<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Produksi Emas dan Batu Bara Turun Gegara Corona</title><description>Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut sektor pertambangan mulai terkena dampak dari covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/23/320/2235003/produksi-emas-dan-batu-bara-turun-gegara-corona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/23/320/2235003/produksi-emas-dan-batu-bara-turun-gegara-corona"/><item><title>Produksi Emas dan Batu Bara Turun Gegara Corona</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/23/320/2235003/produksi-emas-dan-batu-bara-turun-gegara-corona</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/23/320/2235003/produksi-emas-dan-batu-bara-turun-gegara-corona</guid><pubDate>Selasa 23 Juni 2020 15:51 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/23/320/2235003/produksi-emas-dan-batu-bara-turun-gegara-corona-lJiZVjHnXa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Emas (Foto: Ilustrasi Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/23/320/2235003/produksi-emas-dan-batu-bara-turun-gegara-corona-lJiZVjHnXa.jpg</image><title>Emas (Foto: Ilustrasi Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut sektor pertambangan mulai terkena dampak dari covid-19. Hal ini terlihat dari mulai terganggunya produksi dari beberapa perusahaan pertambangan.
Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Tata Kelola Minerba Irwandy Arif mengatakan, salah satu yang terganggu adalah produksi emas Antam. Hal ini diakibatkan oleh adanya penghentian operasional pada periode 27 Maret hingga 5 April.
&quot;Kemudian di 27 Maret sampai 5 April operasi pemurnian menjadi emas murni oleh PT Antam di Pulo Gadung itu agak terhenti,&quot; ujarnya dalam diskusi virtual, Selasa (23/6/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Masih Jadi Investasi Paling Aman, Harga Emas Naik 1%
Terganggunya produksi tidak hanya mengganggu stok di dalam negeri. Akan tetapi juga ekspor emas Antam mulai terganggu di luar memang ada beberapa negara yang masih menutup diri atau lock down karena corona.
&quot;Ini juga sedikit menghambat ekspor emas ke luar negeri. Dan pada awal April itu 2020 seperti yang saya katakan belum terasa signifikan,&quot; jelasnya.
Tak hanya itu, pada produksi batu bara pun kini mulai terganggu. Hal ini terlihat dari turunnya produksi batu bara hingga 10% pada periode Mei 2020.
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Emas Antam Naik Rp2.000, Paling Mahal Dijual Rp847 Juta
&quot;Nah kemudian batu bara ini, penurunannya sampai dengan Mei 2020 produksinya turun 10% dibandingkan periode yang sama tahun 2019,&quot; ucapnya.
Oleh karena itu, Kementerian ESDM mengeluarkan aturan Peraturan Menteri ESDM nomor 7 tahun 2020. Dalam aturan tersebut, disebutkan jika perusahaan boleh melakukan perubahan pada rencana produksinya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xNy8xLzEyMTQ2OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Permen ESDM juga nomor 7 tahun 2020 memungkinkan perusahaan untuk mengajukan perubahan atau peningkatan rencana produksi untuk ke depan. Kalau kita lihat di sini pengaruhnya belum terlalu besar sampai dengan April ini,&quot; kata Irwandy.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut sektor pertambangan mulai terkena dampak dari covid-19. Hal ini terlihat dari mulai terganggunya produksi dari beberapa perusahaan pertambangan.
Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Tata Kelola Minerba Irwandy Arif mengatakan, salah satu yang terganggu adalah produksi emas Antam. Hal ini diakibatkan oleh adanya penghentian operasional pada periode 27 Maret hingga 5 April.
&quot;Kemudian di 27 Maret sampai 5 April operasi pemurnian menjadi emas murni oleh PT Antam di Pulo Gadung itu agak terhenti,&quot; ujarnya dalam diskusi virtual, Selasa (23/6/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Masih Jadi Investasi Paling Aman, Harga Emas Naik 1%
Terganggunya produksi tidak hanya mengganggu stok di dalam negeri. Akan tetapi juga ekspor emas Antam mulai terganggu di luar memang ada beberapa negara yang masih menutup diri atau lock down karena corona.
&quot;Ini juga sedikit menghambat ekspor emas ke luar negeri. Dan pada awal April itu 2020 seperti yang saya katakan belum terasa signifikan,&quot; jelasnya.
Tak hanya itu, pada produksi batu bara pun kini mulai terganggu. Hal ini terlihat dari turunnya produksi batu bara hingga 10% pada periode Mei 2020.
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Emas Antam Naik Rp2.000, Paling Mahal Dijual Rp847 Juta
&quot;Nah kemudian batu bara ini, penurunannya sampai dengan Mei 2020 produksinya turun 10% dibandingkan periode yang sama tahun 2019,&quot; ucapnya.
Oleh karena itu, Kementerian ESDM mengeluarkan aturan Peraturan Menteri ESDM nomor 7 tahun 2020. Dalam aturan tersebut, disebutkan jika perusahaan boleh melakukan perubahan pada rencana produksinya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8wNi8xNy8xLzEyMTQ2OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Permen ESDM juga nomor 7 tahun 2020 memungkinkan perusahaan untuk mengajukan perubahan atau peningkatan rencana produksi untuk ke depan. Kalau kita lihat di sini pengaruhnya belum terlalu besar sampai dengan April ini,&quot; kata Irwandy.</content:encoded></item></channel></rss>
