<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tanda-Tanda Ekonomi Indonesia Negatif pada Kuartal II-2020</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 akan negatif akibat adanya pandemi virus corona atau Covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/22/320/2234372/tanda-tanda-ekonomi-indonesia-negatif-pada-kuartal-ii-2020</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/22/320/2234372/tanda-tanda-ekonomi-indonesia-negatif-pada-kuartal-ii-2020"/><item><title>Tanda-Tanda Ekonomi Indonesia Negatif pada Kuartal II-2020</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/22/320/2234372/tanda-tanda-ekonomi-indonesia-negatif-pada-kuartal-ii-2020</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/22/320/2234372/tanda-tanda-ekonomi-indonesia-negatif-pada-kuartal-ii-2020</guid><pubDate>Senin 22 Juni 2020 17:12 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/22/320/2234372/tanda-tanda-ekonomi-indonesia-negatif-pada-kuartal-ii-2020-6ZV8yGKUhd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tanda-Tanda Ekonomi Negatif (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/22/320/2234372/tanda-tanda-ekonomi-indonesia-negatif-pada-kuartal-ii-2020-6ZV8yGKUhd.jpg</image><title>Tanda-Tanda Ekonomi Negatif (Foto: Shutterstock)</title></images><description>
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 akan negatif akibat adanya pandemi virus corona atau Covid-19. Di mana ada beberapa indikator yang menyebabkan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 akan negatif.

&quot;Negatifnya ekonomi di kuartal II-2020 terlihat dari beberapa indikator, salah satunya adalah penjualan mobil yang terjun bebas 93,21%, sementara motor turun 79,31%. Dan juga dengan impor bahan baku,&quot; ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto pada saat rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Senin (22/6/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Beda Pendapat Sri Mulyani dan Bos BI soal Rupiah, Kok Bisa?&amp;nbsp;
Kemudian, lanjut dia, sinyal lainnya bisa dilihat dari jumlah penumpang angkutan transportasi. Di sektor udara terjadi penurunan 87,91% di kuartal II-2020

&quot;Jadi, pandemi Covid-19 telah membawa perubahan yang besar kepada perilaku masyarakat. Seperti dari mobilitas penduduk, pendapatan, dan perubahan pola konsumsi,&quot; jelas dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Banyak yang Nyinyir, Menko Luhut: 18% Ekonomi Dunia Dikuasai China&amp;nbsp;
Pertumbuhan ekonomi Indonesia 57% ditopang oleh konsumsi. Apabila melihat data itu, diperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2020 akan mengalami kontraksi.

&quot;Pertumbuhan ekonomi dengan melihat indikator yang ada sampai dengan Mei 2020, bisa dipastikan pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2020 akan mengalami kontraksi,&quot; ungkap dia.</description><content:encoded>
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 akan negatif akibat adanya pandemi virus corona atau Covid-19. Di mana ada beberapa indikator yang menyebabkan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 akan negatif.

&quot;Negatifnya ekonomi di kuartal II-2020 terlihat dari beberapa indikator, salah satunya adalah penjualan mobil yang terjun bebas 93,21%, sementara motor turun 79,31%. Dan juga dengan impor bahan baku,&quot; ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto pada saat rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Senin (22/6/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Beda Pendapat Sri Mulyani dan Bos BI soal Rupiah, Kok Bisa?&amp;nbsp;
Kemudian, lanjut dia, sinyal lainnya bisa dilihat dari jumlah penumpang angkutan transportasi. Di sektor udara terjadi penurunan 87,91% di kuartal II-2020

&quot;Jadi, pandemi Covid-19 telah membawa perubahan yang besar kepada perilaku masyarakat. Seperti dari mobilitas penduduk, pendapatan, dan perubahan pola konsumsi,&quot; jelas dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Banyak yang Nyinyir, Menko Luhut: 18% Ekonomi Dunia Dikuasai China&amp;nbsp;
Pertumbuhan ekonomi Indonesia 57% ditopang oleh konsumsi. Apabila melihat data itu, diperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2020 akan mengalami kontraksi.

&quot;Pertumbuhan ekonomi dengan melihat indikator yang ada sampai dengan Mei 2020, bisa dipastikan pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2020 akan mengalami kontraksi,&quot; ungkap dia.</content:encoded></item></channel></rss>
