<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PSBB, Penjualan BBM Pertamina Anjlok 50%</title><description>PT Pertamina (Persero) mengaku mengalami penurunan pada penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat pandemi virus corona.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/29/320/2238129/psbb-penjualan-bbm-pertamina-anjlok-50</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/06/29/320/2238129/psbb-penjualan-bbm-pertamina-anjlok-50"/><item><title>PSBB, Penjualan BBM Pertamina Anjlok 50%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/06/29/320/2238129/psbb-penjualan-bbm-pertamina-anjlok-50</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/06/29/320/2238129/psbb-penjualan-bbm-pertamina-anjlok-50</guid><pubDate>Senin 29 Juni 2020 13:47 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/29/320/2238129/psbb-penjualan-bbm-pertamina-anjlok-50-okLW2GERTz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BBM Ilustrasi (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/29/320/2238129/psbb-penjualan-bbm-pertamina-anjlok-50-okLW2GERTz.jpg</image><title>BBM Ilustrasi (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengaku mengalami penurunan pada penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat pandemi virus corona. Hingga saat ini, secara nasional penjualan BBM mengalami penurunan 25% hingga 26,5%

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, pandemi virus corona membuat penjualan mengalami tekanan. Berdasarkan data paparan, pada periode April-Juni rata-rata harian penjualan BBM retail turun sebesar 26,5% dibanding hari normal.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Selain Listrik, Subsidi Solar Turun Rp500/Liter pada 2021
&quot;Prognosis sampai akhir tahun ada penurunan secara nasional 25%,&quot; ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI, Senin (29/6/2020).

Untuk BBM industri dan aviasi secara keseluruhan, rata-rata penjualan April-Juni 2020 turun 24% dibanding rata-rata penjualan Januari-Februari 2020. Hal ini sesuai dengan skenario pemerintah untuk rpagnosa tahun ini
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ini Perbandingan Harga BBM Indonesia dengan Malaysia hingga Singapura
Menurut Nicke, salah satu yang dampaknya paling terasa ada penjualan di kota-kota besar di Indonesia. Misalya di DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat hingga Jawa Timur.

Sebab, di kota-kota besar di pulau Jawa itu menerpakan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal ini cukup berpengaruh karena mobilitas masyarakat dibatasi untuk mencegah penularan virus corona di Indonesia.

&quot;Daerah-daerah kota besar yang mengalami PSBB (penurunan penjualan BBM-nya) hampir 50%,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengaku mengalami penurunan pada penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat pandemi virus corona. Hingga saat ini, secara nasional penjualan BBM mengalami penurunan 25% hingga 26,5%

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, pandemi virus corona membuat penjualan mengalami tekanan. Berdasarkan data paparan, pada periode April-Juni rata-rata harian penjualan BBM retail turun sebesar 26,5% dibanding hari normal.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Selain Listrik, Subsidi Solar Turun Rp500/Liter pada 2021
&quot;Prognosis sampai akhir tahun ada penurunan secara nasional 25%,&quot; ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI, Senin (29/6/2020).

Untuk BBM industri dan aviasi secara keseluruhan, rata-rata penjualan April-Juni 2020 turun 24% dibanding rata-rata penjualan Januari-Februari 2020. Hal ini sesuai dengan skenario pemerintah untuk rpagnosa tahun ini
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ini Perbandingan Harga BBM Indonesia dengan Malaysia hingga Singapura
Menurut Nicke, salah satu yang dampaknya paling terasa ada penjualan di kota-kota besar di Indonesia. Misalya di DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat hingga Jawa Timur.

Sebab, di kota-kota besar di pulau Jawa itu menerpakan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal ini cukup berpengaruh karena mobilitas masyarakat dibatasi untuk mencegah penularan virus corona di Indonesia.

&quot;Daerah-daerah kota besar yang mengalami PSBB (penurunan penjualan BBM-nya) hampir 50%,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
