<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ganjil-Genap di Pasar Tak Efektif Cegah Covid-19?</title><description>Abdullah Mansuri menyesalkan adanya kebijakan penerapan kios ganjil-genap di pasar tradisional di wilayah Ibu Kota.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/19/320/2232854/ganjil-genap-di-pasar-tak-efektif-cegah-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/19/320/2232854/ganjil-genap-di-pasar-tak-efektif-cegah-covid-19"/><item><title>Ganjil-Genap di Pasar Tak Efektif Cegah Covid-19?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/19/320/2232854/ganjil-genap-di-pasar-tak-efektif-cegah-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/19/320/2232854/ganjil-genap-di-pasar-tak-efektif-cegah-covid-19</guid><pubDate>Jum'at 19 Juni 2020 13:32 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/19/320/2232854/ganjil-genap-di-pasar-tak-efektif-cegah-covid-19-QfTIU6bAyQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pasar Tradisional (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/19/320/2232854/ganjil-genap-di-pasar-tak-efektif-cegah-covid-19-QfTIU6bAyQ.jpg</image><title>Pasar Tradisional (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Abdullah Mansuri menyesalkan adanya kebijakan penerapan kios ganjil-genap di pasar tradisional di wilayah Ibu Kota. Pasalnya, itu malah akan membuat kerumunan di suatu pasar pada jam-jam tertentu.
&amp;ldquo;Memaksa pedagang dengan sistem ganjil-genap bukan hal yang bijaksana. Kalau (kios) banyak, buka semua, maka tidak akan ada kepadatan,&amp;rdquo; kata Abdullah dalam acara Market Review di IDX Channel, Jumat (19/6/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Heboh Pasar Ramai Pengunjung, Toko-Toko di Pasar Ini Justru Memilih Tutup&amp;nbsp;
Dirinya menjelaskan, sebaiknya pemerintah mengajak seluruh pedagang untuk duduk bareng mengatasi permasalahan tersebut. Sebab, pedagang dirasa kurang mendapatkan sosialisasi dari pemegang kebijakan dalam menerapkan sistem kios ganjil-genap di pasar tradisional.
&amp;ldquo;Sosialisasi tidak dilakukan dengan baik. Langkah protokol penyebaran Covid-19 ini harus dilakukan secara kebersamaan,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pasar Mulai Ramai, Presiden Jokowi: Jaga Jarak dan Pakai Masker&amp;nbsp;
Dia mengaku akan mematuhi segala peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah daerah terkait operasional di pasar tradisional. Namun, penetapan itu harus dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah dan para pedagang.
&amp;ldquo;Harus ada sosialisasi yang masif, bukan hanya kebijakan Pasar Jaya, tapi ini juga jadi kebijakan pedagang, mereka adalah pemilik saham di pasar,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xOC8xLzEyMTQ4MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyebut aturan toko ganjil-genap di pasar tradisional demi mencegah penyebaran Covid-19. Dia mengancam akan kembali menutup kegiatan di pasar, jika pedagang tak mau mematuhi aturan tersebut.
&amp;ldquo;Kenapa kios ganjil-genap? Supaya kios dalam pasar lebih terkendali. Untuk menyelamatkan para pedagang dan pembeli semuanya. Kalau mau ikut aturan, kami buka sekarang, kalau tidak akan kami tutup,&amp;rdquo; kata Anies, beberapa waktu lalu.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Abdullah Mansuri menyesalkan adanya kebijakan penerapan kios ganjil-genap di pasar tradisional di wilayah Ibu Kota. Pasalnya, itu malah akan membuat kerumunan di suatu pasar pada jam-jam tertentu.
&amp;ldquo;Memaksa pedagang dengan sistem ganjil-genap bukan hal yang bijaksana. Kalau (kios) banyak, buka semua, maka tidak akan ada kepadatan,&amp;rdquo; kata Abdullah dalam acara Market Review di IDX Channel, Jumat (19/6/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Heboh Pasar Ramai Pengunjung, Toko-Toko di Pasar Ini Justru Memilih Tutup&amp;nbsp;
Dirinya menjelaskan, sebaiknya pemerintah mengajak seluruh pedagang untuk duduk bareng mengatasi permasalahan tersebut. Sebab, pedagang dirasa kurang mendapatkan sosialisasi dari pemegang kebijakan dalam menerapkan sistem kios ganjil-genap di pasar tradisional.
&amp;ldquo;Sosialisasi tidak dilakukan dengan baik. Langkah protokol penyebaran Covid-19 ini harus dilakukan secara kebersamaan,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pasar Mulai Ramai, Presiden Jokowi: Jaga Jarak dan Pakai Masker&amp;nbsp;
Dia mengaku akan mematuhi segala peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah daerah terkait operasional di pasar tradisional. Namun, penetapan itu harus dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah dan para pedagang.
&amp;ldquo;Harus ada sosialisasi yang masif, bukan hanya kebijakan Pasar Jaya, tapi ini juga jadi kebijakan pedagang, mereka adalah pemilik saham di pasar,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xOC8xLzEyMTQ4MS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyebut aturan toko ganjil-genap di pasar tradisional demi mencegah penyebaran Covid-19. Dia mengancam akan kembali menutup kegiatan di pasar, jika pedagang tak mau mematuhi aturan tersebut.
&amp;ldquo;Kenapa kios ganjil-genap? Supaya kios dalam pasar lebih terkendali. Untuk menyelamatkan para pedagang dan pembeli semuanya. Kalau mau ikut aturan, kami buka sekarang, kalau tidak akan kami tutup,&amp;rdquo; kata Anies, beberapa waktu lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
