<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peringatan IMF: Resesi Ekonomi Lebih Besar Imbas Corona</title><description>IMF memandang resesi saat ini yang terburuk sejak depresi hebat pada 1930-an,</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/25/320/2235970/peringatan-imf-resesi-ekonomi-lebih-besar-imbas-corona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/25/320/2235970/peringatan-imf-resesi-ekonomi-lebih-besar-imbas-corona"/><item><title>Peringatan IMF: Resesi Ekonomi Lebih Besar Imbas Corona</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/25/320/2235970/peringatan-imf-resesi-ekonomi-lebih-besar-imbas-corona</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/25/320/2235970/peringatan-imf-resesi-ekonomi-lebih-besar-imbas-corona</guid><pubDate>Kamis 25 Juni 2020 07:25 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/25/320/2235970/peringatan-imf-resesi-ekonomi-lebih-besar-imbas-corona-A8HgatPjPi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemulihan Ekonomi Dunia Melambat Akibat Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/25/320/2235970/peringatan-imf-resesi-ekonomi-lebih-besar-imbas-corona-A8HgatPjPi.jpg</image><title>Pemulihan Ekonomi Dunia Melambat Akibat Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>WASHINGTON - Pandemi virus corona menyebabkan kegiatan ekonomi turun lebih dalam dari perkiraan. Dana Moneter Internasional pun memangkas perkiraan lanjutan terhadap perekonomian global 2020.
IMF memperkirakan output global 2020 menurun hingga 4,9% atau lebih dalam dibandingkan prediksi April 2020 dengan kontraksi 3,0%. Pemulihan ekonomi pada 2021 juga akan lebih lemah, dengan perkiraan tumbuh sebesar 5,4% atau menurun dibandingkan prediksi di bulan April 5,8%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ketidakpastian Pasar Keuangan Menurun, Begini Penjelasan Bos BI
Meskipun sudah banyak kegiatan ekonomi yang kembali dibuka, karakteristik untuk tetap jaga jarak sosial berkonspirasi menekan investasi dan konsumsi.
&quot;Mengingat ketidakpastian yang luar biasa ini, para pembuat kebijakan harus tetap waspada,&quot; Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath, dilansir dari Reuters, Kamis (25/6/2020).
IMF memandang resesi saat ini yang terburuk sejak depresi hebat pada 1930-an, di mana PDB global saat itu menyusut hingga 10%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Akhirnya BI Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 4,25%
Kendati demikian, Gopinath menilai upaya bahwa dukungan fiskal USD10 triliun dan pelonggaran besar-besaran oleh bank sentral dari berbagai negara  telah mencegah kebangkrutan dalam skala besar. Guna menjaga semua itu pun dibutuhkan lagi lebih banyak stimulus.
Sementara itu, ekonomi pada negara maju telah sangat terpukul, dengan output AS sekarang diperkirakan akan menyusut 8,0% dan zona euro 10,2% pada  2020.</description><content:encoded>WASHINGTON - Pandemi virus corona menyebabkan kegiatan ekonomi turun lebih dalam dari perkiraan. Dana Moneter Internasional pun memangkas perkiraan lanjutan terhadap perekonomian global 2020.
IMF memperkirakan output global 2020 menurun hingga 4,9% atau lebih dalam dibandingkan prediksi April 2020 dengan kontraksi 3,0%. Pemulihan ekonomi pada 2021 juga akan lebih lemah, dengan perkiraan tumbuh sebesar 5,4% atau menurun dibandingkan prediksi di bulan April 5,8%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Ketidakpastian Pasar Keuangan Menurun, Begini Penjelasan Bos BI
Meskipun sudah banyak kegiatan ekonomi yang kembali dibuka, karakteristik untuk tetap jaga jarak sosial berkonspirasi menekan investasi dan konsumsi.
&quot;Mengingat ketidakpastian yang luar biasa ini, para pembuat kebijakan harus tetap waspada,&quot; Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath, dilansir dari Reuters, Kamis (25/6/2020).
IMF memandang resesi saat ini yang terburuk sejak depresi hebat pada 1930-an, di mana PDB global saat itu menyusut hingga 10%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Akhirnya BI Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 4,25%
Kendati demikian, Gopinath menilai upaya bahwa dukungan fiskal USD10 triliun dan pelonggaran besar-besaran oleh bank sentral dari berbagai negara  telah mencegah kebangkrutan dalam skala besar. Guna menjaga semua itu pun dibutuhkan lagi lebih banyak stimulus.
Sementara itu, ekonomi pada negara maju telah sangat terpukul, dengan output AS sekarang diperkirakan akan menyusut 8,0% dan zona euro 10,2% pada  2020.</content:encoded></item></channel></rss>
