<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2 Startup Indonesia Diguyur Ratusan Miliar oleh Angel Investor di Tengah Covid-19</title><description>Dua startup Indonesia berhasil meraih pendanaan dari para angel investor asing.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/18/320/2232114/2-startup-indonesia-diguyur-ratusan-miliar-oleh-angel-investor-di-tengah-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/18/320/2232114/2-startup-indonesia-diguyur-ratusan-miliar-oleh-angel-investor-di-tengah-covid-19"/><item><title>2 Startup Indonesia Diguyur Ratusan Miliar oleh Angel Investor di Tengah Covid-19</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/18/320/2232114/2-startup-indonesia-diguyur-ratusan-miliar-oleh-angel-investor-di-tengah-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/18/320/2232114/2-startup-indonesia-diguyur-ratusan-miliar-oleh-angel-investor-di-tengah-covid-19</guid><pubDate>Kamis 18 Juni 2020 11:42 WIB</pubDate><dc:creator>Rani Hardjanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/18/320/2232114/2-startup-indonesia-diguyur-ratusan-miliar-oleh-angel-investor-di-tengah-covid-19-03cr0mAyan.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/18/320/2232114/2-startup-indonesia-diguyur-ratusan-miliar-oleh-angel-investor-di-tengah-covid-19-03cr0mAyan.jpeg</image><title>Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Dua startup Indonesia berhasil meraih pendanaan dari para angel investor asing. Padahal, kondisi bisnis di berbagai belahan dunia tengah mengalami tantangan.
Angle investor merupakan istilah yang dipakai para pelaku startup bagi pemodal ventura. Mereka menyuntikkan dana kepada stratup yang prospektif.
Berikut ini kedua startup Indonesia yang beruntung itu, seperti dikutip Okezone, Kamis (18/6/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Startup Bisa Lakukan Hal Ini agar Bertahan dari Covid-19
1. Kopi Kenangan
Kedai kopi yang digawangi oleh Edward Tirtanata ini mengumpulkan pendanaan Seri B senilai USD109 juta atau setara dengan Rp1,526 triliun yang dipimpin oleh investor perusahaan saat ini, Sequoia Capital.
Investor baru pada pendanaan ini termasuk B Capital, Horizons Ventures, Verlinvest, Kunlun, dan Sofina, begitu pula investor pendanaan awal Kopi Kenangan Alpha JWC yang ikut serta dalam pendanaan Seri B ini.
Baca Juga:&amp;nbsp;Canggih! Startup Ini Bangun Metode Deteksi Dini Covid-19
Kopi Kenangan berencana untuk menggunakan pendanaan ini untuk ekspansi ke luar negeri, meluncurkan produk baru, berinvestasi dalam teknologi untuk melayani pelanggan dengan lebih baik lagi, serta upaya untuk melindungi karyawan di tengah pandemi Covid-19.
Menurut Edward, kita sedang menghadapi krisis eksistensial terbesar di generasi ini. Sulit untuk mengetahui kapan industri-industri di Indonesia akan kembali normal, dan nanti, meski keadaan mulai membaik, bisnis akan menjadi sangat berbeda.


&amp;nbsp;

&quot;Sebagai startup yang sedang tumbuh, kami beradaptasi dengan cepat terhadap tantangan ini melalui penjualan tanpa kontak dan standar kebersihan yang kami junjung tinggi di seluruh toko kami,&quot; ujarnya.
