<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Di Hadapan DPR, Kepala Bappenas: Ada Eselon I Terima Bansos</title><description>Pemerintah terus memperbaiki sistem penyaluran bantuan sosial untuk masyarakat terdampak virus Corona atau Covid-19</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/01/320/2239728/di-hadapan-dpr-kepala-bappenas-ada-eselon-i-terima-bansos</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/01/320/2239728/di-hadapan-dpr-kepala-bappenas-ada-eselon-i-terima-bansos"/><item><title>Di Hadapan DPR, Kepala Bappenas: Ada Eselon I Terima Bansos</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/01/320/2239728/di-hadapan-dpr-kepala-bappenas-ada-eselon-i-terima-bansos</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/01/320/2239728/di-hadapan-dpr-kepala-bappenas-ada-eselon-i-terima-bansos</guid><pubDate>Rabu 01 Juli 2020 20:03 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/01/320/2239728/di-hadapan-dpr-kepala-bappenas-ada-eselon-i-terima-bansos-Ajj9VPO3vH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri PPN/Bappenas Suharso (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/01/320/2239728/di-hadapan-dpr-kepala-bappenas-ada-eselon-i-terima-bansos-Ajj9VPO3vH.jpg</image><title>Menteri PPN/Bappenas Suharso (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah terus memperbaiki sistem penyaluran bantuan sosial untuk masyarakat terdampak virus Corona atau Covid-19. Hal ini dikarenakan bantuan sosial masih ada yang tidak tepat sasaran.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN Bappenas), Suharso Monoarfa mengatakan bantuan sosial (bansos) yang seharusnya untuk masyarakat yang terdampak pandemi virus Corona atau Covid-19, masih ada yang tidak tepat sasaran di lapangan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menko Luhut Bawa Kabar Baik: Indonesia Naik Kelas
Menurutnya, salah satu penyebab tidak tepatnya sasarannya yakni lambatnya pendataan kependudukan. Dirinya bahkan mendapat laporan pejabat eselon I di kementeriannya dan sebagian orang kaya juga turut medapatkan bansos secara paksa.

&quot;Jadi, kita tau seperti orang-orang yang mampu rumahnya gedongan di Jakarta tapi dipaksa untuk menerima bansos. Bahkan di kantor saya eselon I dapat,&amp;rdquo; ujar dia dalam rapat dengar pendapat (RDP), Komisi VIII DPR RI, Rabu (1/7/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Mendag Beberkan Daftar Produk yang Tumbuh dan Pulih di Tengah Covid-19
Dia menegaskan kesalahan bukan terletak pada penerima bansos. Namun data yang tercatat sudah basi.

&quot;Mungkin yang dipakai data yang mana, bukan salah Kemensos, yang salah bukan dia yang salah. Di mana waktu pemutakhiran tahun berapa diambil KK untuk Jakarta kan aneh bin ajaib,&quot; jelas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah terus memperbaiki sistem penyaluran bantuan sosial untuk masyarakat terdampak virus Corona atau Covid-19. Hal ini dikarenakan bantuan sosial masih ada yang tidak tepat sasaran.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN Bappenas), Suharso Monoarfa mengatakan bantuan sosial (bansos) yang seharusnya untuk masyarakat yang terdampak pandemi virus Corona atau Covid-19, masih ada yang tidak tepat sasaran di lapangan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menko Luhut Bawa Kabar Baik: Indonesia Naik Kelas
Menurutnya, salah satu penyebab tidak tepatnya sasarannya yakni lambatnya pendataan kependudukan. Dirinya bahkan mendapat laporan pejabat eselon I di kementeriannya dan sebagian orang kaya juga turut medapatkan bansos secara paksa.

&quot;Jadi, kita tau seperti orang-orang yang mampu rumahnya gedongan di Jakarta tapi dipaksa untuk menerima bansos. Bahkan di kantor saya eselon I dapat,&amp;rdquo; ujar dia dalam rapat dengar pendapat (RDP), Komisi VIII DPR RI, Rabu (1/7/2020).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Mendag Beberkan Daftar Produk yang Tumbuh dan Pulih di Tengah Covid-19
Dia menegaskan kesalahan bukan terletak pada penerima bansos. Namun data yang tercatat sudah basi.

&quot;Mungkin yang dipakai data yang mana, bukan salah Kemensos, yang salah bukan dia yang salah. Di mana waktu pemutakhiran tahun berapa diambil KK untuk Jakarta kan aneh bin ajaib,&quot; jelas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
