<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Kesalahan saat Menyiapkan Tabungan Pendidikan, Jangan Sampai Terlambat!</title><description>Tabungan pendidikan anak adalah salah satu hal penting mengingat biaya pendidikan setiap tahun semakin mahal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/27/320/2237361/5-kesalahan-saat-menyiapkan-tabungan-pendidikan-jangan-sampai-terlambat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/27/320/2237361/5-kesalahan-saat-menyiapkan-tabungan-pendidikan-jangan-sampai-terlambat"/><item><title>5 Kesalahan saat Menyiapkan Tabungan Pendidikan, Jangan Sampai Terlambat!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/27/320/2237361/5-kesalahan-saat-menyiapkan-tabungan-pendidikan-jangan-sampai-terlambat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/27/320/2237361/5-kesalahan-saat-menyiapkan-tabungan-pendidikan-jangan-sampai-terlambat</guid><pubDate>Sabtu 27 Juni 2020 13:47 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/27/320/2237361/5-kesalahan-saat-menyiapkan-tabungan-pendidikan-jangan-sampai-terlambat-hGbeTeMj5M.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Trik Hemat (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/27/320/2237361/5-kesalahan-saat-menyiapkan-tabungan-pendidikan-jangan-sampai-terlambat-hGbeTeMj5M.jpg</image><title>Trik Hemat (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Tabungan pendidikan anak adalah salah satu hal penting mengingat biaya pendidikan setiap tahun semakin mahal. Setiap orangtua, pasti menginginkan anaknya bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Meski pendidikan makin tahun makin mahal, orangtua tetap mengusahakannya karena menyiapkan dana pendidikan anak memang sudah tugas orangtua.
Untuk itu, dana pendidikan anak harus disiapkan dari sekarang agar tidak kerepotan nantinya. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membantu menyiapkan dana pendidikan anak namun jangan sampai membuat kesalahan ya. Berikut adalah 5 kesalahan menyiapkan dana pendidikan yang dilansir dari Instagram school of parenting, Sabtu (27/6/2020):
Baca juga: Bicara Uang Suka Bikin Bertengkar, Berikut 5 Strategi Ajak Bicara Pasanganmu
Terlambat
Kesalahan pertama yang banyak dilakukan para orangtua adalah terlambat menyiapkan dana anak. Kita tentu tahu bahwa dana pendidikan adalah tujuan finansial yang mempunyai jangka waktu tertentu dan tidak dapat ditunda. Semakin besar usia anak, waktu yang kita siapkan untuk menyiapkan dana pendidikan anak akan semakin berkurang. Oleh karena itu, siapkan sejak awal. Dengan begitu, Anda bisa memaksimalkan dana pendidikan anak.
Menggunakan Referensi Jadul
Tidak sedikit orangtua yang masih menjadikan pengalaman pribadinya sebagai referensi untuk mendidik anak. Hal ini memang tidak salah. Akan tetapi, berkaitan dengan masalah finansial, referensi jaman dahulu (jadul)  bisa jadi sudah tidak sesuai dengan realitas sekarang karena pengaruh inflasi. Tiap tahun, kebutuhan pokok selalu ada kenaikan. Jika Anda hanya berpacu pada referensi jadul, dana yang sudah disiapkan mungkin tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan pendidikan si kecil.
Kebutuhan anak hari ini juga berbeda dengan 10 tahun lalu misalnya,apalagi bila dibandingkan dengan jaman ketika orang tua sekolah. Tidak berarti harus mewah atau berlebihan saat merencanakan kebutuhan pendidikan anak,sesuaikan saja dengan yang umum.
&amp;nbsp;Baca juga: Uang Pesangon Disarankan Tak untuk Investasi Emas, Apa Alasannya?
Salah Membeli Produk
Salah satu cara menyiapkan dana pendidikan anak adalah dengan menggunakan produk asuransi dan tabungan pendidikan. Cara ini tidak salah, asalkan Anda benar-benar tahu detail dari produk yang Anda beli. Pastikan manfaatnya sesuai dengan kebutuhan kita. Jangan sampai tertipu karena adanya label &amp;ldquo;pendidikan&amp;rdquo;-nya saja. Pahami dulu kebutuhan dan kemampuan finansial, setelah itu baru mencari dan membeli produk dana pendidikan yang sesuai.
Berutang
Berutang memang menjadi solusi yang paling banyak dipakai ketika  seseorang membutuhkan dana cepat, termasuk yang berkaitan dengan dana  pendidikan anak. Beberapa produk keuangan pun memberi kemudahan dalam  berutang. Akan tetapi, cara ini belum tentu efektif. Jika Anda  memutuskan berutang, Anda harus tahu bagaimana cara membayar cicilannya.  Setidaknya, Anda harus bijak dalam memutuskan apakah memang harus  berutang atau tidak.
Tidak berdiskusi dengan anak
Ketika anak-anak sudah beranjak dewasa, mereka akan mulai menentukan  pilihan pendidikannya sendiri. Misalnya, saat hendak masuk perguruan  tinggi. Pada masa ini, seharusnya orang tua mengajak diskusi anak  tentang pilihan universitas dan jurusannya. Universitas dan jurusan  tujuan tentu akan mempengaruhi biaya pendidikan yang harus dibayar.
