<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Tak Ingin Anggaran Negara Terkotak-kotak</title><description>Dari 428 program dalam APBN telah disederhanakan (simplify) menjadi 102 program</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/23/320/2234851/sri-mulyani-tak-ingin-anggaran-negara-terkotak-kotak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/23/320/2234851/sri-mulyani-tak-ingin-anggaran-negara-terkotak-kotak"/><item><title>Sri Mulyani Tak Ingin Anggaran Negara Terkotak-kotak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/23/320/2234851/sri-mulyani-tak-ingin-anggaran-negara-terkotak-kotak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/23/320/2234851/sri-mulyani-tak-ingin-anggaran-negara-terkotak-kotak</guid><pubDate>Selasa 23 Juni 2020 13:06 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/23/320/2234851/sri-mulyani-tak-ingin-anggaran-negara-terkotak-kotak-FfFtCHCTNm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/23/320/2234851/sri-mulyani-tak-ingin-anggaran-negara-terkotak-kotak-FfFtCHCTNm.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengajukan redesain sistem keuangan negara kepada Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dirinya melihat selama ini Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masing terkotak-kotak dan tidak efisien.
Sri Mulyani mengatakan, di dalam APBN selama ini ada sekira 428 program yang dilakukan Kementerian dan Lembaga (K/L), yang identik dengan unit eselon I pada masing-masing instansi negara.
Baca Juga:&amp;nbsp;Biaya Rapid Test Dikeluhkan, BPK Bakal Periksa Anggaran Covid-19
&quot;Jadi kalau satu kementerian ada lima eselon I, dia ada lima program. Padahal kalau dilihat tidak perlu lima program. Buat program  yang mendukung apa yang jadi program nasional,&quot; tuturnya, dalam rapat dengan Komisi XI DPR, Selasa (23/6/2020).
Dari 428 program telah disederhanakan (simplify) menjadi 102 program. Ada 1 program generaik, 17 program lintas K/L dan 84 program yang sifatnya spesifik  dari K/L.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tantangan Kelola APBN saat Corona, Sri Mulyani: Ini Peristiwa 100 Tahun Sekali
Sri Mulyani mencontohkan, di Kementerian Keuangan selama ini ada 12 program atau sesuai dengan nama unit eselon 1. Seperti dari Direktorat Jenderal Pajak itu program pajak, Direktorat Jendera Bea dan Cukai, bea cukai.
&quot;Kami redesain jadi lima program berdasarkan fungsi di APBN, program kebijakan fiskal dulu, program penerimaan negara, program belanja negara, program kekayaan negara dan program manajemen,&quot; tuturnya.Untuk itu, Sri Mulyani mengajukan redesain sistem keuangan negara supaya lebih efisien dan tidak terkotak-kotak pada program masing-masing eselon I K/L. Justru satu program yang tujuannya sama sehingga bisa fokus utamanya pada visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden.
&quot;Ini butuh sinergi, kalau anggaran dikotak-kotakan, biasa uang jadi kaku, eselon I, II, III. Untuk itu kita perlu juga untuk penganggaran diharapkan masih terintegrasi dan organisasi masih efisiensi,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengajukan redesain sistem keuangan negara kepada Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dirinya melihat selama ini Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masing terkotak-kotak dan tidak efisien.
Sri Mulyani mengatakan, di dalam APBN selama ini ada sekira 428 program yang dilakukan Kementerian dan Lembaga (K/L), yang identik dengan unit eselon I pada masing-masing instansi negara.
Baca Juga:&amp;nbsp;Biaya Rapid Test Dikeluhkan, BPK Bakal Periksa Anggaran Covid-19
&quot;Jadi kalau satu kementerian ada lima eselon I, dia ada lima program. Padahal kalau dilihat tidak perlu lima program. Buat program  yang mendukung apa yang jadi program nasional,&quot; tuturnya, dalam rapat dengan Komisi XI DPR, Selasa (23/6/2020).
Dari 428 program telah disederhanakan (simplify) menjadi 102 program. Ada 1 program generaik, 17 program lintas K/L dan 84 program yang sifatnya spesifik  dari K/L.
Baca Juga:&amp;nbsp;Tantangan Kelola APBN saat Corona, Sri Mulyani: Ini Peristiwa 100 Tahun Sekali
Sri Mulyani mencontohkan, di Kementerian Keuangan selama ini ada 12 program atau sesuai dengan nama unit eselon 1. Seperti dari Direktorat Jenderal Pajak itu program pajak, Direktorat Jendera Bea dan Cukai, bea cukai.
&quot;Kami redesain jadi lima program berdasarkan fungsi di APBN, program kebijakan fiskal dulu, program penerimaan negara, program belanja negara, program kekayaan negara dan program manajemen,&quot; tuturnya.Untuk itu, Sri Mulyani mengajukan redesain sistem keuangan negara supaya lebih efisien dan tidak terkotak-kotak pada program masing-masing eselon I K/L. Justru satu program yang tujuannya sama sehingga bisa fokus utamanya pada visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden.
&quot;Ini butuh sinergi, kalau anggaran dikotak-kotakan, biasa uang jadi kaku, eselon I, II, III. Untuk itu kita perlu juga untuk penganggaran diharapkan masih terintegrasi dan organisasi masih efisiensi,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