Dia mengatakan, kesejahteraan karyawan adalah prioritas dan kami berinvestasi dalam keselamatan mereka dengan meningkatkan manfaat kesehatan serta memberikan lebih banyak pelatihan untuk membantu mereka mengatasi perubahan besar ini.Kopi Kenangan berkomitmen untuk membantu para pengusaha F&amp;amp;B lokal  dengan teknologi, investasi, dan bimbingan melalui program akselerator  untuk industri makanan, Digitarasa. Terdapat juga akademi pelatihan baru  untuk barista dan pekerja di sektor F&amp;amp;B agar dapat melatih diri  mereka lagi dalam menghadapi lanskap yang sedang berubah-ubah. Kopi  Kenangan saat ini memiliki 3.000 karyawan dan harapannya dapat  memberikan lebih banyak pekerjaan di kota dan kabupaten di Indonesia  seiring pembukaan toko baru. Kopi Kenangan mengestimasikan untuk membuka  sampai 500 toko pada akhir 2020. Sekadar diketahui, saat ini jumlahnya  mencapai 324 gerai.
Untuk membantu mempercepat pertumbuhan Kopi Kenangan, Eduardo  Saverin, salah satu pendiri perusahaan media sosial Facebook, akan  bergabung sebagai salah satu Dewan Direksi, membawa kepemimpinannya yang  serba bisa dan transformasional kepada tim Kopi Kenangan.
&amp;nbsp;Baca Juga:&amp;nbsp;Canggih! Startup Ini Bangun Metode Deteksi Dini Covid-19
&quot;Saya menantikan kerja sama dengan Kopi Kenangan untuk membangun  brand global yang merayakan cita rasa Indonesia dan Asia Tenggara,&quot; kata  Eduardo.
Pendanaan baru ini mengikuti pendanaan Seri A Kopi Kenangan senilai  USD20 juta pada Juni 2019 yang dipimpin oleh Sequoia Capital dan  pendanaan awal pada 2018 yang dipimpin oleh investor lokal Alpha JWC.
Pada bulan Desember 2019, Kopi Kenangan juga mengumumkan perluasan  pendanaan Seri A dengan investasi tambahan dari antara lain Arrive,  perusahaan Roc Nation, Serena Ventures, pemain basket ternama Caris  LeVert, dan CEO &amp;amp; Co-Founder Sweetgreen Jonathan Neman.
Baca Juga:&amp;nbsp;Startup Bisa Lakukan Hal Ini agar Bertahan dari Covid-19
2. Fabelio
Fabelio menerima pendanaan pertama Seri C senilai USD9 juta yang  dipimpin oleh perusahaan ventura asal Taiwan, AppWorks, Endeavour  Catalyst, MDI Ventures Telkom Group, Aavishkaar Capital. Pendanaan ini  juga menjadi momentum bergabungnya Partner AppWorks, Jessica Liu ke  dalam Dewan Direktur Fabelio.
Pendanaan terbaru itu menjadikan total pendanaan yang diraih Fabelio  menjadi total USD20 juta atau Rp280 miliar (Rp14.000 per USD). Dana  segar ini akan digunakan untuk mempercepat perkembangan jaringan rantai  pasok logistik pusat dan experience center Fabelio guna mendukung  ekspansi domestik perusahaan ke sejumlah wilayah dan kota di Indonesia  seperti Jawa dan Bali pada November 2020.Selain itu Fabelio juga akan berinvestasi di sektor teknologi lewat   peningkatan SDM engineer, menambah jumlah kategori produk, serta   mempercepat waktu pengiriman produk. Langkah tersebut sejalan dengan   komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan pengalaman belanja   pelanggan di Fabelio. Sebelumnya, peritel furnitur online tersebut telah   mencatat angka pertumbuhan akuisisi pelanggan sebesar 82% pada tahun   2019 dan melayani lebih dari 1.000 proyek desain &amp;amp; konsultasi   interior untuk B2B lewat Fabelio Projects. Dengan layanan pengantaran   gratis dan garansi produk hingga dua tahun yang ditawarkan untuk   konsumen, Fabelio telah menjangkau lebih dari 750 kecamatan di Pulau   Jawa.
Sejak pendanaan Seri B senilai 6,5 juta dolar AS pada 2018 lalu,   Fabelio telah mengalami peningkatan bisnis secara eksponensial di   Indonesia dengan memiliki tiga kantor domestik dan 20 experience center   di area strategis seperti Jabodetabek dan Bandung serta memiliki staf   yang kini berjumlah 430 orang.
