<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Covid-19 Naik Terus, Indeks Dolar AS Melemah</title><description>Dolar melemah karena investor terus fokus pada peningkatan kasus virus  corona dan mempertimbangkan dampaknya terhadap pemulihan ekonomi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/04/278/2241047/kasus-covid-19-naik-terus-indeks-dolar-as-melemah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/04/278/2241047/kasus-covid-19-naik-terus-indeks-dolar-as-melemah"/><item><title>Kasus Covid-19 Naik Terus, Indeks Dolar AS Melemah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/04/278/2241047/kasus-covid-19-naik-terus-indeks-dolar-as-melemah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/04/278/2241047/kasus-covid-19-naik-terus-indeks-dolar-as-melemah</guid><pubDate>Sabtu 04 Juli 2020 09:28 WIB</pubDate><dc:creator>Natasha Oktalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/04/278/2241047/kasus-covid-19-naik-terus-indeks-dolar-as-melemah-2FKo3N95OJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kurs dolar AS (Foto: Ilustrasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/04/278/2241047/kasus-covid-19-naik-terus-indeks-dolar-as-melemah-2FKo3N95OJ.jpg</image><title>Kurs dolar AS (Foto: Ilustrasi Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indeks dolar AS melemah pada akhir perdagangan kemarin. Dolar melemah karena investor terus fokus pada peningkatan kasus virus corona dan mempertimbangkan dampaknya terhadap pemulihan ekonomi.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,10% pada 97,1762, dilansir dari Xinhua, Sabtu (4/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Dolar AS Balik Menguat di Tengah Kekhawatiran Kasus Baru Corona
Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1244 dari USD1,1234 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2476 dari USD1,2463 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,6942 dari USD0,6922.
Dolar AS membeli 107,47 yen Jepang, lebih rendah dari 107,55 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9448 franc Swiss dari 0,9457 franc Swiss, dan jatuh ke 1,3553 dolar Kanada dari 1,3578 dolar Kanada.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dolar AS Kian Lesu, Euro Menguat karena Cepatnya Pemulihan Ekonomi
Jumlah kasus corona virus terus meningkat di Amerika Serikat. Hal ini menyebabkan beberapa negara menunda langkah-langkah pelonggaran lockdown.
Lebih dari 2,77 juta dikonfirmasi COVID-19 kasus telah dilaporkan di Amerika Serikat, dengan lebih dari 129.000 kematian, pada Jumat sore, menurut Pusat Sains dan Teknik Sistem di Universitas Johns Hopkins.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indeks dolar AS melemah pada akhir perdagangan kemarin. Dolar melemah karena investor terus fokus pada peningkatan kasus virus corona dan mempertimbangkan dampaknya terhadap pemulihan ekonomi.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,10% pada 97,1762, dilansir dari Xinhua, Sabtu (4/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Dolar AS Balik Menguat di Tengah Kekhawatiran Kasus Baru Corona
Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1244 dari USD1,1234 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2476 dari USD1,2463 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,6942 dari USD0,6922.
Dolar AS membeli 107,47 yen Jepang, lebih rendah dari 107,55 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9448 franc Swiss dari 0,9457 franc Swiss, dan jatuh ke 1,3553 dolar Kanada dari 1,3578 dolar Kanada.
Baca Juga:&amp;nbsp;Dolar AS Kian Lesu, Euro Menguat karena Cepatnya Pemulihan Ekonomi
Jumlah kasus corona virus terus meningkat di Amerika Serikat. Hal ini menyebabkan beberapa negara menunda langkah-langkah pelonggaran lockdown.
Lebih dari 2,77 juta dikonfirmasi COVID-19 kasus telah dilaporkan di Amerika Serikat, dengan lebih dari 129.000 kematian, pada Jumat sore, menurut Pusat Sains dan Teknik Sistem di Universitas Johns Hopkins.</content:encoded></item></channel></rss>
