<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Di Tengah Covid-19, UMKM Harus Bisa Go Digital</title><description>Sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang paling terdampak Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/17/320/2231560/di-tengah-covid-19-umkm-harus-bisa-go-digital</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/17/320/2231560/di-tengah-covid-19-umkm-harus-bisa-go-digital"/><item><title>Di Tengah Covid-19, UMKM Harus Bisa Go Digital</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/17/320/2231560/di-tengah-covid-19-umkm-harus-bisa-go-digital</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/17/320/2231560/di-tengah-covid-19-umkm-harus-bisa-go-digital</guid><pubDate>Rabu 17 Juni 2020 13:55 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/17/320/2231560/di-tengah-covid-19-umkm-harus-bisa-go-digital-H9fHYJDS5u.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Belanja Online (Foto: Okezone.com/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/17/320/2231560/di-tengah-covid-19-umkm-harus-bisa-go-digital-H9fHYJDS5u.jpg</image><title>Belanja Online (Foto: Okezone.com/Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang paling terdampak Covid-19. Padahal sektor UMKM menjadi salah satu sektor yang berkontribusi cukup besar pada perekonomian Indonesia.
Merespons hal itu, Direktur Utama PT XL Axiata Tbk (EXCL) Dian Siswarini mengatakan pihaknya akan membantu para UMKM ini untuk memperkuat sistem internet agar lebih cepat ke go digital di tengah pandemi Covid-19. Tercatat hanya 13% UMKM yang telah melakukan go digital.
Baca Juga:&amp;nbsp;Cara Erick Thohir Selamatkan UMKM dari Covid-19
&quot;Jadi sebenarnya kita telah melakukan berbagai cara untuk membantu UMKM. Seperti melakukan digitalisasi untuk menjalankan bisnis. Hal ini untuk mendapatkan pendanaan secara marketnya atau pasarnya,&quot; ujar dia di Instagram Sindonews, Rabu (17/6/2020).
Dia juga menjelaskan UMKM ke Indonesia secara signifikan penyumbang 60% PDB serta menyerap tenaga kerja. Kemudian UMKM juga sangat penting untuk membantu ekonomi di Indonesia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Menko Luhut Minta Gubernur Sumut Berdayakan UMKM
&quot;Kita ketahui saat ini sedang, krisis kesehatan yang berimbas ke bidang-bidang yang lain juga. Maka itu memang UMKM menjadi terimbas cukup berat pada pandemi ini. Hal ini tentu menjadi PR kita bersama untuk membantu sektor UMKM,&quot; ungkap dia.
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan kick off ekosistem Pasar Digital UMKM yang diberi nama PaDi UMKM. Platform akan memudahkan akses pembiayaan dari BUMN pada UMKM.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xMS8xLzEyMTQyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), ada sembilan BUMN yang  terlibat dalam pengembangan PaDi UMKM. BUMN tersebut, Telkom yang juga  sebagai agregator PaDi UMKM, dan 8 BUMN lainnya seperti Pertamina, Pupuk  Indonesia, BRI, Pegadaian, PNM, PP, Waskita Karya, dan Wijaya Karya.
Menurut Erick, ini merupakan komitmen Kementerian BUMN terhadap  pengembangan UMKM. Di mana Covid-19 membawa dampak yang cukup signifikan  terhadap sektor UMKM, namun berbeda kondisinya pada tahun 1998 di mana  UMKM justru dapat bertahan.
&quot;Oleh karenanya demi membantu sektor UMKM, kepada BUMN agar belanja  sampai dengan Rp 14 miliar diprioritaskan pada sektor UMKM. Dan saya  yakin dengan adanya platform PaDi UMKM ini dapat memperluas channel UMKM  serta membantu mempersiapkan UMKM dalam memasuki new normal melalui  transaksi yang akan banyak dilakukan secara digital,&quot; ujar Erick dalam  keterangannya.</description><content:encoded>JAKARTA - Sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang paling terdampak Covid-19. Padahal sektor UMKM menjadi salah satu sektor yang berkontribusi cukup besar pada perekonomian Indonesia.
Merespons hal itu, Direktur Utama PT XL Axiata Tbk (EXCL) Dian Siswarini mengatakan pihaknya akan membantu para UMKM ini untuk memperkuat sistem internet agar lebih cepat ke go digital di tengah pandemi Covid-19. Tercatat hanya 13% UMKM yang telah melakukan go digital.
Baca Juga:&amp;nbsp;Cara Erick Thohir Selamatkan UMKM dari Covid-19
&quot;Jadi sebenarnya kita telah melakukan berbagai cara untuk membantu UMKM. Seperti melakukan digitalisasi untuk menjalankan bisnis. Hal ini untuk mendapatkan pendanaan secara marketnya atau pasarnya,&quot; ujar dia di Instagram Sindonews, Rabu (17/6/2020).
Dia juga menjelaskan UMKM ke Indonesia secara signifikan penyumbang 60% PDB serta menyerap tenaga kerja. Kemudian UMKM juga sangat penting untuk membantu ekonomi di Indonesia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Menko Luhut Minta Gubernur Sumut Berdayakan UMKM
&quot;Kita ketahui saat ini sedang, krisis kesehatan yang berimbas ke bidang-bidang yang lain juga. Maka itu memang UMKM menjadi terimbas cukup berat pada pandemi ini. Hal ini tentu menjadi PR kita bersama untuk membantu sektor UMKM,&quot; ungkap dia.
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan kick off ekosistem Pasar Digital UMKM yang diberi nama PaDi UMKM. Platform akan memudahkan akses pembiayaan dari BUMN pada UMKM.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xMS8xLzEyMTQyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), ada sembilan BUMN yang  terlibat dalam pengembangan PaDi UMKM. BUMN tersebut, Telkom yang juga  sebagai agregator PaDi UMKM, dan 8 BUMN lainnya seperti Pertamina, Pupuk  Indonesia, BRI, Pegadaian, PNM, PP, Waskita Karya, dan Wijaya Karya.
Menurut Erick, ini merupakan komitmen Kementerian BUMN terhadap  pengembangan UMKM. Di mana Covid-19 membawa dampak yang cukup signifikan  terhadap sektor UMKM, namun berbeda kondisinya pada tahun 1998 di mana  UMKM justru dapat bertahan.
&quot;Oleh karenanya demi membantu sektor UMKM, kepada BUMN agar belanja  sampai dengan Rp 14 miliar diprioritaskan pada sektor UMKM. Dan saya  yakin dengan adanya platform PaDi UMKM ini dapat memperluas channel UMKM  serta membantu mempersiapkan UMKM dalam memasuki new normal melalui  transaksi yang akan banyak dilakukan secara digital,&quot; ujar Erick dalam  keterangannya.</content:encoded></item></channel></rss>
