<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jurus Pamungkas Sri Mulyani Pulihkan Ekonomi di Kuartal III</title><description>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan strategi untuk mendukung pemulihan ekonomi pada kuartal III-2020. S</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/07/20/2242575/jurus-pamungkas-sri-mulyani-pulihkan-ekonomi-di-kuartal-iii</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/07/20/2242575/jurus-pamungkas-sri-mulyani-pulihkan-ekonomi-di-kuartal-iii"/><item><title>Jurus Pamungkas Sri Mulyani Pulihkan Ekonomi di Kuartal III</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/07/20/2242575/jurus-pamungkas-sri-mulyani-pulihkan-ekonomi-di-kuartal-iii</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/07/20/2242575/jurus-pamungkas-sri-mulyani-pulihkan-ekonomi-di-kuartal-iii</guid><pubDate>Selasa 07 Juli 2020 16:16 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/07/20/2242575/jurus-pamungkas-sri-mulyani-pulihkan-ekonomi-di-kuartal-iii-5uW3XOTw68.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani (Foto: Dok Kemenkeu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/07/20/2242575/jurus-pamungkas-sri-mulyani-pulihkan-ekonomi-di-kuartal-iii-5uW3XOTw68.jpg</image><title>Sri Mulyani (Foto: Dok Kemenkeu)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu)   menyiapkan strategi untuk mendukung pemulihan ekonomi pada kuartal III-2020. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendukung pemberian dan restrukturisasi kredit UMKM.
Hal ini seiring pertumbuhan ekonomi global diprediksi mengalami kontraksi yang cukup dalam pada kuartal II-2020 akibat pandemi virus corona. Hal tersebut juga memberi pengaruh pada perekonomian dalam negeri. Di mana, ekonomi Indonesia diperkirakan negatif.
&quot;Pada akhirnya kita berharap kuartal III-2020 ekonomi kita bisa bangkit sehingga tidak lagi berada di zona kontraksi. Ada confidance di mana sektor usaha kecil menjegah, korporasi, perbankan bisa bergerak,&quot; ujar Sri Mulyani dalam diskusi online, Jakarta, Selasa (7/7/2020)
Baca Juga:&amp;nbsp;RI Naik Kelas, Sri Mulyani Akui Masih Sulit Jadi Negara Maju&amp;nbsp;
Sri Mulyani melanjutkan, pemberian dukungan kredit tidak hanya diberikan bagi nasabah perbankan tetapi juga UMKM yang mendapatkan pinjaman dari lembaga pembiayaan. Segmen ini mendapat restrukturisasi dan subsidi dari pemerintah.
&quot;Kita juga mendukung UMKM yang berada di bawah lembaga pembiayaan seperti ojek dan lain lain. Itu semua diberikan dukungan berupa restrukturisasi dan subsidi. Kita juga memberikan UMKM yang ada di Pegadaian, yang ada di PMN Mekaar, ultra mikro, koperasi, bank wakaf juga kita cover,&quot; jelasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pelajaran yang Bisa Dipetik dari Startup Kopi Luckin Coffee, Pesaing Starbucks yang Palsukan Cuan
Pemberian stimulus tersebut diharapkan mampu menggerakkan kembali roda perekonomian. &quot;Kita harapkan, pemerintah sudah memberikan seluruh alokasi resources, policy, memberikan jaminan dan sumber dana yang murah agar ekonomi bergerak,&quot; katanya.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menambahkan, selain memberikan stimulus untuk UMKM, pemerintah juga akan mempercepat realisasi belanja. Tujuannya untuk menambah daya dongkrak kebangkitan ekonomi.
&quot;Pemerintah juga mempercepat belanja di APBN sehingga dia juga bisa menambah kebangkitan ekonomi agar dia bisa meningkat pada kuartal 3 dan 4,&quot; tandasnya</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu)   menyiapkan strategi untuk mendukung pemulihan ekonomi pada kuartal III-2020. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendukung pemberian dan restrukturisasi kredit UMKM.
Hal ini seiring pertumbuhan ekonomi global diprediksi mengalami kontraksi yang cukup dalam pada kuartal II-2020 akibat pandemi virus corona. Hal tersebut juga memberi pengaruh pada perekonomian dalam negeri. Di mana, ekonomi Indonesia diperkirakan negatif.
&quot;Pada akhirnya kita berharap kuartal III-2020 ekonomi kita bisa bangkit sehingga tidak lagi berada di zona kontraksi. Ada confidance di mana sektor usaha kecil menjegah, korporasi, perbankan bisa bergerak,&quot; ujar Sri Mulyani dalam diskusi online, Jakarta, Selasa (7/7/2020)
Baca Juga:&amp;nbsp;RI Naik Kelas, Sri Mulyani Akui Masih Sulit Jadi Negara Maju&amp;nbsp;
Sri Mulyani melanjutkan, pemberian dukungan kredit tidak hanya diberikan bagi nasabah perbankan tetapi juga UMKM yang mendapatkan pinjaman dari lembaga pembiayaan. Segmen ini mendapat restrukturisasi dan subsidi dari pemerintah.
&quot;Kita juga mendukung UMKM yang berada di bawah lembaga pembiayaan seperti ojek dan lain lain. Itu semua diberikan dukungan berupa restrukturisasi dan subsidi. Kita juga memberikan UMKM yang ada di Pegadaian, yang ada di PMN Mekaar, ultra mikro, koperasi, bank wakaf juga kita cover,&quot; jelasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pelajaran yang Bisa Dipetik dari Startup Kopi Luckin Coffee, Pesaing Starbucks yang Palsukan Cuan
Pemberian stimulus tersebut diharapkan mampu menggerakkan kembali roda perekonomian. &quot;Kita harapkan, pemerintah sudah memberikan seluruh alokasi resources, policy, memberikan jaminan dan sumber dana yang murah agar ekonomi bergerak,&quot; katanya.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menambahkan, selain memberikan stimulus untuk UMKM, pemerintah juga akan mempercepat realisasi belanja. Tujuannya untuk menambah daya dongkrak kebangkitan ekonomi.
&quot;Pemerintah juga mempercepat belanja di APBN sehingga dia juga bisa menambah kebangkitan ekonomi agar dia bisa meningkat pada kuartal 3 dan 4,&quot; tandasnya</content:encoded></item></channel></rss>
