<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Susun Daftar Belanja, Cara Hemat ke Mal agar Tidak Boros</title><description>Pusat perbelanjaan atau mal kini sudah mulai dibuka lagi namun dengan protokol kesehatan yang ketat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/22/320/2234403/susun-daftar-belanja-cara-hemat-ke-mal-agar-tidak-boros</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/22/320/2234403/susun-daftar-belanja-cara-hemat-ke-mal-agar-tidak-boros"/><item><title>Susun Daftar Belanja, Cara Hemat ke Mal agar Tidak Boros</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/22/320/2234403/susun-daftar-belanja-cara-hemat-ke-mal-agar-tidak-boros</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/22/320/2234403/susun-daftar-belanja-cara-hemat-ke-mal-agar-tidak-boros</guid><pubDate>Senin 22 Juni 2020 22:19 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/22/320/2234403/susun-daftar-belanja-cara-hemat-ke-mal-agar-tidak-boros-0v4GxoIZZb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Minimarket (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/22/320/2234403/susun-daftar-belanja-cara-hemat-ke-mal-agar-tidak-boros-0v4GxoIZZb.jpg</image><title>Minimarket (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pusat perbelanjaan atau mal kini sudah mulai dibuka lagi namun dengan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini menjadi kabar gembira bagi masyarakat mengingat yang sudah tidak sabar untuk belanja atau hanya sekedar refreshing
Namun keuangan anda harus diperhatikan agar dompet tidak jebol ketika belanja ke mal. Perencana Keuangan Andy Nugroho mengatakan, ketika belanja di Mal harus membeli barang-barang yang benar-benar dibutuhkan.
Baca juga: Milenial Bisa Jadi Miliarder, Ikuti Cara Ini
&quot;Jadi kita harus ingat-ingat oke yang kita budgeting adalah ada beberapa yang masuk juga dan itu harus kita ingat-ingat. Kita harus memisahkan mana yang benar-benar perlu, mana yang benar-benar butuh dibandingkan hanya sekedar keinginan saja,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (22/6/2020).
Oleh karena itu lanjut Andy, ketika akan berkunjung ke mal hendaknya sudah memiliki daftar barang apa saja yang akan dibelanjakan. Sehingga, tujuan untuk datang ke mal sudah jelas untuk membeli barang tersebut.
Baca juga: Milenial Atur Pengeluaran agar Tak Boncos di Masa Pandemi Covid-19
Hal itu berbeda ketika tidak memiliki daftar belanja atau hanya sekedar jalan-jalan saja. Ketika melihat barang-barang bagus dan diskon biasanya akan tergoda meskipun tidak terlalu dibutuhkan.
&quot;Misalnya tujuannya berbelanja itu tadi list kebutuhan belanja kita dipegang aja dibawa, kita bikin list dulu kita ke mal mau belanja apa saja sih biar enggak kemudian menjadi oh hliat barang lain jadi ingin ngambil lagi, ingin liat barang lain jadi ingin lagi ambil lagi,&quot; jelasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wNi8xLzEyMTM4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selain membuat daftar belanja, hendaknya juga mengalokasikan anggaran sesuai kemampuan. Sehingga, ketika melihat barang lain bisa sedikit di rem karena budget yang dimiliki terbatas.
&quot;Karena kita mesti ingat kita punya budget terbatas tadi.  Dalam beberapa kondisi misalnya ternyata enggak bisa menahan, walaupun sudah bikin list, sudah buat badget apa saja yang harus dibeli, kemudian sudah tahu saya harus mengutamakan kebutuhan dibandingkan keinginan, ternyata kemudian misalnya ada beberapa yang cenderung enggak bisa nahan apalagi lama enggak ke mal,&quot; kata Andy.Namun bagi beberapa orang, meskipun sudah diberi tahu mengenai barang  yang harus dibeli dan juga budget yang arus dikeluarkan, sering kali  ada yang tidak bisa menahan untuk membeli barang tersebut. Tak perlu  khawatir karena ada beberapa tips yang bisa dijalankan/
Misalnya adalah dengan membatasi uang yang dibawa saat bepergian ke  mal. Uang yang dibawa ke mal ini hanya untuk belanja kebutuhan yang ada  di dalam daftar yang sudah dibuat.
&quot;Membawa uang secukupnya? betul artinya membuat kita kalau mau beli ini beli itu duitnya sudah abis nih,&quot; ucapnya.
Sementara bagi mereka yang belanja dengan menggunakan kartu, maka  diisi kartu debitnya sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan kartu-kartu  lainnya termasuk kartu debit, kredit hingga e-wallet ditinggal di rumah  agar tidak tergoda dengan barang-barang lainnya yang kurang dibutuhkan.
