<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bunga Acuan BI Turun, Sektor Properti Bisa 'Bergairah' Lagi</title><description>Sektor properti diproyeksi bisa bergairah kembali pasca Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/22/470/2234495/bunga-acuan-bi-turun-sektor-properti-bisa-bergairah-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/22/470/2234495/bunga-acuan-bi-turun-sektor-properti-bisa-bergairah-lagi"/><item><title>Bunga Acuan BI Turun, Sektor Properti Bisa 'Bergairah' Lagi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/22/470/2234495/bunga-acuan-bi-turun-sektor-properti-bisa-bergairah-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/22/470/2234495/bunga-acuan-bi-turun-sektor-properti-bisa-bergairah-lagi</guid><pubDate>Senin 22 Juni 2020 19:56 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/22/470/2234495/bunga-acuan-bi-turun-sektor-properti-bisa-bergairah-lagi-sAjgYfgaMW.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/22/470/2234495/bunga-acuan-bi-turun-sektor-properti-bisa-bergairah-lagi-sAjgYfgaMW.jpeg</image><title>Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Sektor properti diproyeksi bisa bergairah kembali pasca Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga. BI kembali memangkas suku bunga acuan BI 7-Days Reserve Repo Rate (BI 7DRRR) sebesar 25 basis poin menjadi 4,25%.
Pemangkasan ini dinilai membawa angin segar bagi perbaikan di sektor properti. Direktur Pusat Studi Properti Indonesia, Panangian Simanungkalit, menyatakan kebijakan BI itu dinilai sudah tepat dalam situasi seperti saat ini.
&amp;nbsp;Baca juga: Covid-19 Menyerang, Investasi Properti Asia Pasifik Turun 26% pada Kuartal I-2020
Dengan adanya pemangkasan suku bunga itu, diharapkan turut mendorong terjadinya pemulihan sektor properti di subsektor perumahan dan apartemen. Karena subsektor ini turut bergejolak akibat pandemi Covid-19. Dengan begitu, maka pemulihan pasar diharapkan akan terjadi pada kuartal IV/2020.
&quot;Pemangkasan (suku bunga) ini pastinya akan berpengaruh positif pada sektor properti khususnya pada pasar perumahan dan apartemen bagi end user. Karena penurunan suku bunga BI adalah dasar bagi bank untuk menurunkan tingkat bunga KPR maupun kredit konstruksi,&quot; katanya, dilansir dari Solopos, Senin (22/6/2020).
Baca juga: Industri Properti Pulih Paling Cepat di Kuartal IV-2020
Dia menyatakan pertumbuhan sektor properti tahun ini dipastikan menurun setidaknya hampir 60% dibandingkan dengan tahun lalu. Untuk itu, pemangkasan tersebut menjadi angin segar di tengah hantaman hebat akibat covid-19. Tahun ini, dia memproyeksikan pertumbuhan sektor properti hanya 2,4%.
Namun demikian, dia menyatakan bahwa dampak pemangkasan suku bunga acuan juga tak serta merta akan langsung terasa, akan tetapi perlu waktu transmisi dari penurunan suku bunga acuan BI ke kredit pemilikan rumah dan kredit konstruksi yang disebutnya kurang lebih sekitar 3 bulanan.&quot;Jadi, penurunan bunga acuan BI adalah sinyal perbaikan kondisi pemulihan sektor properti secara makro,&quot; ujarnya.
Adapun dalam merespons pemangkasan itu, pengembang disarankan fokus  untuk menggarap pasar bagi milenial dengan terus menggenjot pemasaran  dan kampanye soal pentingnya untuk membeli rumah saat ini. Dana yang  tersimpan karena tertundanya aktivitas traveling bisa dialokasikan untuk  membeli rumah.
Pengembang juga disarankan membuat program pemasaran dengan cara  pembayaran KPR bertenor panjang 25 tahun hingga 30 tahun supaya  menjangkau kantong para milenial. Kemudian, pengembang juga disarankan  meluncurkan produk-produk dengan desain minimalis yang simpel, kompak  dan mudah dirawat.</description><content:encoded>JAKARTA - Sektor properti diproyeksi bisa bergairah kembali pasca Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga. BI kembali memangkas suku bunga acuan BI 7-Days Reserve Repo Rate (BI 7DRRR) sebesar 25 basis poin menjadi 4,25%.
Pemangkasan ini dinilai membawa angin segar bagi perbaikan di sektor properti. Direktur Pusat Studi Properti Indonesia, Panangian Simanungkalit, menyatakan kebijakan BI itu dinilai sudah tepat dalam situasi seperti saat ini.
&amp;nbsp;Baca juga: Covid-19 Menyerang, Investasi Properti Asia Pasifik Turun 26% pada Kuartal I-2020
Dengan adanya pemangkasan suku bunga itu, diharapkan turut mendorong terjadinya pemulihan sektor properti di subsektor perumahan dan apartemen. Karena subsektor ini turut bergejolak akibat pandemi Covid-19. Dengan begitu, maka pemulihan pasar diharapkan akan terjadi pada kuartal IV/2020.
&quot;Pemangkasan (suku bunga) ini pastinya akan berpengaruh positif pada sektor properti khususnya pada pasar perumahan dan apartemen bagi end user. Karena penurunan suku bunga BI adalah dasar bagi bank untuk menurunkan tingkat bunga KPR maupun kredit konstruksi,&quot; katanya, dilansir dari Solopos, Senin (22/6/2020).
Baca juga: Industri Properti Pulih Paling Cepat di Kuartal IV-2020
Dia menyatakan pertumbuhan sektor properti tahun ini dipastikan menurun setidaknya hampir 60% dibandingkan dengan tahun lalu. Untuk itu, pemangkasan tersebut menjadi angin segar di tengah hantaman hebat akibat covid-19. Tahun ini, dia memproyeksikan pertumbuhan sektor properti hanya 2,4%.
Namun demikian, dia menyatakan bahwa dampak pemangkasan suku bunga acuan juga tak serta merta akan langsung terasa, akan tetapi perlu waktu transmisi dari penurunan suku bunga acuan BI ke kredit pemilikan rumah dan kredit konstruksi yang disebutnya kurang lebih sekitar 3 bulanan.&quot;Jadi, penurunan bunga acuan BI adalah sinyal perbaikan kondisi pemulihan sektor properti secara makro,&quot; ujarnya.
Adapun dalam merespons pemangkasan itu, pengembang disarankan fokus  untuk menggarap pasar bagi milenial dengan terus menggenjot pemasaran  dan kampanye soal pentingnya untuk membeli rumah saat ini. Dana yang  tersimpan karena tertundanya aktivitas traveling bisa dialokasikan untuk  membeli rumah.
Pengembang juga disarankan membuat program pemasaran dengan cara  pembayaran KPR bertenor panjang 25 tahun hingga 30 tahun supaya  menjangkau kantong para milenial. Kemudian, pengembang juga disarankan  meluncurkan produk-produk dengan desain minimalis yang simpel, kompak  dan mudah dirawat.</content:encoded></item></channel></rss>
