<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>UMKM Harus Lakukan 5 Syarat Ini Agar Permohonan Modal Disetujui</title><description>Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sering terkendala akan permodalan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/23/320/2235011/umkm-harus-lakukan-5-syarat-ini-agar-permohonan-modal-disetujui</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/23/320/2235011/umkm-harus-lakukan-5-syarat-ini-agar-permohonan-modal-disetujui"/><item><title>UMKM Harus Lakukan 5 Syarat Ini Agar Permohonan Modal Disetujui</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/23/320/2235011/umkm-harus-lakukan-5-syarat-ini-agar-permohonan-modal-disetujui</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/23/320/2235011/umkm-harus-lakukan-5-syarat-ini-agar-permohonan-modal-disetujui</guid><pubDate>Selasa 23 Juni 2020 22:01 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/23/320/2235011/umkm-harus-lakukan-5-syarat-ini-agar-permohonan-modal-disetujui-xXItn5u9W6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/23/320/2235011/umkm-harus-lakukan-5-syarat-ini-agar-permohonan-modal-disetujui-xXItn5u9W6.jpg</image><title>Rupiah (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sering terkendala akan permodalan. Banyak pengusaha UMKM yang tak bisa melanjutkan ide bisnisnya karena hal tersebut.

Selain moda usaha sendiri, akses modal pun dinilai terbatas. Akan tetapi, tak selalu akses permodalan yang terbatas.

Dapat dimungkinkan bahwa bisnis kamulah yang belum siap. Sehingga, permohonan modal tidak disetujui.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Manfaatkan Investasi Amazon, UMKM Harus Naik Kelas dan Go Digital
Mengutip instagram Kemenkop UKM, Jakarta, Selasa (23/6/2020), oleh sebab itu, berikut persiapan yang harus dilakukan agar mendapatkan akses permodalan untuk UMKM:

 
1. Menghitung Kebutuhan Modal Bersasarkan Rencana Usaha
Hitung seksama kebutuhan modal yang dibutuhkan untuk mencapai target-target di rencana usaha, misalnya target kapasitas produksi, penjualan dan lain-lain. Rincikan pula, berapa modal untuk investasi, dan berapa untuk operasional.

Investasi terdiri dari membeli tanah, mesin dan urusan izin. Sedangkan, operasional adalah fee konsultan, gaji karyawan, air, listrik dan lain-lain.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Masih Banyak UMKM Belum Rasakan Stimulus Rp123,4 Triliun
 
2. Mengenal Ragam Akses Modal
Jenis akses modal ada yang bersifat pinjaman (harus dicicil dan kembalikan). Ada yang penanaman modal atau ekuitas (tidak perlu dikembalikan, tetapi berbagi kepemilikan dan pengendalian perusahaan).

Pelajari lebih kurangnya, dan tentukan mana yang perlu diprioritaskan untuk konteks kebutuhan perusahaan saat ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Go Digital, UMKM Diharapkan Bisa Naik Kelas
 
3. Menghitung Aset dan Nilai Perusahaan untuk Negosiasi
Perusahaan X memiliki total aset Rp1 miliar berupa aset tetap dan piutang (invoice). Karena timnya solid, omzet tahun terakhir Rp2 miliar.

Apakah layak dipinjamkan dana Rp2 miliar dicicil 3 tahun? Atau, layakkah disuntik dana Rp2 miliar untuk 10% saham?

Aset tidak sama dengan nilai perusahaan. Keduanya perlu dihitung dalam negosiasi dengan calon investor.

 
4. Mendiskusikan Detail Perjanjian dengan Calon Investor
Untuk pinjaman, aspek terpenting untuk didiskusikan adalah skema penghitungan bunga, jangka waktu pinjaman atau tenor, tanggal batas waktu cicilan, dan biaya lainnya.

Untuk ekuitas, yang penting adalah besaran suntikan modal dan saham yang diminta.Dukungan nonfinancial yang dapatkan diberi incvestor, penempatan direksi oleh investor.

