<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tenang, Ini Cara Aman Naik Ojol dan Taksi Online selama New Normal</title><description>Pemerintah mulai kembali membuka aktivitas sosial ekonomi dengan  protokol kesehatan yang ketat atau bisa disebut juga new normal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/14/320/2229739/tenang-ini-cara-aman-naik-ojol-dan-taksi-online-selama-new-normal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/14/320/2229739/tenang-ini-cara-aman-naik-ojol-dan-taksi-online-selama-new-normal"/><item><title>Tenang, Ini Cara Aman Naik Ojol dan Taksi Online selama New Normal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/14/320/2229739/tenang-ini-cara-aman-naik-ojol-dan-taksi-online-selama-new-normal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/14/320/2229739/tenang-ini-cara-aman-naik-ojol-dan-taksi-online-selama-new-normal</guid><pubDate>Minggu 14 Juni 2020 10:46 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/14/320/2229739/tenang-ini-cara-aman-naik-ojol-dan-taksi-online-selama-new-normal-BpjUK2mbG2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Ojek Online (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/14/320/2229739/tenang-ini-cara-aman-naik-ojol-dan-taksi-online-selama-new-normal-BpjUK2mbG2.jpg</image><title>Ilustrasi Ojek Online (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah mulai kembali membuka aktivitas sosial ekonomi dengan protokol kesehatan yang ketat atau bisa disebut juga new normal. Beberapa perkantoran bahkan sudah mulai beraktivitas kembali meskipun terbatas.
Bagi karyawan, transportasi online baik ojek online maupun taksi online masih menjadi pilihan utama bagi pekerja. Lantas apakah layanan ini aman dari penyebaran virus corona?
Baca juga: New Normal, Ojol Wajib Pakai Penyekat
Chief Public Policy and Government Relations Gojek, Shinto Nugroho mengatakan, perusahaan akan mengikuti arahan dari pemerintah untuk menetapkan protokol kesehatan yang ketat. Bahkan, protokol kesehatan ini tidak hanya menyasar pada mitra driver tapi juga penumpang.
&amp;ldquo;Protokol keamanan, kesehatan dan kebersihan yang Gojek tetapkan, menyasar mitra driver maupun penumpang. Untuk itu, diperlukan kesadaran penuh bagi seluruh pihak untuk menaati protokol kesehatan, sehingga kita bisa beradaptasi melewati masa transisi ini dengan baik,&quot; ujarnya kepada Okezone, Minggu (14/6/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wOC8xLzEyMTM5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Menurut Shinto, langkah ini dilakukan agar masyarakat bisa menjalankan kegiatannya kembali dengan produktif tanpa harus takut akan tertular virus corona. Sebab protokol kesehatan dan pengamanan sudah mulai diterapkan misalnya saja dalam pemasangan sekat.
&quot;Gojek selaku perusahaan teknologi berkomitmen untuk bisa terus mendukung masyarakat untuk bisa berkegiatan secara produktif, dengan pola dan aktivitas yang aman sesuai kondisi saat ini,&amp;rdquo; jelas Shinto.Sementara itu bagi calon penumpang juga harus ikut berperan aktif.  Misalnya saja dengan memastikan selalu tidak bepergian ketika sedang  sakit.
Sebab, para driver atau mitra Gojek sendiri tidak akan diperkenankan  untuk membawa penumpang ketika sedang sakit. Bahkan, perusahaan sudah  mencantumkan tampilan suhu tubuh dan kebersihan kendaraan di aplikasi.
Dengan begitu, pengguna dapat mengetahui suhu tubuh dan kebersihan  kendaraan mitra driver saat memesan layanan transportasi GoRide dan  GoCar; layanan logistik; dan pesan-antar makanan GoFood.
Selain itu, perusahaan juga menyiapkan 130 titik posko aman di 16  kota besar. Posko ini secara rutin memberikan layanan cek suhu tubuh,  disinfeksi kendaraan, dan distribusi paket kesehatan (masker dan hand  sanitizer) bagi mitra driver.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wOC8xLzEyMTM5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Di sisi lain, perusahaan juga mengaktifkan shelter atau titik jemput  di area strategis seperti Stasiun Sudirman, Stasiun Juanda, Stasiun  Tanah Abang, MRT Lebak Bulus, Stasiun Bekasi, dan puluhan lokasi lainnya  sebagai &amp;ldquo;Titik Pencegahan COVID-19.&amp;rdquo; Di sini, pengguna bisa melakukan  pengecekan suhu tubuh sebelum berangkat serta mendapatkan hairnet dan  masker secara gratis.
