<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berinvestasi saat Covid-19, Bersikap Agresif atau Defensif?</title><description>Musim pandemi Covid-19 membuat kamu takut akan berinvestasi. Bahkan,  banyak juga menarik langsung investasinya di saat wabah ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/03/320/2240705/berinvestasi-saat-covid-19-bersikap-agresif-atau-defensif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/03/320/2240705/berinvestasi-saat-covid-19-bersikap-agresif-atau-defensif"/><item><title>Berinvestasi saat Covid-19, Bersikap Agresif atau Defensif?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/03/320/2240705/berinvestasi-saat-covid-19-bersikap-agresif-atau-defensif</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/03/320/2240705/berinvestasi-saat-covid-19-bersikap-agresif-atau-defensif</guid><pubDate>Jum'at 03 Juli 2020 15:36 WIB</pubDate><dc:creator>Natasha Oktalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/03/320/2240705/berinvestasi-saat-covid-19-bersikap-agresif-atau-defensif-XdSSj9ee9e.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/03/320/2240705/berinvestasi-saat-covid-19-bersikap-agresif-atau-defensif-XdSSj9ee9e.jpg</image><title>Saham (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Musim pandemi Covid-19 membuat kamu takut akan berinvestasi. Bahkan, banyak juga menarik langsung investasinya di saat wabah ini.

Menurut Financial Planner Andhika Diskartes, dengan adanya pandemi Covid-19, kamu jangan bermain ke posisi dan sektor yang agresif. Hal ini dikarenakan bisnis-bisnis runtuh dalam 3 bulan ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pejalari Dua Model Investasi Ini Baru Liat Isi Dompetmu!
&quot;Berarti produk yang berhubungan bisnis pasti lumpuh. baik supply maupun demand,&quot; ujarnya dalam channel Youtube Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak Nufransa Wira Sakti, Jakarta, Jumat (3/7/2020).

Dirinya menjabarkan, sifat investor juga mempunyai dua tipe, ada yang agresif dan defensif. Hal ini tergantung akan kebutuhanmu ke depannya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kena PHK, Begini Cara Cerdas Kelola Uang Pesangon
Pertama, dirinya menjelaskan bahwa investor agresif pasti lebih ke saham. Namun, kalau di luar negeri lebih ke cryptocurrency.

&quot;Saran saya bagi teman-teman pemula, jangan terlalu agresif ke saham, karena sekarang itu suasananya tak mendukung,&quot; ujarnya.

Apalagi, pergerakan harga saham sangatlah fluktuatif. Dirinya mengimbau jangan tergiur cepat akan murahnya harga saham.

&quot;Saham lagi murah nih ayo masuk aja, tapi kita gak tahu &quot;batuk&quot;-nya sampai kapan, kita gak tau akan terjadi second wave atau apa,&quot; ujarnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Investasi Saham vs Buka Usaha? Belajar dari Drakor Itaewon Class Dulu
Sedangkan, lanjutnya, investor yang defensif pastinya akan lebih mencari aman. Nantinya, akan diarahkan ke obligasi hingga deposito.

&quot;Kalau masuk defensif, bapak di arahkan ke obligasi deposito dan sebagainya,&quot; ujarnya.

Oleh sebab itu, dirinya mengimbau untuk yang baru ingin berkecimpung di investasi, harus memperhatikan tipe-tipe tersebut. Hal ini agar tidak menimbulkan rasa trauma dan hilang napsu untuk berinvestasi kembali.</description><content:encoded>JAKARTA - Musim pandemi Covid-19 membuat kamu takut akan berinvestasi. Bahkan, banyak juga menarik langsung investasinya di saat wabah ini.

Menurut Financial Planner Andhika Diskartes, dengan adanya pandemi Covid-19, kamu jangan bermain ke posisi dan sektor yang agresif. Hal ini dikarenakan bisnis-bisnis runtuh dalam 3 bulan ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pejalari Dua Model Investasi Ini Baru Liat Isi Dompetmu!
&quot;Berarti produk yang berhubungan bisnis pasti lumpuh. baik supply maupun demand,&quot; ujarnya dalam channel Youtube Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak Nufransa Wira Sakti, Jakarta, Jumat (3/7/2020).

Dirinya menjabarkan, sifat investor juga mempunyai dua tipe, ada yang agresif dan defensif. Hal ini tergantung akan kebutuhanmu ke depannya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kena PHK, Begini Cara Cerdas Kelola Uang Pesangon
Pertama, dirinya menjelaskan bahwa investor agresif pasti lebih ke saham. Namun, kalau di luar negeri lebih ke cryptocurrency.

&quot;Saran saya bagi teman-teman pemula, jangan terlalu agresif ke saham, karena sekarang itu suasananya tak mendukung,&quot; ujarnya.

Apalagi, pergerakan harga saham sangatlah fluktuatif. Dirinya mengimbau jangan tergiur cepat akan murahnya harga saham.

&quot;Saham lagi murah nih ayo masuk aja, tapi kita gak tahu &quot;batuk&quot;-nya sampai kapan, kita gak tau akan terjadi second wave atau apa,&quot; ujarnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Investasi Saham vs Buka Usaha? Belajar dari Drakor Itaewon Class Dulu
Sedangkan, lanjutnya, investor yang defensif pastinya akan lebih mencari aman. Nantinya, akan diarahkan ke obligasi hingga deposito.

&quot;Kalau masuk defensif, bapak di arahkan ke obligasi deposito dan sebagainya,&quot; ujarnya.

Oleh sebab itu, dirinya mengimbau untuk yang baru ingin berkecimpung di investasi, harus memperhatikan tipe-tipe tersebut. Hal ini agar tidak menimbulkan rasa trauma dan hilang napsu untuk berinvestasi kembali.</content:encoded></item></channel></rss>
