<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi Juni Diprediksi 0,04%</title><description>Badan Pusat Statistik bakal mengumumkan inflasi Juni pada hari ini. Adapun inflasi Juni diprediksi berada di kisaran 0,04%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/01/20/2239306/inflasi-juni-diprediksi-0-04</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/01/20/2239306/inflasi-juni-diprediksi-0-04"/><item><title>Inflasi Juni Diprediksi 0,04%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/01/20/2239306/inflasi-juni-diprediksi-0-04</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/01/20/2239306/inflasi-juni-diprediksi-0-04</guid><pubDate>Rabu 01 Juli 2020 10:33 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/01/20/2239306/inflasi-juni-diprediksi-0-04-ufOahAZWtd.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/01/20/2239306/inflasi-juni-diprediksi-0-04-ufOahAZWtd.jpeg</image><title>Inflasi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) bakal mengumumkan inflasi Juni pada hari ini. Adapun inflasi Juni diprediksi berada di kisaran 0,04%.
Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah mengatakan, rendahnya inflasi ini harus diwaspadai. Mengingat hal ini bukan sesuatu yang bagus melainkan karena daya beli melemah.
&amp;ldquo;Penyebabnya daya beli yang menurun. Jadi inflasi yang rendah bukan good news,&amp;rdquo; ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (1/6/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Inflasi Minggu Kedua Juni 2020 Diprediksi 0,02%
Menurut Pieter, ada beberapa hal yang menyebabkan inflasi pada bulan Juni. Pertama adalah karena harga sejumlah komoditas pangan mengalami penurunan.
&amp;ldquo;Penurunan harga sejumlah komoditas pangan seperti beras, bawang putih, gula dan cabai,&amp;rdquo; kata Pieter.
Sementara itu, pada kelompok sandang justru mengalami deflasi karena sudah lewat masa lebarannya. Sebab setiap tahunnya, komponen sandang selalu minus saat lebaran usai.
Baca Juga:&amp;nbsp;Fakta Inflasi Lebaran 2020 Terendah Sejak 1978
&amp;ldquo;Deflasi pada sandang karena sudah lewat masa lebaran. secara pattern tahunan, komponen sandang minus setelah lebaran,&amp;rdquo; ucapnya.
Meskipun deflasi, namun ada beberapa komponen pengeluaran yang mengalami kenaikan. Seperti pengeluaran perumahan seperti listrik, kesehatan dan perawatan pribadi.
&amp;ldquo;Meski terjadi deflasi pada beberapa komponen, namun untuk komponen pengeluaran perumahan, listrik (kenaikan TDL), kesehatan dan perawatan pribadi tetap naik, sehingga tetap terjadi inflasi namun rendah hanya 0.04%,&amp;rdquo; kata Pieter.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) bakal mengumumkan inflasi Juni pada hari ini. Adapun inflasi Juni diprediksi berada di kisaran 0,04%.
Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah mengatakan, rendahnya inflasi ini harus diwaspadai. Mengingat hal ini bukan sesuatu yang bagus melainkan karena daya beli melemah.
&amp;ldquo;Penyebabnya daya beli yang menurun. Jadi inflasi yang rendah bukan good news,&amp;rdquo; ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (1/6/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Inflasi Minggu Kedua Juni 2020 Diprediksi 0,02%
Menurut Pieter, ada beberapa hal yang menyebabkan inflasi pada bulan Juni. Pertama adalah karena harga sejumlah komoditas pangan mengalami penurunan.
&amp;ldquo;Penurunan harga sejumlah komoditas pangan seperti beras, bawang putih, gula dan cabai,&amp;rdquo; kata Pieter.
Sementara itu, pada kelompok sandang justru mengalami deflasi karena sudah lewat masa lebarannya. Sebab setiap tahunnya, komponen sandang selalu minus saat lebaran usai.
Baca Juga:&amp;nbsp;Fakta Inflasi Lebaran 2020 Terendah Sejak 1978
&amp;ldquo;Deflasi pada sandang karena sudah lewat masa lebaran. secara pattern tahunan, komponen sandang minus setelah lebaran,&amp;rdquo; ucapnya.
Meskipun deflasi, namun ada beberapa komponen pengeluaran yang mengalami kenaikan. Seperti pengeluaran perumahan seperti listrik, kesehatan dan perawatan pribadi.
&amp;ldquo;Meski terjadi deflasi pada beberapa komponen, namun untuk komponen pengeluaran perumahan, listrik (kenaikan TDL), kesehatan dan perawatan pribadi tetap naik, sehingga tetap terjadi inflasi namun rendah hanya 0.04%,&amp;rdquo; kata Pieter.</content:encoded></item></channel></rss>
