<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menggiurkan, Ekspor Makanan Olahan Punya Peluang Besar di Tengah Covid-19</title><description>Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong ekspor nasional di tengah pandemi Covid-19 terutama makanan olahan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/14/320/2229741/menggiurkan-ekspor-makanan-olahan-punya-peluang-besar-di-tengah-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/14/320/2229741/menggiurkan-ekspor-makanan-olahan-punya-peluang-besar-di-tengah-covid-19"/><item><title>Menggiurkan, Ekspor Makanan Olahan Punya Peluang Besar di Tengah Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/14/320/2229741/menggiurkan-ekspor-makanan-olahan-punya-peluang-besar-di-tengah-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/14/320/2229741/menggiurkan-ekspor-makanan-olahan-punya-peluang-besar-di-tengah-covid-19</guid><pubDate>Minggu 14 Juni 2020 10:54 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/14/320/2229741/menggiurkan-ekspor-makanan-olahan-punya-peluang-besar-di-tengah-covid-19-tBDqmXefVw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekspor-Impor Perdagangan di Pelabuhan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/14/320/2229741/menggiurkan-ekspor-makanan-olahan-punya-peluang-besar-di-tengah-covid-19-tBDqmXefVw.jpg</image><title>Ekspor-Impor Perdagangan di Pelabuhan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong ekspor nasional di tengah pandemi Covid-19 terutama makanan olahan. Hal tersebut seperti yang beberapa kali ditegaskan Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto dalam berbagai kesempatan.
Menurut Mendag Agus, kondisi pandemi Covid-19 tetap mampu memberikan celah-celah peningkatkan pangsa ekspor produk-produk tertentu, salah satunya makanan olahan.
Baca juga: Pelajari Dulu Hal Ini Sebelum Ekspor ke Eropa
&amp;ldquo;Ekspor makanan olahan sangat berpotensi meningkat di masa pandemi, mengingat makanan olahan menjadi salah satu kebutuhan utama selama karantina akibat pandemi dan juga saat memasuki era normal baru,&amp;rdquo; ujar Mendag dilansir dari laman Setkab, Minggu (14/6/2020).
Untuk itu, Direktur Jenderal Pengambangan Ekspor Nasional, Kasan, aktif melakukan kunjungan dan pertemuan dengan beberapa pelaku usaha makanan olahan untuk memperoleh informasi langsung dampak Covid-19 bagi aktivitas ekspor produk makanan olahan.
Baca juga: Mengintip Peluang Ekspor Industri Pakaian Jadi di Tengah Covid-19
&amp;ldquo;Pertemuan-pertemuan ini bertujuan untuk menggali informasi guna memetakan peluang dan tantangan ekspor produk andalan Indonesia, dalam hal ini produk makanan olahan, di masa dan pasca pandemi Covid-19. Hasil pertemuan ini juga akan dijadikan masukan dalam pengelolaan informasi pasar dan produk ekspor untuk melayani pelaku usaha dalam bentuk meja bantuan (help desk) di Kemendag,&amp;rdquo; jelas Kasan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xMS8xLzEyMTQyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pada pertemuan tersebut Kasan menjelaskan, adanya pembatasan sosial  atau karantina wilayah tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para  pelaku usaha di Indonesia.
Namun demikian, hal tersebut jangan sampai menyurutkan semangat para  pelaku usaha dalam melakukan ekspor, mengingat pemerintah telah  memberikan berbagai kebijakan strategis untuk mendorong kinerja  perdagangan.
&amp;ldquo;Kemendag terus melakukan berbagai kebijakan mendorong ekspor,  seperti meningkatkan fasilitasi dan pelayanan informasi ekspor, serta  melakukan promosi ekspor dan penjajakan kesepakatan dagang (business  matching) secara virtual melalui perwakilan perdagangan. Selain itu,  Kemendag juga melakukan pelatihan ekspor secara virtual bekerja sama  dengan lembaga dari negara mitra dalam upaya mendorong kinerja  perdagangan di era normal baru,&amp;rdquo; jelas Kasan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong ekspor nasional di tengah pandemi Covid-19 terutama makanan olahan. Hal tersebut seperti yang beberapa kali ditegaskan Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto dalam berbagai kesempatan.
Menurut Mendag Agus, kondisi pandemi Covid-19 tetap mampu memberikan celah-celah peningkatkan pangsa ekspor produk-produk tertentu, salah satunya makanan olahan.
Baca juga: Pelajari Dulu Hal Ini Sebelum Ekspor ke Eropa
&amp;ldquo;Ekspor makanan olahan sangat berpotensi meningkat di masa pandemi, mengingat makanan olahan menjadi salah satu kebutuhan utama selama karantina akibat pandemi dan juga saat memasuki era normal baru,&amp;rdquo; ujar Mendag dilansir dari laman Setkab, Minggu (14/6/2020).
Untuk itu, Direktur Jenderal Pengambangan Ekspor Nasional, Kasan, aktif melakukan kunjungan dan pertemuan dengan beberapa pelaku usaha makanan olahan untuk memperoleh informasi langsung dampak Covid-19 bagi aktivitas ekspor produk makanan olahan.
Baca juga: Mengintip Peluang Ekspor Industri Pakaian Jadi di Tengah Covid-19
&amp;ldquo;Pertemuan-pertemuan ini bertujuan untuk menggali informasi guna memetakan peluang dan tantangan ekspor produk andalan Indonesia, dalam hal ini produk makanan olahan, di masa dan pasca pandemi Covid-19. Hasil pertemuan ini juga akan dijadikan masukan dalam pengelolaan informasi pasar dan produk ekspor untuk melayani pelaku usaha dalam bentuk meja bantuan (help desk) di Kemendag,&amp;rdquo; jelas Kasan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xMS8xLzEyMTQyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pada pertemuan tersebut Kasan menjelaskan, adanya pembatasan sosial  atau karantina wilayah tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para  pelaku usaha di Indonesia.
Namun demikian, hal tersebut jangan sampai menyurutkan semangat para  pelaku usaha dalam melakukan ekspor, mengingat pemerintah telah  memberikan berbagai kebijakan strategis untuk mendorong kinerja  perdagangan.
&amp;ldquo;Kemendag terus melakukan berbagai kebijakan mendorong ekspor,  seperti meningkatkan fasilitasi dan pelayanan informasi ekspor, serta  melakukan promosi ekspor dan penjajakan kesepakatan dagang (business  matching) secara virtual melalui perwakilan perdagangan. Selain itu,  Kemendag juga melakukan pelatihan ekspor secara virtual bekerja sama  dengan lembaga dari negara mitra dalam upaya mendorong kinerja  perdagangan di era normal baru,&amp;rdquo; jelas Kasan.</content:encoded></item></channel></rss>
