<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Canggih! Startup Ini Bangun Metode Deteksi Dini Covid-19</title><description>Neurabot, menjadi pengembang data mining platform terpusat bagi data citra pasien Covid-19 yang telah teridentifikasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/14/320/2229834/canggih-startup-ini-bangun-metode-deteksi-dini-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/14/320/2229834/canggih-startup-ini-bangun-metode-deteksi-dini-covid-19"/><item><title>Canggih! Startup Ini Bangun Metode Deteksi Dini Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/14/320/2229834/canggih-startup-ini-bangun-metode-deteksi-dini-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/14/320/2229834/canggih-startup-ini-bangun-metode-deteksi-dini-covid-19</guid><pubDate>Minggu 14 Juni 2020 20:16 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/14/320/2229834/canggih-startup-ini-bangun-metode-deteksi-dini-covid-19-Dv7V1wX56v.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/14/320/2229834/canggih-startup-ini-bangun-metode-deteksi-dini-covid-19-Dv7V1wX56v.jpeg</image><title>Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Perusahaan rintisan (startup) dalam negeri, Neurabot, menjadi pengembang data mining platform terpusat bagi data citra pasien Covid-19 yang telah teridentifikasi. Perusahaan ini menjadi bagian dari gugus tugas kecerdasan buatan dan teknologi informasi (Task Force AI &amp;amp; TI) dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.
&amp;ldquo;Neurabot yang turut berkontribusi dalam penanganan wabah Covid-19 di Indonesia,&amp;rdquo; kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih dilansir dari laman Kemenperin, Minggu (14/6/2020).
Baca Juga: Setelah KFC, Kini McD Tutup di Tengah Virus Corona&amp;nbsp;
Neurabot, yang merupakan finalis program Startup 4 Industry yang diinisiasi Kemenperin pada tahun 2018, bersama pakar artificial intelligent (AI) dan akademisi bidang AI di Indonesia juga bertugas untuk mengembangkan penerapan teknologi deep learning pada pemeriksaan CT-scan paru-paru, serta foto polos dada (x-ray). Ini merupakan salah satu modalitas deteksi cepat kasus Covid-19 dengan sensitivitas dan spesifisitas tinggi, sehingga dapat membantu pengambilan keputusan klinis dalam pandemi saat ini.
Dirjen IKMA menjelaskan, Neurabot adalah startup yang mendapatkan hak cipta di bidang &quot;Platform Laboratorium Pemrosesan Citra Digital dengan Teknologi Artificial Intelligence&quot;. &amp;ldquo;Algoritma AI merupakan salah satu kekayaan intelektual bagi startup yang harus dilindungi. Klinik HKI kami telah memfasilitasi hak cipta dan mereknya,&amp;rdquo; imbuh Gati.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xMS8xLzEyMTQyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami harap Neurabot semakin berkembang dan menjadi penyedia teknologi AI di sektor kesehatan sehingga dapat menjadi akselerator implementasi industri 4.0,&amp;rdquo; ungkap Gati.
Menurutnya, AI menjadi sasaran teknologi yang dibina oleh Ditjen IKMA sebagai salah satu fondasi penerapan industri 4.0. Upaya Kemenperin dalam menumbuhkan startup AI dilakukan melalui program Making Indonesia Startup 4.0 (Startup 4 Industry) yang sudah berjalan sejak tahun 2018.
Gati menambahkan, penumbuhan pelaku startup teknologi menjadi bagian  langkah prioritas Kemenperin untuk mempercepat transformasi menuju  industri 4.0. &amp;ldquo;Program Startup 4 Industry diharapkan dapat menjadi  katalisator proses transformasi digital bagi pelaku IKM nasional yang  berbasis pada pemecahan masalah yang dihadapi. Hal ini demi terwujudnya  IKM unggul untuk masa depan industri Indonesia yang lebih baik,&amp;rdquo;  paparnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xMS8xLzEyMTQyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Founder &amp;amp; CEO Neurabot, Indarto menjelaskan, salah satu tantangan  yang dihadapi dalam penggunaan teknologi yang dikembangkan adalah  mayoritas rumah sakit rujukan Covid-19 masih menggunakan pemeriksaan  foto polos dada (x-ray) yang sensitivitasnya lebih rendah dibanding  CT-scan paru dosis rendah (LDCT) dalam mendeteksi gambaran perubahan  struktur paru pasien.
