<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perpajakan 2021 Ditargetkan Tumbuh 10,5% Padahal Tahun Ini Minus, Caranya?</title><description>Kementerian Keuangan menargetkan penerimaan perpajakan tumbuh di kisaran 2,5%-10,5% pada tahun 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/24/320/2235616/perpajakan-2021-ditargetkan-tumbuh-10-5-padahal-tahun-ini-minus-caranya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/24/320/2235616/perpajakan-2021-ditargetkan-tumbuh-10-5-padahal-tahun-ini-minus-caranya"/><item><title>Perpajakan 2021 Ditargetkan Tumbuh 10,5% Padahal Tahun Ini Minus, Caranya?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/24/320/2235616/perpajakan-2021-ditargetkan-tumbuh-10-5-padahal-tahun-ini-minus-caranya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/24/320/2235616/perpajakan-2021-ditargetkan-tumbuh-10-5-padahal-tahun-ini-minus-caranya</guid><pubDate>Rabu 24 Juni 2020 15:23 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/24/320/2235616/perpajakan-2021-ditargetkan-tumbuh-10-5-padahal-tahun-ini-minus-caranya-GBYizk8nmD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pajak (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/24/320/2235616/perpajakan-2021-ditargetkan-tumbuh-10-5-padahal-tahun-ini-minus-caranya-GBYizk8nmD.jpg</image><title>Pajak (Foto: Shutterstock)</title></images><description>
JAKARTA -  Kementerian Keuangan menargetkan penerimaan perpajakan tumbuh di kisaran 2,5%-10,5% pada tahun 2021. Angka itu naik drastis dibandingkan dengan outlook tahun ini yang minus 9,2%.

Menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu ada beberapa strategi yang akan dijalankan pemerintah dalam mengejar target penerimaan perpajakan di tahun 2021.

&quot;Jadi kita akan masuk reformasi perpajakan. Penerimaan perpajakan kita relatif rendah dibanding negara sebanding. Dan reformasi perpajakan ini tidak selesai dalam 1 tahun,&quot; ujar dia pada rapat kerja di Banggar DPR RI, Rabu (24/6/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Pertama Kali, Penerimaan Perpajakan Diprediksi Minus 9,2% di 2020&amp;nbsp;
Dia menjelaskan reformasi perpajakan ini, pemerintah akan melaksanakan penurunan tarif PPh badan dari 25% menjadi 22% dan turun lagi menjadi 20%. Hal itu dipastikan akan menurunkan penerimaan namun dalam jangka panjangnya bisa menambah subjek pajak di tanah air.

&quot;Kita perlu berkorban dulu beberapa tahun sehingga penerimaan perpajakan akan turun pasti. Namun harapannya itu membuat daya saing usaha di Indonesia semakin kompetitif. Dan bisa menunjang ketinggalan kita dibandingkan negara-negara yang menjadi pesaing seperti sekarang seperti Thailand, Vietnam, Filipina,&quot; ungkap dia.

Pihaknya juga akan meminimalisir perpajakan yang tidak adil, mengembangkan platform nasional logistik, pemanfaatan big data dalam menarik kewajiban perpajakan.

&quot;Kami belum bisa menerapkan ekstentifikasi dan intentifikasi di saat pandemi ini. Pemerintah justru akan melanjutkan beberapa stimulus atau insentif kepada dunia usaha di 2021, salah satunya penurunan tarif PPh Badan,&quot; jelas dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;New Normal, Sri Mulyani Cari Pajak Baru&amp;nbsp;
Dia juga menambahkan dengan strategi ini, pemerintah memasang asumsi penerimaan perpajakan di kisaran 2,5% sampai 10,5%.

&quot;Kami berharap 2021 punya 2 skenario, kita mempelajari ketidakpastian sehingga batas bawah kita taruh di 2,5% dan batas atasnya 10,5%,&quot; pungkas dia.
</description><content:encoded>
JAKARTA -  Kementerian Keuangan menargetkan penerimaan perpajakan tumbuh di kisaran 2,5%-10,5% pada tahun 2021. Angka itu naik drastis dibandingkan dengan outlook tahun ini yang minus 9,2%.

Menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu ada beberapa strategi yang akan dijalankan pemerintah dalam mengejar target penerimaan perpajakan di tahun 2021.

&quot;Jadi kita akan masuk reformasi perpajakan. Penerimaan perpajakan kita relatif rendah dibanding negara sebanding. Dan reformasi perpajakan ini tidak selesai dalam 1 tahun,&quot; ujar dia pada rapat kerja di Banggar DPR RI, Rabu (24/6/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Pertama Kali, Penerimaan Perpajakan Diprediksi Minus 9,2% di 2020&amp;nbsp;
Dia menjelaskan reformasi perpajakan ini, pemerintah akan melaksanakan penurunan tarif PPh badan dari 25% menjadi 22% dan turun lagi menjadi 20%. Hal itu dipastikan akan menurunkan penerimaan namun dalam jangka panjangnya bisa menambah subjek pajak di tanah air.

&quot;Kita perlu berkorban dulu beberapa tahun sehingga penerimaan perpajakan akan turun pasti. Namun harapannya itu membuat daya saing usaha di Indonesia semakin kompetitif. Dan bisa menunjang ketinggalan kita dibandingkan negara-negara yang menjadi pesaing seperti sekarang seperti Thailand, Vietnam, Filipina,&quot; ungkap dia.

Pihaknya juga akan meminimalisir perpajakan yang tidak adil, mengembangkan platform nasional logistik, pemanfaatan big data dalam menarik kewajiban perpajakan.

&quot;Kami belum bisa menerapkan ekstentifikasi dan intentifikasi di saat pandemi ini. Pemerintah justru akan melanjutkan beberapa stimulus atau insentif kepada dunia usaha di 2021, salah satunya penurunan tarif PPh Badan,&quot; jelas dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;New Normal, Sri Mulyani Cari Pajak Baru&amp;nbsp;
Dia juga menambahkan dengan strategi ini, pemerintah memasang asumsi penerimaan perpajakan di kisaran 2,5% sampai 10,5%.

&quot;Kami berharap 2021 punya 2 skenario, kita mempelajari ketidakpastian sehingga batas bawah kita taruh di 2,5% dan batas atasnya 10,5%,&quot; pungkas dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
