<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jadi Korban PHK, 15 Pemuda Ini Kebanjiran Order Wastafel Portable</title><description>Menjadi korban PHK tak mengecilkan semangat 15 pemuda warga Dusun Paten Tridadi Sleman.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/17/320/2231750/jadi-korban-phk-15-pemuda-ini-kebanjiran-order-wastafel-portable</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/17/320/2231750/jadi-korban-phk-15-pemuda-ini-kebanjiran-order-wastafel-portable"/><item><title>Jadi Korban PHK, 15 Pemuda Ini Kebanjiran Order Wastafel Portable</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/17/320/2231750/jadi-korban-phk-15-pemuda-ini-kebanjiran-order-wastafel-portable</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/17/320/2231750/jadi-korban-phk-15-pemuda-ini-kebanjiran-order-wastafel-portable</guid><pubDate>Rabu 17 Juni 2020 17:36 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/17/320/2231750/jadi-korban-phk-15-pemuda-ini-kebanjiran-order-wastafel-portable-UUTsQl7yfn.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Karyawan di PHK (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/17/320/2231750/jadi-korban-phk-15-pemuda-ini-kebanjiran-order-wastafel-portable-UUTsQl7yfn.jpeg</image><title>Karyawan di PHK (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menjadi korban PHK tak mengecilkan semangat 15 pemuda warga Dusun Paten Tridadi Sleman. Akibat pandemi covid-19,  tempat mereka bekerja mengais rezeki seperti persewaan tenda, restoran, hotel dan jasa sablon tak bisa beroperasi.
Sebulan pertama merebaknya Covid di DIY, para pemuda tersebut harus rela melepas pekerjaan sehari-hari dan sempat kebingungan memenuhi kebutuhan hidup. Namun para pemuda tersebut berusaha kreativitas untuk terus bergerak maju yang ternyata membawa hasil positif.
Baca juga: Petani Milenial Sukses Kembangkan Bisnis, Dulu 2 Ha Kini Miliki Lahan 400 Ha
Para pemuda yang diinisiasi Nurul Amin Iskandar lantas berusaha membuat wastafel portable yang dioperasikan dengan pedal kaki. Wastafel ini cukup menarik karena berusaha menerapkan protokol kesehatan di mana pengguna tak harus memutar keran air dengan tangan yang artinya meminimalisir kemungkinan penyebaran virus.
&amp;ldquo;Saya melihat tutorial di Youtube, mencermati kok sepertinya bisa membuat wastafel portable dengan pedal kaki ini. Saya lihat banyak teman-teman di kampung yang kena PHK, saya ajak berpikir bersama dan akhirnya produksi. Teman-teman di sini bisa kerja lagi,&amp;rdquo; ungkapnya dilansir dari krjogja, Rabu (17/6/2020).
Baca juga: Terpuruk Imbas Covid-19, UMKM Cobalah Lakukan Hal Ini untuk Bangkit
Benar saja, niat baik pasti menemukan jalan karena setelah pertama memproduksi untuk warga sekitar, permintaan terus datang. Sejak dua bulan silam, tak kurang 350 unit wastafel portable pedal kaki sudah berhasil dibuat dan didistribusikan ke berbagai wilayah DIY bahkan hingga Jakarta, Palembang dan Makassar.
&amp;ldquo;Tiap hari kami produksi 10 sampai 15 wastafel dan total sampai sekarang sudah 350 unit, semuanya alhamdulillah sudah dipesan. Berkah untuk teman-teman yang kemarin tak lagi bisa bekerja, kini punya mata pencaharian lagi,&amp;rdquo; ungkapnya lagi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xMS8xLzEyMTQyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Wastafel portable pedal kaki ini dijual dengan harga Rp750 ribu  hingga Rp1 juta dan ternyata mendapat respons positif. Kebanyakan produk  para pemuda Tridadi ini digunakan di gedung instansi pemerintahan  ruang-ruang publik lainnya seperti pasar dan kampus.
