<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jangan ke Mal jika Tak Bisa Tahan Godaan Diskon   </title><description>Keinginan berbelanja biasanya dimulai dari mata hingga akhirnya memutuskan untuk melakukan pembelian</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/16/320/2230955/jangan-ke-mal-jika-tak-bisa-tahan-godaan-diskon</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/16/320/2230955/jangan-ke-mal-jika-tak-bisa-tahan-godaan-diskon"/><item><title>Jangan ke Mal jika Tak Bisa Tahan Godaan Diskon   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/16/320/2230955/jangan-ke-mal-jika-tak-bisa-tahan-godaan-diskon</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/16/320/2230955/jangan-ke-mal-jika-tak-bisa-tahan-godaan-diskon</guid><pubDate>Selasa 16 Juni 2020 14:36 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/16/320/2230955/jangan-ke-mal-jika-tak-bisa-tahan-godaan-diskon-rbjBKmwQhy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">New Normal di Mal. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/16/320/2230955/jangan-ke-mal-jika-tak-bisa-tahan-godaan-diskon-rbjBKmwQhy.jpg</image><title>New Normal di Mal. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Sektor usaha perlahan mulai buka secara bertaham di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di wilayah Jakarta. Salah satu yang sudah buka adalah pusat perbelanjaan atau mal.
Diskon besar-besaran pun disiapkan para tenant untuk kembali menarik para pengunjung untuk datang ke mal. Di mana selama 3 bulan ini, aktivitas perbelanjaan di mal berhenti akibat PSBB sebagai upaya pencegahan virus corona.
Baca Juga:&amp;nbsp;Mal Dibuka Lagi, Berikut Cara Menghindari Jebakan Diskon
Perencana Keuangan Oneshildt M Andoko menilai, sebaiknya masyarakat yang tak bisa menahan mata atau dirinya untuk belanja produk-produk diskon, supaya tidak bepergian dulu ke mal. Sebab, keinginan berbelanja biasanya dimulai dari mata hingga akhirnya memutuskan untuk melakukan pembelian.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pengunjung soal Mal Dibuka: Biasa Aja Enggak Ada yang Wah
&amp;ldquo;Kalau perlu ke mal hanya untuk kegiatan yang produktif. Misalnya meeting. Paling gampang, yaudah dihindari aja. Biasanya keinginan itu dimulai dari mata, sering lihat, akhirnya jadi keinginan, jadi beli,&amp;rdquo; ujarnya kepada Okezone, Selasa (16/6/2020).
Selain itu, supaya keuangan tidak jebol dalam menyikapi penawaran diskon dari gerai-gerai mal tersebut.  Dirinya mengingatkan supaya barang-barang yang dibeli sesuai kebutuhan. Apabila menerapkan pola hidup seperti itu, maka akan mendapatkan keuntungan, yaitu barang-barang yang dinginkan dengan harga yang murah.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xMC81LzEyMTQxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Kalau memang kebetulan untuk sesuatu hal yang produktif, oke-oke saja. Jadi enggak masalah. Artinya mereka bisa mendapatkan harga yang lebih murah,&amp;rdquo; kata Andoko.
Selain itu, setiap masyarakat juga harus mempunyai daftar pengeluaran rutin per bulannya. Misalnya biaya yang selalu dikeluarkan setiap bulannya seperti untuk makan sehari-hari, transportasi dan komunikasi. Sehingga, dapat tertata besaran dan kisaran yang dihabiskan dalam waktu sebulan.
&amp;ldquo;Sehingga, kita bisa tahu apakah pemasukan kita itu defisit atau surplus,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Sektor usaha perlahan mulai buka secara bertaham di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di wilayah Jakarta. Salah satu yang sudah buka adalah pusat perbelanjaan atau mal.
Diskon besar-besaran pun disiapkan para tenant untuk kembali menarik para pengunjung untuk datang ke mal. Di mana selama 3 bulan ini, aktivitas perbelanjaan di mal berhenti akibat PSBB sebagai upaya pencegahan virus corona.
Baca Juga:&amp;nbsp;Mal Dibuka Lagi, Berikut Cara Menghindari Jebakan Diskon
Perencana Keuangan Oneshildt M Andoko menilai, sebaiknya masyarakat yang tak bisa menahan mata atau dirinya untuk belanja produk-produk diskon, supaya tidak bepergian dulu ke mal. Sebab, keinginan berbelanja biasanya dimulai dari mata hingga akhirnya memutuskan untuk melakukan pembelian.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pengunjung soal Mal Dibuka: Biasa Aja Enggak Ada yang Wah
&amp;ldquo;Kalau perlu ke mal hanya untuk kegiatan yang produktif. Misalnya meeting. Paling gampang, yaudah dihindari aja. Biasanya keinginan itu dimulai dari mata, sering lihat, akhirnya jadi keinginan, jadi beli,&amp;rdquo; ujarnya kepada Okezone, Selasa (16/6/2020).
Selain itu, supaya keuangan tidak jebol dalam menyikapi penawaran diskon dari gerai-gerai mal tersebut.  Dirinya mengingatkan supaya barang-barang yang dibeli sesuai kebutuhan. Apabila menerapkan pola hidup seperti itu, maka akan mendapatkan keuntungan, yaitu barang-barang yang dinginkan dengan harga yang murah.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xMC81LzEyMTQxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&quot;Kalau memang kebetulan untuk sesuatu hal yang produktif, oke-oke saja. Jadi enggak masalah. Artinya mereka bisa mendapatkan harga yang lebih murah,&amp;rdquo; kata Andoko.
Selain itu, setiap masyarakat juga harus mempunyai daftar pengeluaran rutin per bulannya. Misalnya biaya yang selalu dikeluarkan setiap bulannya seperti untuk makan sehari-hari, transportasi dan komunikasi. Sehingga, dapat tertata besaran dan kisaran yang dihabiskan dalam waktu sebulan.
&amp;ldquo;Sehingga, kita bisa tahu apakah pemasukan kita itu defisit atau surplus,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
