -0,03% (mtm); cabai rawit, jeruk dan emas perhiasan masing-masing sebesar -0,02% (mtm); serta gula pasir -0,01%(mtm).
Baca Juga:&amp;nbsp;Kenaikan Tiket Pesawat hingga Rokok Picu Inflasi 0,07%
BI akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat inflasi minggu II Juni 2020 berada pada level rendah dan terkendali. Berdasarkan Survei Pemantauan Harga diperkirakan sebesar 0,02%.
&quot;Minggu II Juni 2020 diperkirakan sebesar 0,02%, lebih rendah dari bulan sebelumnya. Sehingga secara tahun kalender sebesar 0,93% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,79% (yoy),&quot; tulis BI dalam keterangannya, Jumat (12/6/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Fakta Inflasi Lebaran 2020 Terendah Sejak 1978
Penyumbang utama inflasi pada periode laporan antara lain berasal dari komoditas daging ayam ras sebesar 0,11% (mtm), telur ayam ras sebesar 0,03% (mtm), bawang merah sebesar 0,02% (mtm), tomat dan kentang masing-masing sebesar 0,01% (mtm).
Sementara itu, komoditas utama yang menyumbang deflasi yaitu bawang putih, cabai merah dan tarif angkutan udara masing-masing sebesar -0,03% (mtm); cabai rawit, jeruk dan emas perhiasan masing-masing sebesar -0,02% (mtm); serta gula pasir -0,01%(mtm).
Baca Juga:&amp;nbsp;Kenaikan Tiket Pesawat hingga Rokok Picu Inflasi 0,07%
BI akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.</content:encoded></item></channel></rss>
