<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>71% Kondisi Ekonomi Masyarakat RI Lebih Buruk akibat Covid-19   </title><description>SMRC mengumunkan hasil penelitiannya terkait perekonomian rumah tangga akibat pandemi virus corona.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/25/320/2236288/71-kondisi-ekonomi-masyarakat-ri-lebih-buruk-akibat-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/25/320/2236288/71-kondisi-ekonomi-masyarakat-ri-lebih-buruk-akibat-covid-19"/><item><title>71% Kondisi Ekonomi Masyarakat RI Lebih Buruk akibat Covid-19   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/25/320/2236288/71-kondisi-ekonomi-masyarakat-ri-lebih-buruk-akibat-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/25/320/2236288/71-kondisi-ekonomi-masyarakat-ri-lebih-buruk-akibat-covid-19</guid><pubDate>Kamis 25 Juni 2020 16:08 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/25/320/2236288/71-kondisi-ekonomi-masyarakat-ri-lebih-buruk-akibat-covid-19-hZVkqDF8BD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kondisi Ekonomi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/25/320/2236288/71-kondisi-ekonomi-masyarakat-ri-lebih-buruk-akibat-covid-19-hZVkqDF8BD.jpg</image><title>Kondisi Ekonomi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengumunkan hasil penelitiannya terkait perekonomian rumah tangga akibat pandemi virus corona atau Covid-19 melanda Indonesia. Hasilnya, 71% warga merasa ekonominya lebih buruk sebelum ada wabah tersebut.

&amp;ldquo;Mayoritas warga, 71% merasa kondisi ekonomi rumah tangganya sekarang lebih buruk atau jauh lebih buruk dibanding sebelum ada wabah Covid-19. Sisanya, sekitar 19% merasa tidak ada perubahan, 9% merasa lebih baik, dan 1% tidak menjawab,&amp;rdquo; kata Direktur Media SMRC Ade Armando saat Presentasi Hasil Survei SMRC soal Kondisi Ekonomi Covid-19 dan Respons Pemerintah dalam diskusi virtual, Kamis (25/6/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Ramalan IMF: Hampir Seluruh Negara Ekonomi Minus tapi China Tumbuh 1%&amp;nbsp;
Dia menjelaskan, penyebab perekonomian rumah tangga memburuk karena mayoritas masyarakat mengalami penurunan pendapatan sejak pandemi Covid-19. Sebanyak 76% responden mengaku pendapatannya merosot tajam karena wabah itu juga terdampak ke krisis ekonomi.

&amp;ldquo;Mayoritas warga, 76% mengaku pendapatan merosot setelah adanya wabah,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;IMF: Ekonomi Indonesia Minus 0,3% di 2020 tapi Tahun Depan Tumbuh 6,1%&amp;nbsp;
Dia menambahkan, sekira 46% warga menilai perekonomiannya akan lebih baik setelah Covid-19 berakhir.

&amp;ldquo;Sekitar 46% warga menilai kondisi ekonomi rumah tangganya akan lebih baik setelah wabah Covid-19 berakhir, sementara yang menilai menjadi lebih buruk atau tidak ada perubahan 45%,&amp;rdquo; kata dia.

Sebagai informasi, survei itu dihasilkan melalui sambungan telepon pada 18-20 Juni 2020. Jumlah responden yang berhasil diwawancarai lewat telepon sebanyak 1.978 orang. Margin of error (moe) dalam laporan ini sebesar 2,2% pada tingkat kepercayaan sekira 95%.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengumunkan hasil penelitiannya terkait perekonomian rumah tangga akibat pandemi virus corona atau Covid-19 melanda Indonesia. Hasilnya, 71% warga merasa ekonominya lebih buruk sebelum ada wabah tersebut.

&amp;ldquo;Mayoritas warga, 71% merasa kondisi ekonomi rumah tangganya sekarang lebih buruk atau jauh lebih buruk dibanding sebelum ada wabah Covid-19. Sisanya, sekitar 19% merasa tidak ada perubahan, 9% merasa lebih baik, dan 1% tidak menjawab,&amp;rdquo; kata Direktur Media SMRC Ade Armando saat Presentasi Hasil Survei SMRC soal Kondisi Ekonomi Covid-19 dan Respons Pemerintah dalam diskusi virtual, Kamis (25/6/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Ramalan IMF: Hampir Seluruh Negara Ekonomi Minus tapi China Tumbuh 1%&amp;nbsp;
Dia menjelaskan, penyebab perekonomian rumah tangga memburuk karena mayoritas masyarakat mengalami penurunan pendapatan sejak pandemi Covid-19. Sebanyak 76% responden mengaku pendapatannya merosot tajam karena wabah itu juga terdampak ke krisis ekonomi.

&amp;ldquo;Mayoritas warga, 76% mengaku pendapatan merosot setelah adanya wabah,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;IMF: Ekonomi Indonesia Minus 0,3% di 2020 tapi Tahun Depan Tumbuh 6,1%&amp;nbsp;
Dia menambahkan, sekira 46% warga menilai perekonomiannya akan lebih baik setelah Covid-19 berakhir.

&amp;ldquo;Sekitar 46% warga menilai kondisi ekonomi rumah tangganya akan lebih baik setelah wabah Covid-19 berakhir, sementara yang menilai menjadi lebih buruk atau tidak ada perubahan 45%,&amp;rdquo; kata dia.

Sebagai informasi, survei itu dihasilkan melalui sambungan telepon pada 18-20 Juni 2020. Jumlah responden yang berhasil diwawancarai lewat telepon sebanyak 1.978 orang. Margin of error (moe) dalam laporan ini sebesar 2,2% pada tingkat kepercayaan sekira 95%.</content:encoded></item></channel></rss>