Namun protokol ketat ini tidak ada gunanya jika tak diikuti oleh  ketertiban  penggunanya. Para pengguna juga wajib menggunakan masker  selama perjalanan.
Apabila ada salah satu pihak yang tidak menggunakan masker, baik  mitra driver dan penumpang berhak membatalkan pemesanan dan membuat  laporan di aplikasi. Selain itu, para pengguna juga wajib membawa helm  SNI pribadi dan handsanitizer.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah mulai kembali membuka aktivitas sosial ekonomi dengan protokol kesehatan yang ketat atau bisa disebut juga new normal. Beberapa perkantoran bahkan sudah mulai beraktivitas kembali meskipun terbatas.
Bagi karyawan, transportasi online baik ojek online maupun taksi online masih menjadi pilihan utama bagi pekerja. Lantas apakah layanan ini aman dari penyebaran virus corona?
Baca juga: New Normal, Ojol Wajib Pakai Penyekat
Chief Public Policy and Government Relations Gojek, Shinto Nugroho mengatakan, perusahaan akan mengikuti arahan dari pemerintah untuk menetapkan protokol kesehatan yang ketat. Bahkan, protokol kesehatan ini tidak hanya menyasar pada mitra driver tapi juga penumpang.
&amp;ldquo;Protokol keamanan, kesehatan dan kebersihan yang Gojek tetapkan, menyasar mitra driver maupun penumpang. Untuk itu, diperlukan kesadaran penuh bagi seluruh pihak untuk menaati protokol kesehatan, sehingga kita bisa beradaptasi melewati masa transisi ini dengan baik,&quot; ujarnya kepada Okezone, Minggu (14/6/2020).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wOC8xLzEyMTM5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Menurut Shinto, langkah ini dilakukan agar masyarakat bisa menjalankan kegiatannya kembali dengan produktif tanpa harus takut akan tertular virus corona. Sebab protokol kesehatan dan pengamanan sudah mulai diterapkan misalnya saja dalam pemasangan sekat.
&quot;Gojek selaku perusahaan teknologi berkomitmen untuk bisa terus mendukung masyarakat untuk bisa berkegiatan secara produktif, dengan pola dan aktivitas yang aman sesuai kondisi saat ini,&amp;rdquo; jelas Shinto.Sementara itu bagi calon penumpang juga harus ikut berperan aktif.  Misalnya saja dengan memastikan selalu tidak bepergian ketika sedang  sakit.
Sebab, para driver atau mitra Gojek sendiri tidak akan diperkenankan  untuk membawa penumpang ketika sedang sakit. Bahkan, perusahaan sudah  mencantumkan tampilan suhu tubuh dan kebersihan kendaraan di aplikasi.
Dengan begitu, pengguna dapat mengetahui suhu tubuh dan kebersihan  kendaraan mitra driver saat memesan layanan transportasi GoRide dan  GoCar; layanan logistik; dan pesan-antar makanan GoFood.
Selain itu, perusahaan juga menyiapkan 130 titik posko aman di 16  kota besar. Posko ini secara rutin memberikan layanan cek suhu tubuh,  disinfeksi kendaraan, dan distribusi paket kesehatan (masker dan hand  sanitizer) bagi mitra driver.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wOC8xLzEyMTM5Ny8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Di sisi lain, perusahaan juga mengaktifkan shelter atau titik jemput  di area strategis seperti Stasiun Sudirman, Stasiun Juanda, Stasiun  Tanah Abang, MRT Lebak Bulus, Stasiun Bekasi, dan puluhan lokasi lainnya  sebagai &amp;ldquo;Titik Pencegahan COVID-19.&amp;rdquo; Di sini, pengguna bisa melakukan  pengecekan suhu tubuh sebelum berangkat serta mendapatkan hairnet dan  masker secara gratis.
Namun protokol ketat ini tidak ada gunanya jika tak diikuti oleh  ketertiban  penggunanya. Para pengguna juga wajib menggunakan masker  selama perjalanan.
Apabila ada salah satu pihak yang tidak menggunakan masker, baik  mitra driver dan penumpang berhak membatalkan pemesanan dan membuat  laporan di aplikasi. Selain itu, para pengguna juga wajib membawa helm  SNI pribadi dan handsanitizer.</content:encoded></item></channel></rss>
