<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Turun 12%, Sri Mulyani Pusing Penerimaan Pajak Seret</title><description>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penerimaan pajak semakin sulit</description><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/09/20/2243822/turun-12-sri-mulyani-pusing-penerimaan-pajak-seret</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2020/07/09/20/2243822/turun-12-sri-mulyani-pusing-penerimaan-pajak-seret"/><item><title>Turun 12%, Sri Mulyani Pusing Penerimaan Pajak Seret</title><link>https://economy.okezone.com/read/2020/07/09/20/2243822/turun-12-sri-mulyani-pusing-penerimaan-pajak-seret</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2020/07/09/20/2243822/turun-12-sri-mulyani-pusing-penerimaan-pajak-seret</guid><pubDate>Kamis 09 Juli 2020 17:29 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/07/09/20/2243822/turun-12-sri-mulyani-pusing-penerimaan-pajak-seret-SnH61UEXke.png" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Ungkap Penurunan Penerimaan Pajak. (Foto: Okezone.com/Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/07/09/20/2243822/turun-12-sri-mulyani-pusing-penerimaan-pajak-seret-SnH61UEXke.png</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Ungkap Penurunan Penerimaan Pajak. (Foto: Okezone.com/Instagram)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penerimaan pajak semakin sulit. Hingga akhir Juni 2020, realisasi penerimaan pajak Rp531,7 triliun, turun 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 604,3 triliun.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, merosotnya penerimaan pajak sejalan dengan tekanan aktivitas usaha karena adanya PSBB akibat pandemi Covid-19. Hal ini juga tercermin dari hampir seluruh sektor pajak.
Penurunan pajak hingga Juni tersebut juga lebih dalam jika dibandingkan Mei 2020 yang mengalami kontraksi 10,8% (yoy).
&quot;Capaian tersebut baru 44,4% dari target tahun ini yang sebesar Rp1.198,8 triliun berdasarkan Perpres 72 Tahun 2020,&quot; kata Sri Mulyani, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (9/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Seberapa Greget Pemerintah Pungut Pajak Netflix Cs?
Kata dia, sektor pertambangan mengalami kontraksi hingga 42,2% (yoy), disusul industri pengolahan yang juga turun 38,4%, perdagangan turun 21,2% , konstruksi dan real estat turun 12,8% , serta jasa keuangan dan asuransi turun 11,3% .
Hanya sektor transportasi dan pergudangan yang masih mengalami pertumbuhan positif hingga 9,3% (yoy).
&quot;Meski masih terjadi kontraksi, kinerja sektoral di bulan Juni menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik pada sektor-sektor utama. Sektor transportasi bahkan tumbuh positif, namun masih dibayangi ketidakpastian di periode berikutnya,&quot;katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Salah Kaprah AS tentang Pajak Netflix Cs di Indonesia
Menurutnya, tren penurunan aktivitas perdagangan internasional dan ekonomi akibat penyebaran virus corona itu telah terlihat sejak kuartal I-2020, di mana kinerja penerimaan pajak mengalami kontraksi 2,5%, serta pajak-pajak atas impor terkontraksi 8,1% (yoy).
Selain itu, perluasan pembatasan sosial dan pemanfaatan insentif fiskal dalam rangka pemulihan ekonomi turut menambah tekanan pada penerimaan pajak.
&quot;Memasuki bulan Juni, seiring dengan pelaksanaan kenormalan baru, peningkatan aktivitas ekonomi domestik mendorong kinerja penerimaan pajak menuju arah yang lebih baik,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penerimaan pajak semakin sulit. Hingga akhir Juni 2020, realisasi penerimaan pajak Rp531,7 triliun, turun 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 604,3 triliun.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, merosotnya penerimaan pajak sejalan dengan tekanan aktivitas usaha karena adanya PSBB akibat pandemi Covid-19. Hal ini juga tercermin dari hampir seluruh sektor pajak.
Penurunan pajak hingga Juni tersebut juga lebih dalam jika dibandingkan Mei 2020 yang mengalami kontraksi 10,8% (yoy).
&quot;Capaian tersebut baru 44,4% dari target tahun ini yang sebesar Rp1.198,8 triliun berdasarkan Perpres 72 Tahun 2020,&quot; kata Sri Mulyani, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (9/7/2020).
Baca Juga:&amp;nbsp;Seberapa Greget Pemerintah Pungut Pajak Netflix Cs?
Kata dia, sektor pertambangan mengalami kontraksi hingga 42,2% (yoy), disusul industri pengolahan yang juga turun 38,4%, perdagangan turun 21,2% , konstruksi dan real estat turun 12,8% , serta jasa keuangan dan asuransi turun 11,3% .
Hanya sektor transportasi dan pergudangan yang masih mengalami pertumbuhan positif hingga 9,3% (yoy).
&quot;Meski masih terjadi kontraksi, kinerja sektoral di bulan Juni menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik pada sektor-sektor utama. Sektor transportasi bahkan tumbuh positif, namun masih dibayangi ketidakpastian di periode berikutnya,&quot;katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Salah Kaprah AS tentang Pajak Netflix Cs di Indonesia
Menurutnya, tren penurunan aktivitas perdagangan internasional dan ekonomi akibat penyebaran virus corona itu telah terlihat sejak kuartal I-2020, di mana kinerja penerimaan pajak mengalami kontraksi 2,5%, serta pajak-pajak atas impor terkontraksi 8,1% (yoy).
Selain itu, perluasan pembatasan sosial dan pemanfaatan insentif fiskal dalam rangka pemulihan ekonomi turut menambah tekanan pada penerimaan pajak.
&quot;Memasuki bulan Juni, seiring dengan pelaksanaan kenormalan baru, peningkatan aktivitas ekonomi domestik mendorong kinerja penerimaan pajak menuju arah yang lebih baik,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