 
5. Mengevaluasi Biaya Modal
Bunga pinjaman 12% per tahun apakah lebih mahal atau murah dibanding melepas saham 10%? Ada kebebasan jika meminjam modal  bank tidak menuntutu laporan selama pembayaran cicilan lancar.

Jika melepas saham, akan diminta laporan rutin, tapi perusahaan juga justru bisa mendapat masukan dari mitra investor. Murah atau mahalnya tidak dapat dinilai dari biaya dan manfaat nominal uang saja, aspek non uang juga perlu dievaluasi.</description><content:encoded>JAKARTA - Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sering terkendala akan permodalan. Banyak pengusaha UMKM yang tak bisa melanjutkan ide bisnisnya karena hal tersebut.

Selain moda usaha sendiri, akses modal pun dinilai terbatas. Akan tetapi, tak selalu akses permodalan yang terbatas.

Dapat dimungkinkan bahwa bisnis kamulah yang belum siap. Sehingga, permohonan modal tidak disetujui.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Manfaatkan Investasi Amazon, UMKM Harus Naik Kelas dan Go Digital
Mengutip instagram Kemenkop UKM, Jakarta, Selasa (23/6/2020), oleh sebab itu, berikut persiapan yang harus dilakukan agar mendapatkan akses permodalan untuk UMKM:

 
1. Menghitung Kebutuhan Modal Bersasarkan Rencana Usaha
Hitung seksama kebutuhan modal yang dibutuhkan untuk mencapai target-target di rencana usaha, misalnya target kapasitas produksi, penjualan dan lain-lain. Rincikan pula, berapa modal untuk investasi, dan berapa untuk operasional.

Investasi terdiri dari membeli tanah, mesin dan urusan izin. Sedangkan, operasional adalah fee konsultan, gaji karyawan, air, listrik dan lain-lain.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Masih Banyak UMKM Belum Rasakan Stimulus Rp123,4 Triliun
 
2. Mengenal Ragam Akses Modal
Jenis akses modal ada yang bersifat pinjaman (harus dicicil dan kembalikan). Ada yang penanaman modal atau ekuitas (tidak perlu dikembalikan, tetapi berbagi kepemilikan dan pengendalian perusahaan).

Pelajari lebih kurangnya, dan tentukan mana yang perlu diprioritaskan untuk konteks kebutuhan perusahaan saat ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Go Digital, UMKM Diharapkan Bisa Naik Kelas
 
3. Menghitung Aset dan Nilai Perusahaan untuk Negosiasi
Perusahaan X memiliki total aset Rp1 miliar berupa aset tetap dan piutang (invoice). Karena timnya solid, omzet tahun terakhir Rp2 miliar.

Apakah layak dipinjamkan dana Rp2 miliar dicicil 3 tahun? Atau, layakkah disuntik dana Rp2 miliar untuk 10% saham?

Aset tidak sama dengan nilai perusahaan. Keduanya perlu dihitung dalam negosiasi dengan calon investor.

 
4. Mendiskusikan Detail Perjanjian dengan Calon Investor
Untuk pinjaman, aspek terpenting untuk didiskusikan adalah skema penghitungan bunga, jangka waktu pinjaman atau tenor, tanggal batas waktu cicilan, dan biaya lainnya.

Untuk ekuitas, yang penting adalah besaran suntikan modal dan saham yang diminta.Dukungan nonfinancial yang dapatkan diberi incvestor, penempatan direksi oleh investor.

 
5. Mengevaluasi Biaya Modal
Bunga pinjaman 12% per tahun apakah lebih mahal atau murah dibanding melepas saham 10%? Ada kebebasan jika meminjam modal  bank tidak menuntutu laporan selama pembayaran cicilan lancar.

Jika melepas saham, akan diminta laporan rutin, tapi perusahaan juga justru bisa mendapat masukan dari mitra investor. Murah atau mahalnya tidak dapat dinilai dari biaya dan manfaat nominal uang saja, aspek non uang juga perlu dievaluasi.</content:encoded></item></channel></rss>
