<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bentar Lagi Kelar Nih, Proyek Bendungan Jokowi Ini Sudah 92%</title><description>Bendungan Pidekso di Kabupaten Wonogiri yang saat ini progres Tahap I mencapai 92%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/22/320/2234206/bentar-lagi-kelar-nih-proyek-bendungan-jokowi-ini-sudah-92</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/22/320/2234206/bentar-lagi-kelar-nih-proyek-bendungan-jokowi-ini-sudah-92"/><item><title>Bentar Lagi Kelar Nih, Proyek Bendungan Jokowi Ini Sudah 92%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/22/320/2234206/bentar-lagi-kelar-nih-proyek-bendungan-jokowi-ini-sudah-92</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/22/320/2234206/bentar-lagi-kelar-nih-proyek-bendungan-jokowi-ini-sudah-92</guid><pubDate>Senin 22 Juni 2020 18:15 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/22/320/2234206/bentar-lagi-kelar-nih-proyek-bendungan-jokowi-ini-sudah-92-WSD7W7pzym.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Bendungan (Foto: Dok. Kementerian PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/22/320/2234206/bentar-lagi-kelar-nih-proyek-bendungan-jokowi-ini-sudah-92-WSD7W7pzym.jpeg</image><title>Bendungan (Foto: Dok. Kementerian PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Pembangunan bendungan dilakukan di berbagai wilayah Indonesia, salah satunya di Provinsi Jawa Tengah untuk mendukung sebagai provinsi lumbung pangan nasional dan salah satunya Bendungan Pidekso di Kabupaten Wonogiri yang saat ini progres Tahap I mencapai 92%.
Pekerjaan pembangunan bendungan tidak dihentikan selama wabah pandemi Covid-19 untuk menjaga kesinambungan roda perekonomian, terutama penyediaan lapangan kerja bagi kontraktor, konsultan dan tenaga kerja konstruksi beserta kegiatan yang mengikutinya. Kegiatan pembangunan yang berlanjut pun diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pemulihan ekonomi nasional dalam tatanan baru (New Normal).
Baca Juga: Pentingnya Bendungan Tirtonadi Bagi Kota Solo
 
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Ditjen Sumber Daya Air tengah menyelesaikan pembangunannya Bendungan Pidekso di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Bendungan Pidekso merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di bidang Sumber Daya Air untuk mewujudkan ketahanan air dan pangan nasional.
&amp;ldquo;Bendungan multifungsi dengan kapasitas 25 juta meter kubik ini direncanakan mampu mengairi area irigasi seluas 1.500 hektar. Air irigasi dari bendungan akan meningkatkan Intensitas tanam dari 133 % (2000 Ha) ke 240% (3600 Ha). Diharapkan dengan selesainya bendungan ini nanti dapat mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 khususnya di bidang pertanian,&amp;rdquo; katanya dilansir dari laman Setkab, Senin (22/6/2020).
Baca Juga: Sudah 85,12%, Bendungan Pidekso Bisa Tambah Produktivitas Pertanian
 
Menurut Menteri Basuki, bendungan yang berada di hulu Sungai Bengawan Solo ini dibangun memiliki manfaat dalam rangka pengembangan infrastruktur penyediaan air irigasi 1500 Ha untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan penyediaan air baku 300 liter/detik di wilayah Kabupaten Wonogiri, Sukoharjo, Kota Solo dan sekitarnya. Selain irigasi, Pembangunan Bendungan Pidekso sangat diperlukan sebagai pengendali banjir dan sebagai lahan konservasi serta pariwisata sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.Bendungan Pidekso yang berlokasi di Kabupaten Wonogiri memiliki daya  tampung sebesar 25 juta meter kubik dikerjakan oleh kontraktor PT. PP  (Pembangunan Perumahan) dengan dana APBN sebesar Rp436,9 miliar dengan  masa pelaksanaan selama 2.549 hari kalender (2 Januari 15-25 Desember  2021). Sedangkan pelaksanaan efektif bagian bendungan dimulai pada  pertengahan tahun 2018. Bendungan ini ditargetkan selesai Tahap II pada  Desember 2021.
Selain itu bendungan ini memiliki memiliki saluran pelimpah  (spillway) di sandaran kiri bendungan. Dengan tipe ogee tanpa pintu  dengan lebar 55 meter. Bagian spillway dibagi menjadi 4 zona, yakni zona  inlet, zona transisi, zona chuteway, dan zona saluran pembawa. Adapun  tinggi bendungan utama dari bendungan ini 44 meter, lebar puncak 10  meter, panjang puncak total 387 meter, dan tipe urugan random.
Di Provinsi Jawa Tengah, Kementerian PUPR juga membangun tujuh  bendungan lainnya. Bendungan tersebut yakni Bendungan Logung di  Kabupaten Kudus dan Gondang di Kabupaten Karanganyar yang telah rampung.  Selanjutnya tengah dibangun Bendungan Bener di Kabupaten Purworejo,  Randugunting di Kabupaten Blora, Jlantah di Kabupaten Karanganyar,  Jragung di Kabupaten Demak, dan Bendungan Matenggeng di Kabupaten  Cilacap.</description><content:encoded>JAKARTA - Pembangunan bendungan dilakukan di berbagai wilayah Indonesia, salah satunya di Provinsi Jawa Tengah untuk mendukung sebagai provinsi lumbung pangan nasional dan salah satunya Bendungan Pidekso di Kabupaten Wonogiri yang saat ini progres Tahap I mencapai 92%.
Pekerjaan pembangunan bendungan tidak dihentikan selama wabah pandemi Covid-19 untuk menjaga kesinambungan roda perekonomian, terutama penyediaan lapangan kerja bagi kontraktor, konsultan dan tenaga kerja konstruksi beserta kegiatan yang mengikutinya. Kegiatan pembangunan yang berlanjut pun diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pemulihan ekonomi nasional dalam tatanan baru (New Normal).
Baca Juga: Pentingnya Bendungan Tirtonadi Bagi Kota Solo
 
