<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Meroket Lawan Gelombang Kedua Virus Corona</title><description>Harga minyak naik pada Kamis</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/19/320/2232671/harga-minyak-meroket-lawan-gelombang-kedua-virus-corona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/19/320/2232671/harga-minyak-meroket-lawan-gelombang-kedua-virus-corona"/><item><title>Harga Minyak Meroket Lawan Gelombang Kedua Virus Corona</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/19/320/2232671/harga-minyak-meroket-lawan-gelombang-kedua-virus-corona</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/19/320/2232671/harga-minyak-meroket-lawan-gelombang-kedua-virus-corona</guid><pubDate>Jum'at 19 Juni 2020 07:36 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/19/320/2232671/harga-minyak-meroket-lawan-gelombang-kedua-virus-corona-o0sZ35lY9Y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga Minyak (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/19/320/2232671/harga-minyak-meroket-lawan-gelombang-kedua-virus-corona-o0sZ35lY9Y.jpg</image><title>Harga Minyak (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia naik pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB) didukung pertemuan panel OPEC dan sekutunya untuk memangkas produksi minyak.

Kenaikan harga minyak di tengah pasar tetap khawatir soal lonjakan  kasus baru virus corona yang dilaporkan terjadi di beberapa negara bagian Amerika Serikat dan China.

Melansir Reuters Jakarta, Jumat (19/6/2020), harga minyak mentah Brent berjangka berakhir naik 80 sen atau hampir 2 % menjadi USD41,51 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berjangka naik 88 sen atau 2,3% menjadi USD38,84 per barel.

&quot;Anda akan melihat lebih banyak kepatuhan OPEC,&quot; kata Phil Flynn, analis minyak senior di Price Futures Group di Chicago.

&quot;Saya pikir harga minyak akan jauh lebih tinggi jika bukan karena ketakutan virus korona ini,&quot; ujarnya.

Panel OPEC + menekan negara-negara seperti Irak dan Kazakhstan untuk mematuhi pemotongan produksi minyak yang lebih baik dan membiarkan pintu terbuka untuk memperpanjang atau mengurangi pembatasan produksi yang tercatat mulai Agustus.
Panel itu dikenal sebagai Komite Pengawasan Bersama Gabungan (JMMC)  menyarankan OPEC + untuk bertemu lagi pada 15 Juli, ketika  merekomendasikan tingkat pemotongan berikutnya yang dirancang untuk  mendukung harga minyak yang dihantam pandemi coronavirus.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutu yang dikenal sebagai  OPEC + telah memangkas produksi sejak Mei dengan rekor 9,7 juta barel  per hari (bpd) atau 10% dari pasokan global, setelah permintaan minyak  anjlok hingga sepertiga.

Diskusi hari Kamis tidak mungkin untuk merekomendasikan perpanjangan  pemotongan rekor menjadi Agustus, kata sumber. Kepatuhan OPEC + dengan  komitmen pengurangan produksi pada bulan Mei adalah 87%, dua sumber OPEC  mengatakan.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia naik pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB) didukung pertemuan panel OPEC dan sekutunya untuk memangkas produksi minyak.

Kenaikan harga minyak di tengah pasar tetap khawatir soal lonjakan  kasus baru virus corona yang dilaporkan terjadi di beberapa negara bagian Amerika Serikat dan China.

Melansir Reuters Jakarta, Jumat (19/6/2020), harga minyak mentah Brent berjangka berakhir naik 80 sen atau hampir 2 % menjadi USD41,51 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berjangka naik 88 sen atau 2,3% menjadi USD38,84 per barel.

&quot;Anda akan melihat lebih banyak kepatuhan OPEC,&quot; kata Phil Flynn, analis minyak senior di Price Futures Group di Chicago.

&quot;Saya pikir harga minyak akan jauh lebih tinggi jika bukan karena ketakutan virus korona ini,&quot; ujarnya.

Panel OPEC + menekan negara-negara seperti Irak dan Kazakhstan untuk mematuhi pemotongan produksi minyak yang lebih baik dan membiarkan pintu terbuka untuk memperpanjang atau mengurangi pembatasan produksi yang tercatat mulai Agustus.
Panel itu dikenal sebagai Komite Pengawasan Bersama Gabungan (JMMC)  menyarankan OPEC + untuk bertemu lagi pada 15 Juli, ketika  merekomendasikan tingkat pemotongan berikutnya yang dirancang untuk  mendukung harga minyak yang dihantam pandemi coronavirus.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutu yang dikenal sebagai  OPEC + telah memangkas produksi sejak Mei dengan rekor 9,7 juta barel  per hari (bpd) atau 10% dari pasokan global, setelah permintaan minyak  anjlok hingga sepertiga.

Diskusi hari Kamis tidak mungkin untuk merekomendasikan perpanjangan  pemotongan rekor menjadi Agustus, kata sumber. Kepatuhan OPEC + dengan  komitmen pengurangan produksi pada bulan Mei adalah 87%, dua sumber OPEC  mengatakan.</content:encoded></item></channel></rss>
