<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>New Normal, Ekonomi RI Bisa Kembali Bergairah</title><description>Pemerintah akan membuka kembali aktivitas sosial ekonomi dengan protokol kesehatan yang ketat atau bisa disebut new normal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/14/320/2229765/new-normal-ekonomi-ri-bisa-kembali-bergairah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/14/320/2229765/new-normal-ekonomi-ri-bisa-kembali-bergairah"/><item><title>New Normal, Ekonomi RI Bisa Kembali Bergairah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/14/320/2229765/new-normal-ekonomi-ri-bisa-kembali-bergairah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/14/320/2229765/new-normal-ekonomi-ri-bisa-kembali-bergairah</guid><pubDate>Minggu 14 Juni 2020 12:31 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/14/320/2229765/new-normal-ekonomi-ri-bisa-kembali-bergairah-yQUkNUxBLJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/14/320/2229765/new-normal-ekonomi-ri-bisa-kembali-bergairah-yQUkNUxBLJ.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah akan membuka kembali aktivitas sosial ekonomi dengan protokol kesehatan yang ketat atau bisa disebut new normal. Hal ini ditandai dengan mulai beroperasinya beberapa perkantoran di Wilayah Jabodetabek.
Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan, pola hidup baru atau new normal ini akan menjadi angin segar bagi perekonomian dalam negeri. Sebab, produktivitas ekonomi akan kembali bergairah setelah sempat mati suri beberapa waktu lalu.
Baca juga: Bagaimana Cara Bangkitkan Ekonomi Jakarta?
&quot;Dengan menerapkan pola hidup baru yang memungkinkan semua aktivitas produktif bisa dimulai lagi, kinerja perekonomian nasional pada kuartal II 2020 diharapkan tidak terlalu buruk,&quot; ujarnya melalui keterangan tertulis, Minggu (14/6/2020).
Menurut Bamsoet, kembali produktifnya ekonomi RI akan membuat pertumbuhan ekonomi RI bisa positif di kuartal II-2020. Ada beberapa alasan yang menjadi faktor mengapa dirinya sangat optimis.
Baca juga: Menang Lawan Penjajah, Pengusaha Muda Sebut Ekonomi RI Belum Merdeka
Pertama adalah faktor pertumbuhan ekonomi RI di kuartal I-2020 yang relatif baik. Bahkan dibandingkan dengan negara maju seperti Amerika Serikat atau China, Indonesia masih lebih baik.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xMy81LzEyMTQ0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Meskipun, angka tersebut di bawah dari perkiraan pemerintah dan pengamat ekonomi. Adapun pada kuartal I-2020, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah sebesar 2,97%.
&quot;Harapan itu cukup beralasan. Selain oleh faktor pertumbuhan positif pada kuartal I 2020, faktor rupiah yang terapresiasi cukup signifikan oleh mekanisme pasar menjadi lainnya,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah akan membuka kembali aktivitas sosial ekonomi dengan protokol kesehatan yang ketat atau bisa disebut new normal. Hal ini ditandai dengan mulai beroperasinya beberapa perkantoran di Wilayah Jabodetabek.
Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan, pola hidup baru atau new normal ini akan menjadi angin segar bagi perekonomian dalam negeri. Sebab, produktivitas ekonomi akan kembali bergairah setelah sempat mati suri beberapa waktu lalu.
Baca juga: Bagaimana Cara Bangkitkan Ekonomi Jakarta?
&quot;Dengan menerapkan pola hidup baru yang memungkinkan semua aktivitas produktif bisa dimulai lagi, kinerja perekonomian nasional pada kuartal II 2020 diharapkan tidak terlalu buruk,&quot; ujarnya melalui keterangan tertulis, Minggu (14/6/2020).
Menurut Bamsoet, kembali produktifnya ekonomi RI akan membuat pertumbuhan ekonomi RI bisa positif di kuartal II-2020. Ada beberapa alasan yang menjadi faktor mengapa dirinya sangat optimis.
Baca juga: Menang Lawan Penjajah, Pengusaha Muda Sebut Ekonomi RI Belum Merdeka
Pertama adalah faktor pertumbuhan ekonomi RI di kuartal I-2020 yang relatif baik. Bahkan dibandingkan dengan negara maju seperti Amerika Serikat atau China, Indonesia masih lebih baik.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xMy81LzEyMTQ0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Meskipun, angka tersebut di bawah dari perkiraan pemerintah dan pengamat ekonomi. Adapun pada kuartal I-2020, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah sebesar 2,97%.
&quot;Harapan itu cukup beralasan. Selain oleh faktor pertumbuhan positif pada kuartal I 2020, faktor rupiah yang terapresiasi cukup signifikan oleh mekanisme pasar menjadi lainnya,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