&amp;ldquo;Ini misalnya UGM sudah pesan 30 unit, instansi pemerintahan juga  alhamdulillah. Terpenting bisa membawa manfaat baik untuk kami maupun  orang lain agar lebih aman dalam beraktivitas, menjaga kebersihan,&amp;rdquo;  pungkasnya.
Muhammad Maruf, salah satu pemuda yang membuat wastafel tersebut  mengaku sangat tertolong dengan pekerjaan baru ini. &amp;ldquo;Saya dirumahkan  kemarin karena Covid. Ya ini bisa kerja, sangat membantu karena bisa  dapat penghasilan lagi,&amp;rdquo; imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menjadi korban PHK tak mengecilkan semangat 15 pemuda warga Dusun Paten Tridadi Sleman. Akibat pandemi covid-19,  tempat mereka bekerja mengais rezeki seperti persewaan tenda, restoran, hotel dan jasa sablon tak bisa beroperasi.
Sebulan pertama merebaknya Covid di DIY, para pemuda tersebut harus rela melepas pekerjaan sehari-hari dan sempat kebingungan memenuhi kebutuhan hidup. Namun para pemuda tersebut berusaha kreativitas untuk terus bergerak maju yang ternyata membawa hasil positif.
Baca juga: Petani Milenial Sukses Kembangkan Bisnis, Dulu 2 Ha Kini Miliki Lahan 400 Ha
Para pemuda yang diinisiasi Nurul Amin Iskandar lantas berusaha membuat wastafel portable yang dioperasikan dengan pedal kaki. Wastafel ini cukup menarik karena berusaha menerapkan protokol kesehatan di mana pengguna tak harus memutar keran air dengan tangan yang artinya meminimalisir kemungkinan penyebaran virus.
&amp;ldquo;Saya melihat tutorial di Youtube, mencermati kok sepertinya bisa membuat wastafel portable dengan pedal kaki ini. Saya lihat banyak teman-teman di kampung yang kena PHK, saya ajak berpikir bersama dan akhirnya produksi. Teman-teman di sini bisa kerja lagi,&amp;rdquo; ungkapnya dilansir dari krjogja, Rabu (17/6/2020).
Baca juga: Terpuruk Imbas Covid-19, UMKM Cobalah Lakukan Hal Ini untuk Bangkit
Benar saja, niat baik pasti menemukan jalan karena setelah pertama memproduksi untuk warga sekitar, permintaan terus datang. Sejak dua bulan silam, tak kurang 350 unit wastafel portable pedal kaki sudah berhasil dibuat dan didistribusikan ke berbagai wilayah DIY bahkan hingga Jakarta, Palembang dan Makassar.
&amp;ldquo;Tiap hari kami produksi 10 sampai 15 wastafel dan total sampai sekarang sudah 350 unit, semuanya alhamdulillah sudah dipesan. Berkah untuk teman-teman yang kemarin tak lagi bisa bekerja, kini punya mata pencaharian lagi,&amp;rdquo; ungkapnya lagi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xMS8xLzEyMTQyNi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Wastafel portable pedal kaki ini dijual dengan harga Rp750 ribu  hingga Rp1 juta dan ternyata mendapat respons positif. Kebanyakan produk  para pemuda Tridadi ini digunakan di gedung instansi pemerintahan  ruang-ruang publik lainnya seperti pasar dan kampus.
&amp;ldquo;Ini misalnya UGM sudah pesan 30 unit, instansi pemerintahan juga  alhamdulillah. Terpenting bisa membawa manfaat baik untuk kami maupun  orang lain agar lebih aman dalam beraktivitas, menjaga kebersihan,&amp;rdquo;  pungkasnya.
Muhammad Maruf, salah satu pemuda yang membuat wastafel tersebut  mengaku sangat tertolong dengan pekerjaan baru ini. &amp;ldquo;Saya dirumahkan  kemarin karena Covid. Ya ini bisa kerja, sangat membantu karena bisa  dapat penghasilan lagi,&amp;rdquo; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
