<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Antisipasi Membeludaknya Turis, 2.750 Rumah Tak Layak Huni Disulap Jadi Homestay</title><description>Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyiapkan dana Rp429,23 miliar untuk membedah 2.750 rumah tak layak huni.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/28/320/2237646/antisipasi-membeludaknya-turis-2-750-rumah-tak-layak-huni-disulap-jadi-homestay</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/28/320/2237646/antisipasi-membeludaknya-turis-2-750-rumah-tak-layak-huni-disulap-jadi-homestay"/><item><title>Antisipasi Membeludaknya Turis, 2.750 Rumah Tak Layak Huni Disulap Jadi Homestay</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/28/320/2237646/antisipasi-membeludaknya-turis-2-750-rumah-tak-layak-huni-disulap-jadi-homestay</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/28/320/2237646/antisipasi-membeludaknya-turis-2-750-rumah-tak-layak-huni-disulap-jadi-homestay</guid><pubDate>Minggu 28 Juni 2020 11:26 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/28/320/2237646/antisipasi-membeludaknya-turis-2-750-rumah-tak-layak-huni-disulap-jadi-homestay-zhxDlIGJ4O.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rumah Tak Layak Huni (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/28/320/2237646/antisipasi-membeludaknya-turis-2-750-rumah-tak-layak-huni-disulap-jadi-homestay-zhxDlIGJ4O.jpg</image><title>Rumah Tak Layak Huni (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyiapkan dana Rp429,23 miliar untuk membedah 2.750 rumah tak layak huni menjadi homestay atau penginapan. Program sarana hunian pariwisata (sarhunta) itu digelar guna menggenjot kunjungan wisawatan di Tanah Air.
Baca Juga:&amp;nbsp;New Normal di Destinasi Wisata Indonesia, Kemenparekraf Tekankan Kebersihan hingga Keamanan
Hal itu sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo kepada Menteri PUPR untuk mengembangkan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Bidang ini dinilai mampu menggerakkan perekonomian masyarakat pascapandemi.

&quot;Kami akan berupaya untuk mengubah wajah rumah-rumah di daerah KSPN agar mampu menarik para wisatawan lokal maupun asing untuk datang melalui program sarhunta ini,&quot; kata Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pulihkan Pariwisata New Normal, Berapa Dana Anggarannya?&amp;nbsp;
Khalawi menjelaskan program pembangunan rumah swadaya tersebut bukan berupa spot-spot tapi harus berkelompok dan mampu mengubah wajah gerbang masuk KSPN di Indonesia.

Total rumah yang menjadi target program sarhunta berada di KSPN Danau Toba (1.000 unit), Borobudur (350 unit), Mandalika (500 unit), Labuan Bajo (600 unit), dan Likupang (300 unit).

&quot;Kami targetkan pembangunan homestay dapat selesai tahun ini dan melaksanakan pembangunan rumah swadaya dengan mengikuti protokol kesehatan,&quot; ujar Khalawi.

Menurut Khalawi, pembangunan sarhunta dibagi menjadi dua yakni pertama, peningkatan kualitas rumah tak layak huni menjadi layak huni sebagai sarhunta. Berikutnya, peningkatan kualitas rumah tak layak huni di sepanjang koridor menuju lokasi pariwisata. Jumlah bantuan yang akan disalurkan untuk program peningkatan kualitas tersebut sebesar Rp90 juta.

Sedangkan, yang kedua adalah pembangunan rumah baru, pembangunan kembali ataupun perbaikan rumah tradisional di kawasan pariwisata. Model ini menerima bantuan dengan jumlah maksimal Rp180 juta.

Pelaksanaan program sarhunta ini nantinya akan dilaksanakan oleh Direktorat Rumah Swadaya Ditjen Perumahan. Demikian seperti dilansir Solopos, Jakarta, Minggu (28/6/2020).

Pembangunan rumah tak layak huni melalui program BSPS, lanjut Khalawi, juga dilaksanakan untuk mengantisipasi meningkatnya wisatawan ke lokasi KSPN dan mendukung tatanan normal baru di Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyiapkan dana Rp429,23 miliar untuk membedah 2.750 rumah tak layak huni menjadi homestay atau penginapan. Program sarana hunian pariwisata (sarhunta) itu digelar guna menggenjot kunjungan wisawatan di Tanah Air.
Baca Juga:&amp;nbsp;New Normal di Destinasi Wisata Indonesia, Kemenparekraf Tekankan Kebersihan hingga Keamanan
Hal itu sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo kepada Menteri PUPR untuk mengembangkan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Bidang ini dinilai mampu menggerakkan perekonomian masyarakat pascapandemi.

&quot;Kami akan berupaya untuk mengubah wajah rumah-rumah di daerah KSPN agar mampu menarik para wisatawan lokal maupun asing untuk datang melalui program sarhunta ini,&quot; kata Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pulihkan Pariwisata New Normal, Berapa Dana Anggarannya?&amp;nbsp;
Khalawi menjelaskan program pembangunan rumah swadaya tersebut bukan berupa spot-spot tapi harus berkelompok dan mampu mengubah wajah gerbang masuk KSPN di Indonesia.

Total rumah yang menjadi target program sarhunta berada di KSPN Danau Toba (1.000 unit), Borobudur (350 unit), Mandalika (500 unit), Labuan Bajo (600 unit), dan Likupang (300 unit).

&quot;Kami targetkan pembangunan homestay dapat selesai tahun ini dan melaksanakan pembangunan rumah swadaya dengan mengikuti protokol kesehatan,&quot; ujar Khalawi.

Menurut Khalawi, pembangunan sarhunta dibagi menjadi dua yakni pertama, peningkatan kualitas rumah tak layak huni menjadi layak huni sebagai sarhunta. Berikutnya, peningkatan kualitas rumah tak layak huni di sepanjang koridor menuju lokasi pariwisata. Jumlah bantuan yang akan disalurkan untuk program peningkatan kualitas tersebut sebesar Rp90 juta.

Sedangkan, yang kedua adalah pembangunan rumah baru, pembangunan kembali ataupun perbaikan rumah tradisional di kawasan pariwisata. Model ini menerima bantuan dengan jumlah maksimal Rp180 juta.

Pelaksanaan program sarhunta ini nantinya akan dilaksanakan oleh Direktorat Rumah Swadaya Ditjen Perumahan. Demikian seperti dilansir Solopos, Jakarta, Minggu (28/6/2020).

Pembangunan rumah tak layak huni melalui program BSPS, lanjut Khalawi, juga dilaksanakan untuk mengantisipasi meningkatnya wisatawan ke lokasi KSPN dan mendukung tatanan normal baru di Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
