<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Beda Pendapat Sri Mulyani dan Bos BI soal Rupiah, Kok Bisa? </title><description>Sri Mulyani merevisi posisi nilai tukar Rupiah dalam kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM-PPKF).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/22/320/2234344/beda-pendapat-sri-mulyani-dan-bos-bi-soal-rupiah-kok-bisa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/22/320/2234344/beda-pendapat-sri-mulyani-dan-bos-bi-soal-rupiah-kok-bisa"/><item><title>Beda Pendapat Sri Mulyani dan Bos BI soal Rupiah, Kok Bisa? </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/22/320/2234344/beda-pendapat-sri-mulyani-dan-bos-bi-soal-rupiah-kok-bisa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/22/320/2234344/beda-pendapat-sri-mulyani-dan-bos-bi-soal-rupiah-kok-bisa</guid><pubDate>Senin 22 Juni 2020 16:34 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/22/320/2234344/beda-pendapat-sri-mulyani-dan-bos-bi-soal-rupiah-kok-bisa-g2iMBasAML.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bos BI Perry Warjiyo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/22/320/2234344/beda-pendapat-sri-mulyani-dan-bos-bi-soal-rupiah-kok-bisa-g2iMBasAML.jpg</image><title>Bos BI Perry Warjiyo (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani merevisi posisi nilai tukar Rupiah dalam kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM-PPKF) 2021 dari yang sebelumnya Rp14.500-Rp15.500 per dolar Amerika Serikat (AS), menjadi Rp14.900 - Rp15.300 per dolar AS.

&quot;Jadi untuk nilai tukar Rupiah, sedikit menguat dari KEM-PPKF yang memang disusun pada situasi April saat votalitas tinggi. Sekarang kita mengusulkan pada Rp14.900 - Rp 15.300 per dolar Amerika Serikat (AS),&quot; ujar dia dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (22/6/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Banyak yang Nyinyir, Menko Luhut: 18% Ekonomi Dunia Dikuasai China&amp;nbsp;
Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) memproyeksi nilai tukar Rupiah akan mencapai Rp13.700 per USD sampai Rp14.300 per USD pada 2021.

&quot;Nilai tukar Rupiah pada 2021 diperkirakan menguat seiring dengan berbagai faktor positif yang terjadi. Hal itu termasuk aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik,&quot; ujar Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.

Kemudian lanjut dia penguatan Rupiah dengan tingginya imbal hasil aset keuangan domestik, membaik kepercayaan inevstor dan menurunnya ketidakpastian pasar keuangan global.

&quot;Rata-rata nilai tukar Rupiah pada tahun ini pada kisaran Rp14.000 sampai Rp 14.600 per dollar AS. Dan akan menguat pada kisaran Rp13.700 - Rp14.300 per dollar AS di 2021,&quot; jelas dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Menko Luhut: Bank Dunia Puji Ekonomi Indonesia di Tengah Covid-19&amp;nbsp;
Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengatakan sebaiknya pemerintah perlu belajar dari kondisi APBN 2018 dan APBN 2019. Hal itu seiring perbedaan proyeksi nilai tukar Rupiah.

&quot;APBN 2018 kita menentukan nilai tukar Rupiah yang tinggi, sementara realisasi rendah sehingga pemerintah mendapatkan windfall dari penerimaan negara mencapai 102% pada saat itu. Namun berbanding terbalik, bukan harga yang sama tapi realisasi berbeda dengan 2019. Sehigga tekanan terbalik juga terjadi,&quot; tandas dia.</description><content:encoded>
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani merevisi posisi nilai tukar Rupiah dalam kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM-PPKF) 2021 dari yang sebelumnya Rp14.500-Rp15.500 per dolar Amerika Serikat (AS), menjadi Rp14.900 - Rp15.300 per dolar AS.

&quot;Jadi untuk nilai tukar Rupiah, sedikit menguat dari KEM-PPKF yang memang disusun pada situasi April saat votalitas tinggi. Sekarang kita mengusulkan pada Rp14.900 - Rp 15.300 per dolar Amerika Serikat (AS),&quot; ujar dia dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (22/6/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Banyak yang Nyinyir, Menko Luhut: 18% Ekonomi Dunia Dikuasai China&amp;nbsp;
Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) memproyeksi nilai tukar Rupiah akan mencapai Rp13.700 per USD sampai Rp14.300 per USD pada 2021.

&quot;Nilai tukar Rupiah pada 2021 diperkirakan menguat seiring dengan berbagai faktor positif yang terjadi. Hal itu termasuk aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik,&quot; ujar Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.

Kemudian lanjut dia penguatan Rupiah dengan tingginya imbal hasil aset keuangan domestik, membaik kepercayaan inevstor dan menurunnya ketidakpastian pasar keuangan global.

&quot;Rata-rata nilai tukar Rupiah pada tahun ini pada kisaran Rp14.000 sampai Rp 14.600 per dollar AS. Dan akan menguat pada kisaran Rp13.700 - Rp14.300 per dollar AS di 2021,&quot; jelas dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Menko Luhut: Bank Dunia Puji Ekonomi Indonesia di Tengah Covid-19&amp;nbsp;
Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengatakan sebaiknya pemerintah perlu belajar dari kondisi APBN 2018 dan APBN 2019. Hal itu seiring perbedaan proyeksi nilai tukar Rupiah.

&quot;APBN 2018 kita menentukan nilai tukar Rupiah yang tinggi, sementara realisasi rendah sehingga pemerintah mendapatkan windfall dari penerimaan negara mencapai 102% pada saat itu. Namun berbanding terbalik, bukan harga yang sama tapi realisasi berbeda dengan 2019. Sehigga tekanan terbalik juga terjadi,&quot; tandas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