Fabelio telah mengalami pertumbuhan akuisisi pelanggan hingga 82%,   serta melayani lebih dari 1.000 proyek B2B mulai dari properti   residensial seperti perumahan dan apartemen, kantor hingga pusat   perbelanjaan Citraland, Bank BRI dan MRT Jakarta. Fabelio juga telah   melayani pengantaran ke lebih dari 750 kecamatan di Pulau Jawa sementara   kinerja perusahaan tercatat positif sejak akhir 2017 dan dalam target   untuk mencapai profitabilitas pada 2022.</description><content:encoded>JAKARTA - Dua startup Indonesia berhasil meraih pendanaan dari para angel investor asing. Padahal, kondisi bisnis di berbagai belahan dunia tengah mengalami tantangan.
Angle investor merupakan istilah yang dipakai para pelaku startup bagi pemodal ventura. Mereka menyuntikkan dana kepada stratup yang prospektif.
Berikut ini kedua startup Indonesia yang beruntung itu, seperti dikutip Okezone, Kamis (18/6/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Startup Bisa Lakukan Hal Ini agar Bertahan dari Covid-19
1. Kopi Kenangan
Kedai kopi yang digawangi oleh Edward Tirtanata ini mengumpulkan pendanaan Seri B senilai USD109 juta atau setara dengan Rp1,526 triliun yang dipimpin oleh investor perusahaan saat ini, Sequoia Capital.
Investor baru pada pendanaan ini termasuk B Capital, Horizons Ventures, Verlinvest, Kunlun, dan Sofina, begitu pula investor pendanaan awal Kopi Kenangan Alpha JWC yang ikut serta dalam pendanaan Seri B ini.
Baca Juga:&amp;nbsp;Canggih! Startup Ini Bangun Metode Deteksi Dini Covid-19
Kopi Kenangan berencana untuk menggunakan pendanaan ini untuk ekspansi ke luar negeri, meluncurkan produk baru, berinvestasi dalam teknologi untuk melayani pelanggan dengan lebih baik lagi, serta upaya untuk melindungi karyawan di tengah pandemi Covid-19.
Menurut Edward, kita sedang menghadapi krisis eksistensial terbesar di generasi ini. Sulit untuk mengetahui kapan industri-industri di Indonesia akan kembali normal, dan nanti, meski keadaan mulai membaik, bisnis akan menjadi sangat berbeda.


&amp;nbsp;

&quot;Sebagai startup yang sedang tumbuh, kami beradaptasi dengan cepat terhadap tantangan ini melalui penjualan tanpa kontak dan standar kebersihan yang kami junjung tinggi di seluruh toko kami,&quot; ujarnya.
Dia mengatakan, kesejahteraan karyawan adalah prioritas dan kami berinvestasi dalam keselamatan mereka dengan meningkatkan manfaat kesehatan serta memberikan lebih banyak pelatihan untuk membantu mereka mengatasi perubahan besar ini.Kopi Kenangan berkomitmen untuk membantu para pengusaha F&amp;amp;B lokal  dengan teknologi, investasi, dan bimbingan melalui program akselerator  untuk industri makanan, Digitarasa. Terdapat juga akademi pelatihan baru  untuk barista dan pekerja di sektor F&amp;amp;B agar dapat melatih diri  mereka lagi dalam menghadapi lanskap yang sedang berubah-ubah. Kopi  Kenangan saat ini memiliki 3.000 karyawan dan harapannya dapat  memberikan lebih banyak pekerjaan di kota dan kabupaten di Indonesia  seiring pembukaan toko baru. Kopi Kenangan mengestimasikan untuk membuka  sampai 500 toko pada akhir 2020. Sekadar diketahui, saat ini jumlahnya  mencapai 324 gerai.
