<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mal Dibuka Lagi, Berikut Cara Menghindari Jebakan Diskon   </title><description>Diskon besar dari barang-barang yang ditawarkan di mal</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/16/320/2230944/mal-dibuka-lagi-berikut-cara-menghindari-jebakan-diskon</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/16/320/2230944/mal-dibuka-lagi-berikut-cara-menghindari-jebakan-diskon"/><item><title>Mal Dibuka Lagi, Berikut Cara Menghindari Jebakan Diskon   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/16/320/2230944/mal-dibuka-lagi-berikut-cara-menghindari-jebakan-diskon</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/16/320/2230944/mal-dibuka-lagi-berikut-cara-menghindari-jebakan-diskon</guid><pubDate>Selasa 16 Juni 2020 14:26 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/16/320/2230944/mal-dibuka-lagi-berikut-cara-menghindari-jebakan-diskon-3Ol1ryBTNC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">New Normal di Mal. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/16/320/2230944/mal-dibuka-lagi-berikut-cara-menghindari-jebakan-diskon-3Ol1ryBTNC.jpg</image><title>New Normal di Mal. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Mal di wilayah Ibu Kota kembali dibuka pada Senin 15 Juni 2020, setelah hampir 3 bulan pusat perbelanjaan itu menutup aktivitasnya. Beberapa gerai pun memiliki beragam cara untuk menarik pengunjung. Salah satu caranya adalah dengan memberikan diskon besar dari barang-barang yang mereka tawarkan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pengunjung soal Mal Dibuka: Biasa Aja Enggak Ada yang Wah
Perencana Keuangan Oneshildt Financial Planning, M. Andoko memberikan tips-tips agar keuangan tak jebol dalam menyikapi penawaran diskon dari gerai-gerai mal. Di antaranya ialah membeli barang-barang sesuai dengan kebutuhan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xMC81LzEyMTQxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Apabila, menerapkan pola hidup seperti itu, maka mereka akan mendapatkan keuntungan, yaitu membeli barang-barang yang dinginkan dengan harga yang murah.
Baca Juga:&amp;nbsp;Belum Boleh Buka, Bagaimana Kondisi Bioskop dan Taman Bermain Anak di Mal?
&amp;ldquo;Kalau memang kebetulan untuk sesuatu hal yang produktif, oke-oke saja. Jadi enggak masalah. Artinya mereka bisa mendapatkan harga yang lebih murah,&amp;rdquo; kata Andoko kepada Okezone, Selasa (16/6/2020).Selain itu, lanjut dia, setiap masyarakat juga harus mempunyai daftar pengeluaran rutin per bulannya. Misalnya biaya yang selalu dikeluarkan setiap bulannya seperti untuk makan sehari-hari, transportasi dan komunikasi. Sehingga, dapat tertata besaran dan kisaran yang dihabiskan dalam waktu sebulan.
&amp;ldquo;Sehingga, kita bisa tahu apakah pemasukan kita itu defisit atau surplus,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Mal di wilayah Ibu Kota kembali dibuka pada Senin 15 Juni 2020, setelah hampir 3 bulan pusat perbelanjaan itu menutup aktivitasnya. Beberapa gerai pun memiliki beragam cara untuk menarik pengunjung. Salah satu caranya adalah dengan memberikan diskon besar dari barang-barang yang mereka tawarkan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pengunjung soal Mal Dibuka: Biasa Aja Enggak Ada yang Wah
Perencana Keuangan Oneshildt Financial Planning, M. Andoko memberikan tips-tips agar keuangan tak jebol dalam menyikapi penawaran diskon dari gerai-gerai mal. Di antaranya ialah membeli barang-barang sesuai dengan kebutuhan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xMC81LzEyMTQxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Apabila, menerapkan pola hidup seperti itu, maka mereka akan mendapatkan keuntungan, yaitu membeli barang-barang yang dinginkan dengan harga yang murah.
Baca Juga:&amp;nbsp;Belum Boleh Buka, Bagaimana Kondisi Bioskop dan Taman Bermain Anak di Mal?
&amp;ldquo;Kalau memang kebetulan untuk sesuatu hal yang produktif, oke-oke saja. Jadi enggak masalah. Artinya mereka bisa mendapatkan harga yang lebih murah,&amp;rdquo; kata Andoko kepada Okezone, Selasa (16/6/2020).Selain itu, lanjut dia, setiap masyarakat juga harus mempunyai daftar pengeluaran rutin per bulannya. Misalnya biaya yang selalu dikeluarkan setiap bulannya seperti untuk makan sehari-hari, transportasi dan komunikasi. Sehingga, dapat tertata besaran dan kisaran yang dihabiskan dalam waktu sebulan.
&amp;ldquo;Sehingga, kita bisa tahu apakah pemasukan kita itu defisit atau surplus,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
