<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Astaga, Pedagang Pasar Banyak Mengira Covid-19 Teori Konspirasi</title><description>Protokol kesehatan perlu digencarkan pada pasar tradisional. Hal ini  dikarenakan banyaknya cluster baru di pasar tradisional  tersebut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/19/320/2232876/astaga-pedagang-pasar-banyak-mengira-covid-19-teori-konspirasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/19/320/2232876/astaga-pedagang-pasar-banyak-mengira-covid-19-teori-konspirasi"/><item><title>Astaga, Pedagang Pasar Banyak Mengira Covid-19 Teori Konspirasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/19/320/2232876/astaga-pedagang-pasar-banyak-mengira-covid-19-teori-konspirasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/19/320/2232876/astaga-pedagang-pasar-banyak-mengira-covid-19-teori-konspirasi</guid><pubDate>Jum'at 19 Juni 2020 13:53 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/19/320/2232876/astaga-pedagang-pasar-banyak-mengira-covid-19-teori-konspirasi-6ehlbY11xp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pasar (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/19/320/2232876/astaga-pedagang-pasar-banyak-mengira-covid-19-teori-konspirasi-6ehlbY11xp.jpg</image><title>Pasar (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Protokol kesehatan perlu digencarkan pada pasar tradisional. Hal ini dikarenakan banyaknya cluster-cluster baru di pasar tradisional tersebut.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Abdullah Mansuri mengimbau kepada Perumda Pasar Jaya untuk menyosialisasikan secara masif kepada para pedagang terkait bahayanya virus corona atau Covid-19. Pasalnya, kini situasinya banyak pedagang yang belum mengetahui kalau Covid-19 itu berbahaya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pedagang: Protokol Kesehatan Belum Bisa Diterapkan di Pasar Tradisional
&amp;ldquo;Kita harus jelaskan pada pedagang. Karena isu di bawah cukup masif. Mereka mengira corona hanya teori konspirasi, buatan manusia dan lain-lain. Butuh waktu untuk mengingatkan pedagang. Ini yang harus dilakukan bersama,&amp;rdquo; kata Abdullah dalam acara Market Review di IDX Channel, Jumat (19/6/2020).

Menurut dia, selain peran aktif dari pemerintah daerah dalam memberikan pemahaman kepada para pedagang, dibutuhkan juga dukungan dari seluruh pihak. Hal ini agar mereka menyadari dan mematuhi protokol kesehatan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Meski Obral Harga Petai, Pedagang di Pasar Ini Tak Dilirik 
&amp;ldquo;Ini yang harus dilakukan bersama. Harus ada semua pihak. Kelompok kepemudaan punya peran dalam rangka menjalani protokol kesehatan,&amp;rdquo; ujarnya.

Apabila para penjual sudah teredukasi, lanjut dia, maka tahapan selanjutnya adalah menerapkan aturan-aturan yang harus dijalani mereka saat beraktivitas di pasar tradisional. Dirinya menyebutkan, penerapan kios ganjil-genap tak efektif jika para pedagang pun belum diberikan wawasan agar terhindar dari serangan Covid-19.

&amp;ldquo;Libatkan mereka dalam proses menjaga pasar. Kalau kita sehat, maka ekonomi akan jauh lebih baik. Langkah-langkah ini harus didengungkan secara bersama,&amp;rdquo; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Protokol kesehatan perlu digencarkan pada pasar tradisional. Hal ini dikarenakan banyaknya cluster-cluster baru di pasar tradisional tersebut.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Abdullah Mansuri mengimbau kepada Perumda Pasar Jaya untuk menyosialisasikan secara masif kepada para pedagang terkait bahayanya virus corona atau Covid-19. Pasalnya, kini situasinya banyak pedagang yang belum mengetahui kalau Covid-19 itu berbahaya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pedagang: Protokol Kesehatan Belum Bisa Diterapkan di Pasar Tradisional
&amp;ldquo;Kita harus jelaskan pada pedagang. Karena isu di bawah cukup masif. Mereka mengira corona hanya teori konspirasi, buatan manusia dan lain-lain. Butuh waktu untuk mengingatkan pedagang. Ini yang harus dilakukan bersama,&amp;rdquo; kata Abdullah dalam acara Market Review di IDX Channel, Jumat (19/6/2020).

Menurut dia, selain peran aktif dari pemerintah daerah dalam memberikan pemahaman kepada para pedagang, dibutuhkan juga dukungan dari seluruh pihak. Hal ini agar mereka menyadari dan mematuhi protokol kesehatan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Meski Obral Harga Petai, Pedagang di Pasar Ini Tak Dilirik 
&amp;ldquo;Ini yang harus dilakukan bersama. Harus ada semua pihak. Kelompok kepemudaan punya peran dalam rangka menjalani protokol kesehatan,&amp;rdquo; ujarnya.

Apabila para penjual sudah teredukasi, lanjut dia, maka tahapan selanjutnya adalah menerapkan aturan-aturan yang harus dijalani mereka saat beraktivitas di pasar tradisional. Dirinya menyebutkan, penerapan kios ganjil-genap tak efektif jika para pedagang pun belum diberikan wawasan agar terhindar dari serangan Covid-19.

&amp;ldquo;Libatkan mereka dalam proses menjaga pasar. Kalau kita sehat, maka ekonomi akan jauh lebih baik. Langkah-langkah ini harus didengungkan secara bersama,&amp;rdquo; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