&amp;ldquo;Meski demikian, Neurabot bersama pakar AI yang tergabung dalam gugus  tugas ini akan tetap berupaya mengolah seluruh sumber data yang ada,  termasuk data foto polos dada dan data klinis sebagai penguat untuk  menghasilkan solusi identifikasi dini berbasis AI dengan tepat dan  cepat,&amp;rdquo; tutur Indarto.</description><content:encoded>JAKARTA - Perusahaan rintisan (startup) dalam negeri, Neurabot, menjadi pengembang data mining platform terpusat bagi data citra pasien Covid-19 yang telah teridentifikasi. Perusahaan ini menjadi bagian dari gugus tugas kecerdasan buatan dan teknologi informasi (Task Force AI &amp;amp; TI) dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.
&amp;ldquo;Neurabot yang turut berkontribusi dalam penanganan wabah Covid-19 di Indonesia,&amp;rdquo; kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih dilansir dari laman Kemenperin, Minggu (14/6/2020).
Baca Juga: Setelah KFC, Kini McD Tutup di Tengah Virus Corona&amp;nbsp;
Neurabot, yang merupakan finalis program Startup 4 Industry yang diinisiasi Kemenperin pada tahun 2018, bersama pakar artificial intelligent (AI) dan akademisi bidang AI di Indonesia juga bertugas untuk mengembangkan penerapan teknologi deep learning pada pemeriksaan CT-scan paru-paru, serta foto polos dada (x-ray). Ini merupakan salah satu modalitas deteksi cepat kasus Covid-19 dengan sensitivitas dan spesifisitas tinggi, sehingga dapat membantu pengambilan keputusan klinis dalam pandemi saat ini.
Dirjen IKMA menjelaskan, Neurabot adalah startup yang mendapatkan hak cipta di bidang &quot;Platform Laboratorium Pemrosesan Citra Digital dengan Teknologi Artificial Intelligence&quot;. &amp;ldquo;Algoritma AI merupakan salah satu kekayaan intelektual bagi startup yang harus dilindungi. Klinik HKI kami telah memfasilitasi hak cipta dan mereknya,&amp;rdquo; imbuh Gati.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xMS8xLzEyMTQyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami harap Neurabot semakin berkembang dan menjadi penyedia teknologi AI di sektor kesehatan sehingga dapat menjadi akselerator implementasi industri 4.0,&amp;rdquo; ungkap Gati.
Menurutnya, AI menjadi sasaran teknologi yang dibina oleh Ditjen IKMA sebagai salah satu fondasi penerapan industri 4.0. Upaya Kemenperin dalam menumbuhkan startup AI dilakukan melalui program Making Indonesia Startup 4.0 (Startup 4 Industry) yang sudah berjalan sejak tahun 2018.
Gati menambahkan, penumbuhan pelaku startup teknologi menjadi bagian  langkah prioritas Kemenperin untuk mempercepat transformasi menuju  industri 4.0. &amp;ldquo;Program Startup 4 Industry diharapkan dapat menjadi  katalisator proses transformasi digital bagi pelaku IKM nasional yang  berbasis pada pemecahan masalah yang dihadapi. Hal ini demi terwujudnya  IKM unggul untuk masa depan industri Indonesia yang lebih baik,&amp;rdquo;  paparnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xMS8xLzEyMTQyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Founder &amp;amp; CEO Neurabot, Indarto menjelaskan, salah satu tantangan  yang dihadapi dalam penggunaan teknologi yang dikembangkan adalah  mayoritas rumah sakit rujukan Covid-19 masih menggunakan pemeriksaan  foto polos dada (x-ray) yang sensitivitasnya lebih rendah dibanding  CT-scan paru dosis rendah (LDCT) dalam mendeteksi gambaran perubahan  struktur paru pasien.
&amp;ldquo;Meski demikian, Neurabot bersama pakar AI yang tergabung dalam gugus  tugas ini akan tetap berupaya mengolah seluruh sumber data yang ada,  termasuk data foto polos dada dan data klinis sebagai penguat untuk  menghasilkan solusi identifikasi dini berbasis AI dengan tepat dan  cepat,&amp;rdquo; tutur Indarto.</content:encoded></item></channel></rss>
