<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bisakah 6 Juta Pekerja yang di PHK Bekerja Lagi?</title><description>Jumlah pekerja yang terkena PHK menembus angka 6 juta orang. PHK massal ini terjadi akibat dampak covid-19 di sejumlah sektor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/18/320/2232268/bisakah-6-juta-pekerja-yang-di-phk-bekerja-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/18/320/2232268/bisakah-6-juta-pekerja-yang-di-phk-bekerja-lagi"/><item><title>Bisakah 6 Juta Pekerja yang di PHK Bekerja Lagi?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/18/320/2232268/bisakah-6-juta-pekerja-yang-di-phk-bekerja-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/18/320/2232268/bisakah-6-juta-pekerja-yang-di-phk-bekerja-lagi</guid><pubDate>Kamis 18 Juni 2020 15:02 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/18/320/2232268/bisakah-6-juta-pekerja-yang-di-phk-bekerja-lagi-mwVrPvkYTY.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Karyawan di PHK (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/18/320/2232268/bisakah-6-juta-pekerja-yang-di-phk-bekerja-lagi-mwVrPvkYTY.jpeg</image><title>Karyawan di PHK (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Jumlah pekerja yang terkena PHK menembus angka 6 juta orang. PHK massal ini terjadi akibat dampak covid-19 di sejumlah sektor. Mulai dari sektor pariwisata hingga ritel.
Wakil Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani mengatakan, angka ini bisa saja terus bertambah karena banyaknya industri yang terkena dampak covid-19. Shinta juga menjelaskan, 6 juta pekerja yang terkena PHK belum tentu bisa bekerja kembali.
Baca juga: Pilot Kontrak Kena PHK, Bos Garuda: Gaji Tetap Dibayar
&amp;ldquo;Semua tergantung pada recovery ekonomi itu sendiri dan angkanya itu berhenti karena banyak sektor yang terdampak dan ini akan mempengaruhi ke level kemiskinan,&amp;rdquo; kata dia dalam diskusi online, Kamis (18/6/2020).
Berdasarkan data, PHK paling banyak terjadi di industri tekstil dan garmen sebanyak 2,1 juta orang. Kemudian PHK di sektor usaha angkutan umum 1,4 juta orang, restoran 1 juta orang, sepatu 500 ribu orang, hotel 430 ribu orang, ritel 400 ribu orang, hingga farmasi sebanyak 200 ribu orang.

&amp;ldquo;Sektor informal juga banyak, ini yang khawatirkan kami di sektor informal,&amp;rdquo; tambahnya.
Sebelumnya, Shinta mengatakan, tingginya angka pengangguran adalah akibat dari aktivitas masyarakat yang sangat dibatasi. Dampak ekonomi bagi dunia usaha terasa dari atasan hingga bawahan.
&quot;Dunia usaha yang terdampak sejauh ini lebih besar daripada dunia usaha yang terdapat opportunity,&quot; ujar Shinta.
Baca juga: Ini Berbagai Upaya Kemenaker Guna Jaga Daya Beli Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19
Para pengusaha pun lebih memilih merumahkan karyawannya karena perusahaan tidak mempunyai cashflow untuk menerapkan prosedur PHK secara resmi.
&quot;Mereka dirumahkan karena pengusaha tidak punya cashflow untuk PHK. Sedangkan kita enggak tahu kapan pandemi ini akan berakhir,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Jumlah pekerja yang terkena PHK menembus angka 6 juta orang. PHK massal ini terjadi akibat dampak covid-19 di sejumlah sektor. Mulai dari sektor pariwisata hingga ritel.
Wakil Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani mengatakan, angka ini bisa saja terus bertambah karena banyaknya industri yang terkena dampak covid-19. Shinta juga menjelaskan, 6 juta pekerja yang terkena PHK belum tentu bisa bekerja kembali.
Baca juga: Pilot Kontrak Kena PHK, Bos Garuda: Gaji Tetap Dibayar
&amp;ldquo;Semua tergantung pada recovery ekonomi itu sendiri dan angkanya itu berhenti karena banyak sektor yang terdampak dan ini akan mempengaruhi ke level kemiskinan,&amp;rdquo; kata dia dalam diskusi online, Kamis (18/6/2020).
Berdasarkan data, PHK paling banyak terjadi di industri tekstil dan garmen sebanyak 2,1 juta orang. Kemudian PHK di sektor usaha angkutan umum 1,4 juta orang, restoran 1 juta orang, sepatu 500 ribu orang, hotel 430 ribu orang, ritel 400 ribu orang, hingga farmasi sebanyak 200 ribu orang.

&amp;ldquo;Sektor informal juga banyak, ini yang khawatirkan kami di sektor informal,&amp;rdquo; tambahnya.
Sebelumnya, Shinta mengatakan, tingginya angka pengangguran adalah akibat dari aktivitas masyarakat yang sangat dibatasi. Dampak ekonomi bagi dunia usaha terasa dari atasan hingga bawahan.
&quot;Dunia usaha yang terdampak sejauh ini lebih besar daripada dunia usaha yang terdapat opportunity,&quot; ujar Shinta.
Baca juga: Ini Berbagai Upaya Kemenaker Guna Jaga Daya Beli Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19
Para pengusaha pun lebih memilih merumahkan karyawannya karena perusahaan tidak mempunyai cashflow untuk menerapkan prosedur PHK secara resmi.
&quot;Mereka dirumahkan karena pengusaha tidak punya cashflow untuk PHK. Sedangkan kita enggak tahu kapan pandemi ini akan berakhir,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
