<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perjalanan Karier Pendiri TikTok, Sukses di Usia Muda dengan Kekayaan Rp226,8 Triliun</title><description>Yiming meluncurkan Tik Tok pada September 2016 di bawah bendera perusahaan ByteDance</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/14/320/2229840/perjalanan-karier-pendiri-tiktok-sukses-di-usia-muda-dengan-kekayaan-rp226-8-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/14/320/2229840/perjalanan-karier-pendiri-tiktok-sukses-di-usia-muda-dengan-kekayaan-rp226-8-triliun"/><item><title>Perjalanan Karier Pendiri TikTok, Sukses di Usia Muda dengan Kekayaan Rp226,8 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/14/320/2229840/perjalanan-karier-pendiri-tiktok-sukses-di-usia-muda-dengan-kekayaan-rp226-8-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/14/320/2229840/perjalanan-karier-pendiri-tiktok-sukses-di-usia-muda-dengan-kekayaan-rp226-8-triliun</guid><pubDate>Minggu 14 Juni 2020 18:21 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/14/320/2229840/perjalanan-karier-pendiri-tiktok-sukses-di-usia-muda-dengan-kekayaan-rp226-8-triliun-Dk3wCK6N5C.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pendiri TikTok Zhang Yiming (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/14/320/2229840/perjalanan-karier-pendiri-tiktok-sukses-di-usia-muda-dengan-kekayaan-rp226-8-triliun-Dk3wCK6N5C.jpg</image><title>Pendiri TikTok Zhang Yiming (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Dari milenial hingga orangtua pasti mengenal aplikasi bernama Tik Tok. Platform media sosial itu menjadi primadona setiap insan di Indonesia, bahkan hingga ke dunia. Berdasarkan data yang dihimpun, sudah lebih 100 juta orang mengunduh aplikasi tersebut.
Namun, siapa sangka jika ada sosok Zhang Yiming yang menjadi keberhasilan Tik Tok. Yiming meluncurkan Tik Tok pada September 2016 di bawah bendera perusahaan ByteDance. Adapun Bytedance didirikan pada 2012.
Baca Juga:&amp;nbsp;Cerita Bos Zoom yang Masuk Daftar Miliarder Baru Dunia&amp;nbsp;
Berikut beberapa fakta soal Zhang Yiming yang dikutip Okezone, Jakarta, Jumat (12/6/2020):
1.Mendirikan Perusahaan ByteDance
Zhang Yiming mendirikan perusahaan ByteDance pada 2012. Perusahaannya, ByteDance, menjelma menjadi raksasa teknologi dunia hanya dalam enam tahun, mengantar kekayaan bersihnya mencapai USD4 miliar pada usia 35 tahun.
Orang-orang terdekat Zhang menyebut bahwa dia tidak sedang membuat aplikasi, tetapi membuat kerajaan digital. ByteDance bukan hanya perusahaan aplikasi yang mengandalkan iklan untuk mencari pendapat, melainkan juga perusahaan yang memanfaatkan AI pada layanan konten untuk membangun pengalaman pengguna yang luar biasa.

2. Zhang Yiming Tidak Mencari Modal
Hal yang paling luar biasa tentang Zhang Yiming adalah dia tidak mengiba pada raksasa China lainnya, seperti Tencent atau Alibaba, sebagai sumber pendanaan.
Sebaliknya, ByteDance tidak hanya memiliki karakter sendiri, tetapi juga menantang perusahaan-perusahaan yang lebih tua. Jika pengguna aktif bulanan Douyin atau TikTok melampaui 300 juta, bisa dibilang TikTok adalah adik dari Instagram dengan basis pengguna Asia dan lebih muda.3. Aplikasi Bytedance
Aplikasi apa pun yang diproduksi ByteDance sekarang hampir dijamin  berhasil. ByteDance mampu menciptakan pengalaman digital yang luar biasa  dengan caranya sendiri sehingga bisa bersaing dengan WeChat dalam  pembayaran, kecakapan bisnis, dan komunikasi di China.
