<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menguat, Dolar AS Sentuh Level Tertinggi pada Bulan</title><description>Pasar difokuskan pada peningkatan kasus corona di banyak negara bagian AS</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/20/278/2233357/menguat-dolar-as-sentuh-level-tertinggi-pada-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/20/278/2233357/menguat-dolar-as-sentuh-level-tertinggi-pada-bulan"/><item><title>Menguat, Dolar AS Sentuh Level Tertinggi pada Bulan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/20/278/2233357/menguat-dolar-as-sentuh-level-tertinggi-pada-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/20/278/2233357/menguat-dolar-as-sentuh-level-tertinggi-pada-bulan</guid><pubDate>Sabtu 20 Juni 2020 07:27 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/20/278/2233357/menguat-dolar-as-sentuh-level-tertinggi-pada-bulan-OaJvsfnLAR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dolar AS Menguat (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/20/278/2233357/menguat-dolar-as-sentuh-level-tertinggi-pada-bulan-OaJvsfnLAR.jpg</image><title>Dolar AS Menguat (Foto: Okezone.com)</title></images><description>NEW YORK - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) menguat usai kekhawatiran gelombang kedua infeksi corona virus meningkatkan permintaan untuk aset safe-haven. Ini pun mendorong dolar AS menguat pada level mingguan terbaik dalam sebulan.
Pasar difokuskan pada peningkatan kasus corona di banyak negara bagian AS, serta infeksi baru yang terdeteksi di Beijing. Kekhawatiran pun meningkat untuk kembali ke karantina wilayah global atau lockdown.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dolar AS Tetap Perkasa di Tengah Gelombang Kedua Covid-19, Apa Rahasianya?
Indeks dolar punnaik 0,18% menjadi 97,61 pada perdagangan sore, mendekati level tertinggi sejak 2 Juni.
&amp;ldquo;Dengan Covid-19 dan bagaimana hubungannya dengan ekonomi, kita tahu bahwa hal ini tidak akan hilang dan kita harus belajar bagaimana mengatasi hal ini. Jadi dengan itu muncul sedikit risiko di pasar,&amp;rdquo; kata Pedagang Valuta Asing Tempus Juan Perez,  dilansir dari Reuters, Sabtu (20/6/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Minyak Meroket Lawan Gelombang Kedua Virus Corona
Meski demikian, dia menilai bagaimanapun dampak besar pada ekonomi Amerika dibandingkan dengan seluruh dunia pada akhirnya akan membebani dolar, terlepas dari daya tarik safe-haven.Euro sedikit lebih turun 0,14% pada USD1,119, setelah pertemuan puncak Uni Eropa, di mana blok itu akan berusaha untuk menjembatani divisi regional melalui dana pemulihan coronavirus 750 miliar euro, mulai berjalan.
Kepala Bank Sentral Eropa Christine Lagarde mengatakan kepada para pemimpin Uni Eropa bahwa ekonomi mereka berada dalam kejatuhan dramatis dan menyerukan blok untuk bertindak mempelopori kebangkitan.</description><content:encoded>NEW YORK - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) menguat usai kekhawatiran gelombang kedua infeksi corona virus meningkatkan permintaan untuk aset safe-haven. Ini pun mendorong dolar AS menguat pada level mingguan terbaik dalam sebulan.
Pasar difokuskan pada peningkatan kasus corona di banyak negara bagian AS, serta infeksi baru yang terdeteksi di Beijing. Kekhawatiran pun meningkat untuk kembali ke karantina wilayah global atau lockdown.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dolar AS Tetap Perkasa di Tengah Gelombang Kedua Covid-19, Apa Rahasianya?
Indeks dolar punnaik 0,18% menjadi 97,61 pada perdagangan sore, mendekati level tertinggi sejak 2 Juni.
&amp;ldquo;Dengan Covid-19 dan bagaimana hubungannya dengan ekonomi, kita tahu bahwa hal ini tidak akan hilang dan kita harus belajar bagaimana mengatasi hal ini. Jadi dengan itu muncul sedikit risiko di pasar,&amp;rdquo; kata Pedagang Valuta Asing Tempus Juan Perez,  dilansir dari Reuters, Sabtu (20/6/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Minyak Meroket Lawan Gelombang Kedua Virus Corona
Meski demikian, dia menilai bagaimanapun dampak besar pada ekonomi Amerika dibandingkan dengan seluruh dunia pada akhirnya akan membebani dolar, terlepas dari daya tarik safe-haven.Euro sedikit lebih turun 0,14% pada USD1,119, setelah pertemuan puncak Uni Eropa, di mana blok itu akan berusaha untuk menjembatani divisi regional melalui dana pemulihan coronavirus 750 miliar euro, mulai berjalan.
Kepala Bank Sentral Eropa Christine Lagarde mengatakan kepada para pemimpin Uni Eropa bahwa ekonomi mereka berada dalam kejatuhan dramatis dan menyerukan blok untuk bertindak mempelopori kebangkitan.</content:encoded></item></channel></rss>