&quot;Yang bisa dilakukan misalnya belanja pakai apa sih? misalnya saya  pakainya kartu debit misalnya gitu. Ya sudah yang jumlah uang yang ada  debit di rekening tersebut dipindahkan saja ke rekening lain. Misalnya  ke rekening yang lain yang kartunya itu tinggal di rumah saja. Kalau dia  punya e-wallet kosongin saja,&quot; kata Andy.</description><content:encoded>JAKARTA - Pusat perbelanjaan atau mal kini sudah mulai dibuka lagi namun dengan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini menjadi kabar gembira bagi masyarakat mengingat yang sudah tidak sabar untuk belanja atau hanya sekedar refreshing
Namun keuangan anda harus diperhatikan agar dompet tidak jebol ketika belanja ke mal. Perencana Keuangan Andy Nugroho mengatakan, ketika belanja di Mal harus membeli barang-barang yang benar-benar dibutuhkan.
Baca juga: Milenial Bisa Jadi Miliarder, Ikuti Cara Ini
&quot;Jadi kita harus ingat-ingat oke yang kita budgeting adalah ada beberapa yang masuk juga dan itu harus kita ingat-ingat. Kita harus memisahkan mana yang benar-benar perlu, mana yang benar-benar butuh dibandingkan hanya sekedar keinginan saja,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (22/6/2020).
Oleh karena itu lanjut Andy, ketika akan berkunjung ke mal hendaknya sudah memiliki daftar barang apa saja yang akan dibelanjakan. Sehingga, tujuan untuk datang ke mal sudah jelas untuk membeli barang tersebut.
Baca juga: Milenial Atur Pengeluaran agar Tak Boncos di Masa Pandemi Covid-19
Hal itu berbeda ketika tidak memiliki daftar belanja atau hanya sekedar jalan-jalan saja. Ketika melihat barang-barang bagus dan diskon biasanya akan tergoda meskipun tidak terlalu dibutuhkan.
&quot;Misalnya tujuannya berbelanja itu tadi list kebutuhan belanja kita dipegang aja dibawa, kita bikin list dulu kita ke mal mau belanja apa saja sih biar enggak kemudian menjadi oh hliat barang lain jadi ingin ngambil lagi, ingin liat barang lain jadi ingin lagi ambil lagi,&quot; jelasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8wNi8xLzEyMTM4OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selain membuat daftar belanja, hendaknya juga mengalokasikan anggaran sesuai kemampuan. Sehingga, ketika melihat barang lain bisa sedikit di rem karena budget yang dimiliki terbatas.
&quot;Karena kita mesti ingat kita punya budget terbatas tadi.  Dalam beberapa kondisi misalnya ternyata enggak bisa menahan, walaupun sudah bikin list, sudah buat badget apa saja yang harus dibeli, kemudian sudah tahu saya harus mengutamakan kebutuhan dibandingkan keinginan, ternyata kemudian misalnya ada beberapa yang cenderung enggak bisa nahan apalagi lama enggak ke mal,&quot; kata Andy.Namun bagi beberapa orang, meskipun sudah diberi tahu mengenai barang  yang harus dibeli dan juga budget yang arus dikeluarkan, sering kali  ada yang tidak bisa menahan untuk membeli barang tersebut. Tak perlu  khawatir karena ada beberapa tips yang bisa dijalankan/
Misalnya adalah dengan membatasi uang yang dibawa saat bepergian ke  mal. Uang yang dibawa ke mal ini hanya untuk belanja kebutuhan yang ada  di dalam daftar yang sudah dibuat.
&quot;Membawa uang secukupnya? betul artinya membuat kita kalau mau beli ini beli itu duitnya sudah abis nih,&quot; ucapnya.
Sementara bagi mereka yang belanja dengan menggunakan kartu, maka  diisi kartu debitnya sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan kartu-kartu  lainnya termasuk kartu debit, kredit hingga e-wallet ditinggal di rumah  agar tidak tergoda dengan barang-barang lainnya yang kurang dibutuhkan.
&quot;Yang bisa dilakukan misalnya belanja pakai apa sih? misalnya saya  pakainya kartu debit misalnya gitu. Ya sudah yang jumlah uang yang ada  debit di rekening tersebut dipindahkan saja ke rekening lain. Misalnya  ke rekening yang lain yang kartunya itu tinggal di rumah saja. Kalau dia  punya e-wallet kosongin saja,&quot; kata Andy.</content:encoded></item></channel></rss>