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Ditjen Sumber Daya Air tengah menyelesaikan pembangunannya Bendungan Pidekso di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Bendungan Pidekso merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di bidang Sumber Daya Air untuk mewujudkan ketahanan air dan pangan nasional.
&amp;ldquo;Bendungan multifungsi dengan kapasitas 25 juta meter kubik ini direncanakan mampu mengairi area irigasi seluas 1.500 hektar. Air irigasi dari bendungan akan meningkatkan Intensitas tanam dari 133 % (2000 Ha) ke 240% (3600 Ha). Diharapkan dengan selesainya bendungan ini nanti dapat mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 khususnya di bidang pertanian,&amp;rdquo; katanya dilansir dari laman Setkab, Senin (22/6/2020).
Baca Juga: Sudah 85,12%, Bendungan Pidekso Bisa Tambah Produktivitas Pertanian
 
Menurut Menteri Basuki, bendungan yang berada di hulu Sungai Bengawan Solo ini dibangun memiliki manfaat dalam rangka pengembangan infrastruktur penyediaan air irigasi 1500 Ha untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan penyediaan air baku 300 liter/detik di wilayah Kabupaten Wonogiri, Sukoharjo, Kota Solo dan sekitarnya. Selain irigasi, Pembangunan Bendungan Pidekso sangat diperlukan sebagai pengendali banjir dan sebagai lahan konservasi serta pariwisata sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.Bendungan Pidekso yang berlokasi di Kabupaten Wonogiri memiliki daya  tampung sebesar 25 juta meter kubik dikerjakan oleh kontraktor PT. PP  (Pembangunan Perumahan) dengan dana APBN sebesar Rp436,9 miliar dengan  masa pelaksanaan selama 2.549 hari kalender (2 Januari 15-25 Desember  2021). Sedangkan pelaksanaan efektif bagian bendungan dimulai pada  pertengahan tahun 2018. Bendungan ini ditargetkan selesai Tahap II pada  Desember 2021.
Selain itu bendungan ini memiliki memiliki saluran pelimpah  (spillway) di sandaran kiri bendungan. Dengan tipe ogee tanpa pintu  dengan lebar 55 meter. Bagian spillway dibagi menjadi 4 zona, yakni zona  inlet, zona transisi, zona chuteway, dan zona saluran pembawa. Adapun  tinggi bendungan utama dari bendungan ini 44 meter, lebar puncak 10  meter, panjang puncak total 387 meter, dan tipe urugan random.
Di Provinsi Jawa Tengah, Kementerian PUPR juga membangun tujuh  bendungan lainnya. Bendungan tersebut yakni Bendungan Logung di  Kabupaten Kudus dan Gondang di Kabupaten Karanganyar yang telah rampung.  Selanjutnya tengah dibangun Bendungan Bener di Kabupaten Purworejo,  Randugunting di Kabupaten Blora, Jlantah di Kabupaten Karanganyar,  Jragung di Kabupaten Demak, dan Bendungan Matenggeng di Kabupaten  Cilacap.</content:encoded></item></channel></rss>