Untuk membantu mempercepat pertumbuhan Kopi Kenangan, Eduardo  Saverin, salah satu pendiri perusahaan media sosial Facebook, akan  bergabung sebagai salah satu Dewan Direksi, membawa kepemimpinannya yang  serba bisa dan transformasional kepada tim Kopi Kenangan.
&amp;nbsp;Baca Juga:&amp;nbsp;Canggih! Startup Ini Bangun Metode Deteksi Dini Covid-19
&quot;Saya menantikan kerja sama dengan Kopi Kenangan untuk membangun  brand global yang merayakan cita rasa Indonesia dan Asia Tenggara,&quot; kata  Eduardo.
Pendanaan baru ini mengikuti pendanaan Seri A Kopi Kenangan senilai  USD20 juta pada Juni 2019 yang dipimpin oleh Sequoia Capital dan  pendanaan awal pada 2018 yang dipimpin oleh investor lokal Alpha JWC.
Pada bulan Desember 2019, Kopi Kenangan juga mengumumkan perluasan  pendanaan Seri A dengan investasi tambahan dari antara lain Arrive,  perusahaan Roc Nation, Serena Ventures, pemain basket ternama Caris  LeVert, dan CEO &amp;amp; Co-Founder Sweetgreen Jonathan Neman.
Baca Juga:&amp;nbsp;Startup Bisa Lakukan Hal Ini agar Bertahan dari Covid-19
2. Fabelio
Fabelio menerima pendanaan pertama Seri C senilai USD9 juta yang  dipimpin oleh perusahaan ventura asal Taiwan, AppWorks, Endeavour  Catalyst, MDI Ventures Telkom Group, Aavishkaar Capital. Pendanaan ini  juga menjadi momentum bergabungnya Partner AppWorks, Jessica Liu ke  dalam Dewan Direktur Fabelio.
Pendanaan terbaru itu menjadikan total pendanaan yang diraih Fabelio  menjadi total USD20 juta atau Rp280 miliar (Rp14.000 per USD). Dana  segar ini akan digunakan untuk mempercepat perkembangan jaringan rantai  pasok logistik pusat dan experience center Fabelio guna mendukung  ekspansi domestik perusahaan ke sejumlah wilayah dan kota di Indonesia  seperti Jawa dan Bali pada November 2020.Selain itu Fabelio juga akan berinvestasi di sektor teknologi lewat   peningkatan SDM engineer, menambah jumlah kategori produk, serta   mempercepat waktu pengiriman produk. Langkah tersebut sejalan dengan   komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan pengalaman belanja   pelanggan di Fabelio. Sebelumnya, peritel furnitur online tersebut telah   mencatat angka pertumbuhan akuisisi pelanggan sebesar 82% pada tahun   2019 dan melayani lebih dari 1.000 proyek desain &amp;amp; konsultasi   interior untuk B2B lewat Fabelio Projects. Dengan layanan pengantaran   gratis dan garansi produk hingga dua tahun yang ditawarkan untuk   konsumen, Fabelio telah menjangkau lebih dari 750 kecamatan di Pulau   Jawa.
Sejak pendanaan Seri B senilai 6,5 juta dolar AS pada 2018 lalu,   Fabelio telah mengalami peningkatan bisnis secara eksponensial di   Indonesia dengan memiliki tiga kantor domestik dan 20 experience center   di area strategis seperti Jabodetabek dan Bandung serta memiliki staf   yang kini berjumlah 430 orang.
Fabelio telah mengalami pertumbuhan akuisisi pelanggan hingga 82%,   serta melayani lebih dari 1.000 proyek B2B mulai dari properti   residensial seperti perumahan dan apartemen, kantor hingga pusat   perbelanjaan Citraland, Bank BRI dan MRT Jakarta. Fabelio juga telah   melayani pengantaran ke lebih dari 750 kecamatan di Pulau Jawa sementara   kinerja perusahaan tercatat positif sejak akhir 2017 dan dalam target   untuk mencapai profitabilitas pada 2022.</content:encoded></item></channel></rss>