ByteDance dan Zhang sebagai pendirinya acap disalahpahami dan tidak  dikenal di Barat. Padahal, ByteDance bukan hanya startup media yang  paling cepat berkembang, melainkan juga mengaplikasikan kecerdasan  buatan dalam setiap muara kontennya, bahkan disebut-sebut yang terbaik  di dunia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Eric Yuan Ungkap Latar Belakang Berdirinya Layanan Zoom&amp;nbsp;
4. Fokus Zhang di ByteDance
Zhang Yiming dianggap mencapai apa yang Mark Zuckerberg tidak pernah  bisa dalam jangka waktu yang jauh lebih singkat. Facebook memiliki lebih  dari dua kali lipat masa hidup ByteDance. Namun, dengan terlalu fokus  pada iklan, Facebook seolah kehilangan kemampuan untuk mengikuti masa  depan.
Fitur video mikro (berdurasi pendek) andalan ByteDance sudah jauh  lebih baik daripada yang dilakukan Facebook. Bagaimana TikTok menyajikan  cerita juga dianggap lebih baik daripada Instagram. Sebab, di TikTok  ada AI untuk memersonalisasi apa yang diinginkan pengguna.
Itulah yang menjadi fokus Zhang di ByteDance, menarget ketertarikan  pengguna dengan AI sehingga mampu memberikan pengalaman yang  berkualitas. Dengan cara inilah mereka mampu melaju ke pasar global.

5. Memiliki Kekayaan Rp226,8 triliun
Kekayaan bersih Zhang diperkirakan sebesar USD16,2 miliar atau setara  Rp226,8 triliun (USD1 setara Rp14.000) dan menjadikannya orang terkaya  ke-10 di China. Zhang memiliki sekitar 24% dari ByteDance yang merupakan  perusahaan induk dari TikTok.
Pria berusia 35 tahun itu mengalami kenaikan kekayaan sejak  mendirikan Byte Dance pada 2012 yang membuat dirinya masuk ke dalam  daftar Forbes China pada 2013. Secara keseluruhan, perusahaan yang  berbasis di Beijing itu telah mengumpulkan USD7,5 miliar dan nilai  perusahaan sebesar USD75 miliar.
Sejak meluncurkan TikTok di pasar internasional pada akhir 2017,  popularitas aplikasi telah melonjak mencapai 500 juta pengguna aktif  global pada Juli 2018.
Tiga bulan kemudian, ByteDance secara pribadi mengumpulkan lebih  banyak dana buat perusahaan sebesar USD75 miliar dan itu menjadikan  sebuah langkah untuk melipatgandakan kekayaan bersih Zhang dan  membuatnya menjadi orang terkaya di China. (kmj)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Dari milenial hingga orangtua pasti mengenal aplikasi bernama Tik Tok. Platform media sosial itu menjadi primadona setiap insan di Indonesia, bahkan hingga ke dunia. Berdasarkan data yang dihimpun, sudah lebih 100 juta orang mengunduh aplikasi tersebut.
Namun, siapa sangka jika ada sosok Zhang Yiming yang menjadi keberhasilan Tik Tok. Yiming meluncurkan Tik Tok pada September 2016 di bawah bendera perusahaan ByteDance. Adapun Bytedance didirikan pada 2012.
Baca Juga:&amp;nbsp;Cerita Bos Zoom yang Masuk Daftar Miliarder Baru Dunia&amp;nbsp;
Berikut beberapa fakta soal Zhang Yiming yang dikutip Okezone, Jakarta, Jumat (12/6/2020):
1.Mendirikan Perusahaan ByteDance
Zhang Yiming mendirikan perusahaan ByteDance pada 2012. Perusahaannya, ByteDance, menjelma menjadi raksasa teknologi dunia hanya dalam enam tahun, mengantar kekayaan bersihnya mencapai USD4 miliar pada usia 35 tahun.