Ketika kuliah, biaya pendidikan bukan satu-satunya komponen dalam  pendidikan. Anda juga harus memikirkan biaya tinggal (jika anak kuliah  di luar kota) biaya membeli buku dan alat tulis, serta biaya pendidikan  lain.
Supaya tidak mengalami kesulitan keuangan, perhatikan lima hal yang  dijelaskan di atas. Dengan begitu, kelak Anda masih bisa pergi liburan  meskipun tengah menyekolahkan anak.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Tabungan pendidikan anak adalah salah satu hal penting mengingat biaya pendidikan setiap tahun semakin mahal. Setiap orangtua, pasti menginginkan anaknya bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Meski pendidikan makin tahun makin mahal, orangtua tetap mengusahakannya karena menyiapkan dana pendidikan anak memang sudah tugas orangtua.
Untuk itu, dana pendidikan anak harus disiapkan dari sekarang agar tidak kerepotan nantinya. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membantu menyiapkan dana pendidikan anak namun jangan sampai membuat kesalahan ya. Berikut adalah 5 kesalahan menyiapkan dana pendidikan yang dilansir dari Instagram school of parenting, Sabtu (27/6/2020):
Baca juga: Bicara Uang Suka Bikin Bertengkar, Berikut 5 Strategi Ajak Bicara Pasanganmu
Terlambat
Kesalahan pertama yang banyak dilakukan para orangtua adalah terlambat menyiapkan dana anak. Kita tentu tahu bahwa dana pendidikan adalah tujuan finansial yang mempunyai jangka waktu tertentu dan tidak dapat ditunda. Semakin besar usia anak, waktu yang kita siapkan untuk menyiapkan dana pendidikan anak akan semakin berkurang. Oleh karena itu, siapkan sejak awal. Dengan begitu, Anda bisa memaksimalkan dana pendidikan anak.
Menggunakan Referensi Jadul
Tidak sedikit orangtua yang masih menjadikan pengalaman pribadinya sebagai referensi untuk mendidik anak. Hal ini memang tidak salah. Akan tetapi, berkaitan dengan masalah finansial, referensi jaman dahulu (jadul)  bisa jadi sudah tidak sesuai dengan realitas sekarang karena pengaruh inflasi. Tiap tahun, kebutuhan pokok selalu ada kenaikan. Jika Anda hanya berpacu pada referensi jadul, dana yang sudah disiapkan mungkin tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan pendidikan si kecil.
Kebutuhan anak hari ini juga berbeda dengan 10 tahun lalu misalnya,apalagi bila dibandingkan dengan jaman ketika orang tua sekolah. Tidak berarti harus mewah atau berlebihan saat merencanakan kebutuhan pendidikan anak,sesuaikan saja dengan yang umum.
&amp;nbsp;Baca juga: Uang Pesangon Disarankan Tak untuk Investasi Emas, Apa Alasannya?
Salah Membeli Produk
Salah satu cara menyiapkan dana pendidikan anak adalah dengan menggunakan produk asuransi dan tabungan pendidikan. Cara ini tidak salah, asalkan Anda benar-benar tahu detail dari produk yang Anda beli. Pastikan manfaatnya sesuai dengan kebutuhan kita. Jangan sampai tertipu karena adanya label &amp;ldquo;pendidikan&amp;rdquo;-nya saja. Pahami dulu kebutuhan dan kemampuan finansial, setelah itu baru mencari dan membeli produk dana pendidikan yang sesuai.
Berutang
Berutang memang menjadi solusi yang paling banyak dipakai ketika  seseorang membutuhkan dana cepat, termasuk yang berkaitan dengan dana  pendidikan anak. Beberapa produk keuangan pun memberi kemudahan dalam  berutang. Akan tetapi, cara ini belum tentu efektif. Jika Anda  memutuskan berutang, Anda harus tahu bagaimana cara membayar cicilannya.  Setidaknya, Anda harus bijak dalam memutuskan apakah memang harus  berutang atau tidak.
Tidak berdiskusi dengan anak
Ketika anak-anak sudah beranjak dewasa, mereka akan mulai menentukan  pilihan pendidikannya sendiri. Misalnya, saat hendak masuk perguruan  tinggi. Pada masa ini, seharusnya orang tua mengajak diskusi anak  tentang pilihan universitas dan jurusannya. Universitas dan jurusan  tujuan tentu akan mempengaruhi biaya pendidikan yang harus dibayar.
Ketika kuliah, biaya pendidikan bukan satu-satunya komponen dalam  pendidikan. Anda juga harus memikirkan biaya tinggal (jika anak kuliah  di luar kota) biaya membeli buku dan alat tulis, serta biaya pendidikan  lain.
Supaya tidak mengalami kesulitan keuangan, perhatikan lima hal yang  dijelaskan di atas. Dengan begitu, kelak Anda masih bisa pergi liburan  meskipun tengah menyekolahkan anak.</content:encoded></item></channel></rss>
