<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kalteng Punya Food Estate, Ditargetkan Rampung 2022</title><description>Pemerintah akan memulai menggarap lumbung pangan (food estate) di Kalimantan Tengah (Kalteng).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/04/320/2241039/kalteng-punya-food-estate-ditargetkan-rampung-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/04/320/2241039/kalteng-punya-food-estate-ditargetkan-rampung-2022"/><item><title>Kalteng Punya Food Estate, Ditargetkan Rampung 2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/04/320/2241039/kalteng-punya-food-estate-ditargetkan-rampung-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/04/320/2241039/kalteng-punya-food-estate-ditargetkan-rampung-2022</guid><pubDate>Sabtu 04 Juli 2020 08:41 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/04/320/2241039/kalteng-punya-food-estate-ditargetkan-rampung-2022-HmFzPRixPY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/04/320/2241039/kalteng-punya-food-estate-ditargetkan-rampung-2022-HmFzPRixPY.jpg</image><title>Petani (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;nbsp;JAKARTA - Pemerintah akan memulai menggarap lumbung pangan (food estate) di Kalimantan Tengah (Kalteng). Sebab, lumbung pangan seluas 148.000 hektare (ha) ini ditargetkan rampung pada 2022 mendatang.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, sebagai tahap awal pemerintah bakal mulai melakukan uji coba pada 28.000 hektare pada Oktober mendatang. Ditargetkan pengerjaan seluruhnya akan rampung 2022 mendatang.
&amp;ldquo;Kami programkan 2 tahun selesai. Jadi 2021-2022 semua sudah selesai,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian PUPR, dikutip Sabtu (4/7/2020).
Menurut Basuki, pihaknya bertugas untuk membangun jaringan irigasi. Setelah jaringan irigasi terbangun maka Kementerian Pertanian dipersilakan untuk mulai menanam.
Baca Juga:&amp;nbsp;Menko Airlangga Sebut Belanti Siam Bisa Jadi Pusat Ekonomi Kalteng
&quot;Setelah diperbaiki, beliau akan melakukan food culture practices. Ada mendatangkan bibitnya atau mungkin alsintan untuk menggarap tanahnya, pupuknya, dan beliau harus buat saluran cacing di dalam petak sawahnya karena di rawa,&quot; kata Basuki
Menurut Basuki, lumbung pangan tersebut rencananya akan berada di antara Sungai Kapuas dan Barito. Hal ini sangat aman karena memiliki jenis tanah aluvial.
Nantinya, lumbung pangan ini akan bekerja dengan mekanisasi secara keseluruhan. Sehingga, Kementan akan menggenjot penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) di lumbung pangan tersebut.
&quot;Jadi kami berdua bekerja erat, kemudian ada BUMN mendukung kami tapi aktornya adalah Kementerian Pertanian. Kami mendukung jaring-jaring irigasi karena kita mengembangkan lahan pertanian,&quot; jelasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Bangun Food Estate Tahap Pertama, Lahan 30.000 Ha Disiapkan
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Syahrul menjelaskan dengan mekanisasi secara keseluruhan, maka harapannya 1 Ha lahan sawah bisa digarap oleh 1 orang petani. Bahkan dengan mekanisasi yang lebih baik garapan ini bisa jauh lebih besar.
&amp;ldquo;Karena ini full mekanisasi, tapi paling tidak 2 Ha itu 1 orang. Tapi dengan mekanisasi yang lebih baik maka 1 orang bisa menangani 4 Ha, dari sana saja,&amp;rdquo; kafa Syahrul.
Lumbung pangan ini pun ditargetkan bisa memproduksi padi, hortikultura, sayur-sayuran, dan buah-buahan, serta memfasilitasi ternak. Harapannya, untuk setiap komoditas yang ditanam bisa bisa menghasilkan 5-6 ton per Ha.
&amp;ldquo;Targetnya 4-5 ton per Ha,&amp;rdquo; jelas Syahrul.</description><content:encoded>&amp;nbsp;JAKARTA - Pemerintah akan memulai menggarap lumbung pangan (food estate) di Kalimantan Tengah (Kalteng). Sebab, lumbung pangan seluas 148.000 hektare (ha) ini ditargetkan rampung pada 2022 mendatang.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, sebagai tahap awal pemerintah bakal mulai melakukan uji coba pada 28.000 hektare pada Oktober mendatang. Ditargetkan pengerjaan seluruhnya akan rampung 2022 mendatang.
&amp;ldquo;Kami programkan 2 tahun selesai. Jadi 2021-2022 semua sudah selesai,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian PUPR, dikutip Sabtu (4/7/2020).
Menurut Basuki, pihaknya bertugas untuk membangun jaringan irigasi. Setelah jaringan irigasi terbangun maka Kementerian Pertanian dipersilakan untuk mulai menanam.
Baca Juga:&amp;nbsp;Menko Airlangga Sebut Belanti Siam Bisa Jadi Pusat Ekonomi Kalteng
&quot;Setelah diperbaiki, beliau akan melakukan food culture practices. Ada mendatangkan bibitnya atau mungkin alsintan untuk menggarap tanahnya, pupuknya, dan beliau harus buat saluran cacing di dalam petak sawahnya karena di rawa,&quot; kata Basuki
Menurut Basuki, lumbung pangan tersebut rencananya akan berada di antara Sungai Kapuas dan Barito. Hal ini sangat aman karena memiliki jenis tanah aluvial.
Nantinya, lumbung pangan ini akan bekerja dengan mekanisasi secara keseluruhan. Sehingga, Kementan akan menggenjot penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) di lumbung pangan tersebut.
&quot;Jadi kami berdua bekerja erat, kemudian ada BUMN mendukung kami tapi aktornya adalah Kementerian Pertanian. Kami mendukung jaring-jaring irigasi karena kita mengembangkan lahan pertanian,&quot; jelasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Bangun Food Estate Tahap Pertama, Lahan 30.000 Ha Disiapkan
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Syahrul menjelaskan dengan mekanisasi secara keseluruhan, maka harapannya 1 Ha lahan sawah bisa digarap oleh 1 orang petani. Bahkan dengan mekanisasi yang lebih baik garapan ini bisa jauh lebih besar.
&amp;ldquo;Karena ini full mekanisasi, tapi paling tidak 2 Ha itu 1 orang. Tapi dengan mekanisasi yang lebih baik maka 1 orang bisa menangani 4 Ha, dari sana saja,&amp;rdquo; kafa Syahrul.
Lumbung pangan ini pun ditargetkan bisa memproduksi padi, hortikultura, sayur-sayuran, dan buah-buahan, serta memfasilitasi ternak. Harapannya, untuk setiap komoditas yang ditanam bisa bisa menghasilkan 5-6 ton per Ha.
&amp;ldquo;Targetnya 4-5 ton per Ha,&amp;rdquo; jelas Syahrul.</content:encoded></item></channel></rss>