Orang-orang terdekat Zhang menyebut bahwa dia tidak sedang membuat aplikasi, tetapi membuat kerajaan digital. ByteDance bukan hanya perusahaan aplikasi yang mengandalkan iklan untuk mencari pendapat, melainkan juga perusahaan yang memanfaatkan AI pada layanan konten untuk membangun pengalaman pengguna yang luar biasa.

2. Zhang Yiming Tidak Mencari Modal
Hal yang paling luar biasa tentang Zhang Yiming adalah dia tidak mengiba pada raksasa China lainnya, seperti Tencent atau Alibaba, sebagai sumber pendanaan.
Sebaliknya, ByteDance tidak hanya memiliki karakter sendiri, tetapi juga menantang perusahaan-perusahaan yang lebih tua. Jika pengguna aktif bulanan Douyin atau TikTok melampaui 300 juta, bisa dibilang TikTok adalah adik dari Instagram dengan basis pengguna Asia dan lebih muda.3. Aplikasi Bytedance
Aplikasi apa pun yang diproduksi ByteDance sekarang hampir dijamin  berhasil. ByteDance mampu menciptakan pengalaman digital yang luar biasa  dengan caranya sendiri sehingga bisa bersaing dengan WeChat dalam  pembayaran, kecakapan bisnis, dan komunikasi di China.
ByteDance dan Zhang sebagai pendirinya acap disalahpahami dan tidak  dikenal di Barat. Padahal, ByteDance bukan hanya startup media yang  paling cepat berkembang, melainkan juga mengaplikasikan kecerdasan  buatan dalam setiap muara kontennya, bahkan disebut-sebut yang terbaik  di dunia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Eric Yuan Ungkap Latar Belakang Berdirinya Layanan Zoom&amp;nbsp;
4. Fokus Zhang di ByteDance
Zhang Yiming dianggap mencapai apa yang Mark Zuckerberg tidak pernah  bisa dalam jangka waktu yang jauh lebih singkat. Facebook memiliki lebih  dari dua kali lipat masa hidup ByteDance. Namun, dengan terlalu fokus  pada iklan, Facebook seolah kehilangan kemampuan untuk mengikuti masa  depan.
Fitur video mikro (berdurasi pendek) andalan ByteDance sudah jauh  lebih baik daripada yang dilakukan Facebook. Bagaimana TikTok menyajikan  cerita juga dianggap lebih baik daripada Instagram. Sebab, di TikTok  ada AI untuk memersonalisasi apa yang diinginkan pengguna.
Itulah yang menjadi fokus Zhang di ByteDance, menarget ketertarikan  pengguna dengan AI sehingga mampu memberikan pengalaman yang  berkualitas. Dengan cara inilah mereka mampu melaju ke pasar global.

5. Memiliki Kekayaan Rp226,8 triliun
Kekayaan bersih Zhang diperkirakan sebesar USD16,2 miliar atau setara  Rp226,8 triliun (USD1 setara Rp14.000) dan menjadikannya orang terkaya  ke-10 di China. Zhang memiliki sekitar 24% dari ByteDance yang merupakan  perusahaan induk dari TikTok.
Pria berusia 35 tahun itu mengalami kenaikan kekayaan sejak  mendirikan Byte Dance pada 2012 yang membuat dirinya masuk ke dalam  daftar Forbes China pada 2013. Secara keseluruhan, perusahaan yang  berbasis di Beijing itu telah mengumpulkan USD7,5 miliar dan nilai  perusahaan sebesar USD75 miliar.
Sejak meluncurkan TikTok di pasar internasional pada akhir 2017,  popularitas aplikasi telah melonjak mencapai 500 juta pengguna aktif  global pada Juli 2018.
Tiga bulan kemudian, ByteDance secara pribadi mengumpulkan lebih  banyak dana buat perusahaan sebesar USD75 miliar dan itu menjadikan  sebuah langkah untuk melipatgandakan kekayaan bersih Zhang dan  membuatnya menjadi orang terkaya di China. (kmj)</content:encoded></item></channel></rss>
